- Pemprov DKI Jakarta Resmi Cabut Izin Operasional B Fashion dan The Seven terkait Peredaran Narkotika
- Peserta UKW di Barito Utara Diberi Pembekalan, Wartawan Senior Tekankan Etika dan Verifikasi Berita
- Komitmen Hijau BNI: Konservasi Satwa Dilindungi hingga Pemberdayaan Desa Penyangga
- Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih di Jatim-Jateng, Tonggak Baru Ekonomi Desa
- Menikmati Sunrise dari Atas Awan, Nimo Highland Jadi Primadona Libur Panjang
- Dukung Suporter Indonesia di Thailand Open 2026, BNI Andalkan QRIS wondr by BNI
- Menkop Ajak Koperasi Tebu Rakyat Miliki Saham Pabrik Gula
- Ditreskrimum Polda Metro Siapkan Tim Buru Begal dan Kejahatan Jalanan 24 Jam
- Wujudkan Swasembada Gula Kementan Kerjasama CV Lang Buana Tanam Bibit Unggul Tebu Aas Agribun
- BNI Perkuat Dukungan untuk PBSI, Regenerasi Atlet Bulu Tangkis Indonesia Kian Bersinar
Pembunuh Bos Toko Sembako di Pondok Gede Ditangkap di Serpong Tangsel, Pelakunya Karyawan Korban, Motif: Tersinggung

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menangkap pelaku dan mengungkap motif pembunuhan pemilik toko sembako di wilayah Pondok Gede, Kota Bekasi. Pelaku berinisial AS alias A (21) yang ternyata merupakan karyawan korban (pemilik toko) ditangkap di Hotel Ramada by Wyndham Serpong, Jalan Raya Serpong No. 89, Cilenggang, Kec. Serpong, Kota Tangerang Selatan pada hari Minggu 1 Juni 2025 sekitar pukul 00.10 WIB.
Penangkapan pelaku itu dilakukan setelah Tim penyidik Resmob Polda Metro Jaya melakukan olah TKP, Observasi, Wawancara terhadap saksi-saksi di sekitar TKP, kemudian berhasil mengidentifikasi pelaku berikut keberadaannya.
Dalam konferensi pers di ruang Satya Haprabu, Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Selasa (3/6/2025), Direktur Reserse Krimum (Dirreskrimum) PMJ Kombes Wira Satya Triputra mengatakan, pembunuhan itu terjadi dilatarbelakangi emosi lantaran korban (bos toko sembako) berinisial ALS (64) melontarkan kata-kata yang menyinggung perasaan pelaku.
Baca Lainnya :
- Pemprov DKI Jakarta Resmi Cabut Izin Operasional B Fashion dan The Seven terkait Peredaran Narkotika
- Peserta UKW di Barito Utara Diberi Pembekalan, Wartawan Senior Tekankan Etika dan Verifikasi Berita
- Komitmen Hijau BNI: Konservasi Satwa Dilindungi hingga Pemberdayaan Desa Penyangga
- Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih di Jatim-Jateng, Tonggak Baru Ekonomi Desa
- Menikmati Sunrise dari Atas Awan, Nimo Highland Jadi Primadona Libur Panjang
"Korban berkata kepada pelaku: kamu kasbon terus, kerja aja males, jarang masuk, nggak kayak yang lain, orang kalo mau minta tolong tuh kerja dulu yang bener (dengan nada tinggi)," ujar Wira.
Pelaku melakukan aksi pembunuhan terhadap korban pada hari Jum'at 30 Mei 2025, sekira Pukul 20.50 WIB, di Toko ALEX/IMANUEL, Jalan Raya Jatimakmur, RT. 008, RW. 009, Kel. Jatimakmur, Kec. Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Lanjut Wira membeberkan, motif pembunuhan karena pelaku emosi dengan perkataan korban.
"Pelaku melakukan pembunuhan dengan cara memukul korban dengan tangan kosong dan dus air mineral hingga korban tidak berdaya, setelah korban tidak berdaya pelaku mengambil barang-barang milik korban, uang sebesar Rp 84.654.000, 2 handphone dan 1 unit motor Vario warna hitam silver dan melarikan diri," beber Wira.
"Menurut keterangan dari pelaku telah menggunakan uang yang diambil dari membobol toko sebesar Rp 20 juta, untuk membeli handphone dan membagi uang untuk keperluan adiknya. Pelaku rencananya akan melarikan diri ke Batam dengan membawa istri dan anak," tambah Wira.
Atas perbuatannya, pelaku AS ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 339 KUHP tentang pembunuhan, diancam dengan hukuman penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun; Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, diancam dengan hukuman penjara paling lama 15 tahun. ** (Anton)









1.jpg)






