- Kwarcab Pramuka Majalengka Libatkan 808 Peserta dalam JOTA-JOTI 2026
- Mengenal Bhumi ATR/BPN, Cara Menelusuri Informasi Pertanahan Lewat Peta Digital.
- Patroli Bersama Pwrsonil Kodim dan Komduk Jaga Stabilitas Kamtibmas.
- Gelaran Soekarno Run 2026 Wariskan Semangat Juang Putra Sang Fajar.
- Soroti Nasib Warga Lahei, Waket II DPRD Barito Utara Siap Cek Langsung Jalan Hauling
- Koramil 03/Legok Gelar Karya Bakti Gerakan Nasional Indonesia Asri di Desa Palasari
- Satgas TMMD ke-130 Kodim 0510/Tigaraksa Laksanakan Pembongkaran RTLH Milik Ibu Sukesti.
- Perkuat Sinergitas Wilayah, Pangkogabwilhan II Terima Kunjungan Dankodaeral XIII dan Danlanal Balikpapan
- Tak Kenal Lelah, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0510/Tigaraksa Cor Jalan hingga Malam Hari.
- MHX Jakarta 2026 Hadirkan 21 Rumah Sakit Malaysia, Tawarkan Konsultasi Kesehatan Gratis
Kepala BP2MI Bertemu KDEI dan Pekerja Migran Indonesia di Taiwan, Bahas Overcharging hingga Serukan Jaga Persatuan Antara PMI

Keterangan Gambar : Kepala BP2MI Benny Rhamdani bersama delegasi saat bertemu dengan pimpinan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taiwan.(Ist)
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani melakukan courtesy call dengan pimpinan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taiwan. Pertemuan ini berlangsung di Ruiguang Road, Neihu District, Taipei pada Minggu (24/9/2023).
Dilansir laman resmi BP2MI, dalam pertemuan tersebut, Kepala BP2MI dan rombongan delegasi disambut oleh Wakil Kepala KDEI beserta seluruh jajarannya.
Benny Rhamdani, dalam sambutannya menjelaskan, beberapa hal apa yang menjadi prioritas utama BP2MI.
Baca Lainnya :
- Kwarcab Pramuka Majalengka Libatkan 808 Peserta dalam JOTA-JOTI 2026
- Mengenal Bhumi ATR/BPN, Cara Menelusuri Informasi Pertanahan Lewat Peta Digital.
- Patroli Bersama Pwrsonil Kodim dan Komduk Jaga Stabilitas Kamtibmas.
- Gelaran Soekarno Run 2026 Wariskan Semangat Juang Putra Sang Fajar.
- Soroti Nasib Warga Lahei, Waket II DPRD Barito Utara Siap Cek Langsung Jalan Hauling
“Berdasarkan data World Bank tahun 2017, terdapat sembilan juta Pekerja Migran Indonesia yang berada di luar negeri, tapi hanya 3,7 juta yang tercatat prosedural. Berarti sisanya ilegal dan mungkin mereka adalah korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Oleh karena itu, pemberantasan sindikat saya jadikan prioritas," ungkap Benny di ruang rapat KDEI.
Lanjut Benny menuturkan, dirinya telah berkali-kali memimpin langsung penggerebekan yang dilakukan oleh BP2MI bekerja sama dengan Polri.
“Ini kejahatan besar dan akar dari masalah yang menimpa pekerja migran kita," bebernya.
Kemudian Benny memaparkan, fokus Taiwan yaitu banyaknya kasus overcharging. Setiap pekerja migran harus mengeluarkan biaya sekitar 70-80 juta Rupiah. Padahal negara sudah menetapkan struktur biaya (cost structure). Misalnya, untuk pekerja rumah tangga biayanya sebesar 24 juta Rupiah. Inilah kejahatan yang harus dihadapi bersama.
Mantan senator DPD RI dua periode ini juga meminta kepada semua pihak terutama KDEI untuk membantu permasalahan dimaksud agar segera diatasi.

Pada kesempatan yang sama, Benny bertemu dengan para pimpinan perguruan silat yang ada di Taiwan untuk berdialog dan memperkenalkan organisasi atau perguruannya.
“Saya hanya ingin bersilaturahmi untuk lebih mengenal para pekerja migran dan masalah-masalahnya. Apa, sih, yang dibutuhkan," tuturnya.
BP2MI, tambah Benny, butuh organisasi-organisasi seperti ini di luar negeri untuk mensosialisasikan secara terus menerus langkah-langkah perbaikan untuk pekerja migran Indonesia.
Terkait pertikaian yang terjadi sebelumnya, Benny meminta agar perguruan dapat ambil hikmah dan belajar dari kejadian yang sudah terjadi.
“Semangat menjaga ukhuwah dan persatuan di antara pekerja migran dan semangat persatuan harus terus diperkuat. Masalah yang terjadi diselesaikan secara hukum. Terima kasih atas kebesaran jiwa, sehingga ini tidak terjadi lagi. Wajah Indonesia di mata luar adalah wajah para pekerja migrannya," kata Benny.
Benny meminta para organisasi yang ada di luar negeri dapat bekerja sama dan kolaborasi dalam penanganan permasalahan pekerja migran Indonesia.
“Negara sedang sangat serius memperhatikan pekerja migran. Mohon dibantu. Jika ada masalah di lapangan bisa terus komunikasi pada KDEI atau langsung ke saya," tukasnya.
Wakil Kepala KDEI Taiwan, Zulmartinof, berpesan untuk saling menjaga persatuan dan persaudaraan antar perguruan.
“Bekerjalah secara profesional. Taiwan tak melarang kita membuat apapun selama itu baik. Taiwan memberi kebebasan untuk para Pekerja Migran Indonesia. Saya minta bekerja dengan baik dan jaga persatuan dan persaudaraan kita," paparnya.
Dalam rangkaian kegiatan di kantor KDEI, Kepala BP2MI meninjau tempat pelayanan, memberikan sosialisasi, dan dialog di hadapan 200 orang pekerja migran Indonesia. Keseluruhan kegiatan di kantor KDEI usai pukul 16.00 waktu Taipei, kemudian rombongan bertolak ke Taiwan Main Station untuk bertemu dengan para pekerja migran Indonesia.(*)

.jpg)







.jpg)






