- RSUD Majalengka Borong Penghargaan Nasional, Direktur Terbaik
- Majalengka Jadi Pusat Zakat Nasional, BDF V Guncang Daerah
- BAZNAS Majalengka Luncurkan Kampung Zakat, Salurkan Rp 25 Juta
- Kakek Mujiran Resmi Bebas, PTPN I Tegaskan Komitmen BUMN Humanis
- Keluhan Pasien Meningkat, DPRD dan Pemkab Barito Utara Evaluasi Layanan RSUD dan BPJS
- Polemik Jabatan Ketua KONI Kota Blitar, Ini Kata Hendi Priono
- Pemerintah Siapkan 34 Aglomerasi Waste to Electricity, Depok dan Bogor Jadi Prioritas Pengolahan Sampah Modern
- Loyalitas Nasabah Diganjar Hadiah Mewah, BNI Kembali Hadirkan Rejeki wondr 2026
- Kementan Pastikan Pupuk Subsidi Tepat Sasaran Melalui Digitalisasi Data Petani
- Ketua Dewan Pembina PP MES Ma,ruf Amin Lantik Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah Periode 2026-2031
Menuju Swasembada Beras: Kementan Genjot Program Cetak Sawah Rakyat dan Brigade Pangan di Kapuas

Keterangan Gambar : Brigade Pangan (BP) merupakan strategi Kementan untuk mempercepat swasembada pangan
MEGAPOLITANPOS.COM, Dadahup, Kapuas, — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional, khususnya beras. Menindaklanjuti hal tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman langsung menggerakkan seluruh jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mempercepat realisasi target tersebut.
Mentan Amran menekankan bahwa swasembada pangan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif semua pihak, terutama petani dan sumber daya manusia (SDM) pertanian.

Baca Lainnya :
- Belum Ada Kepastian, PT Aditya Laksana Sejahtera Minta OJK Perjelas Jadwal Mediasi
- Dewan Pers: Ada Pelanggaran Etik dalam Pemberitaan Sengketa dengan Menteri Pertanian
- Petani Muda Diberangkatkan ke Taiwan, Kementan Perkuat Regenerasi Pertanian Nasional
- Menuju Swasembada Beras: Kementan Genjot Program Cetak Sawah Rakyat dan Brigade Pangan di Kapuas
“Kita harus bekerja keras dan berkolaborasi untuk mewujudkan swasembada pangan secepat mungkin, karena ini merupakan kunci ketahanan pangan nasional,” ujar Mentan Amran dalam berbagai kesempatan.
Kementan Genjot Produksi Melalui Inovasi dan Teknologi
Kementan saat ini tengah melakukan berbagai upaya percepatan, mulai dari penggunaan benih unggul, optimalisasi lahan (Oplah), program Cetak Sawah Rakyat (CSR), pembentukan Brigade Pangan (BP), hingga pelibatan mahasiswa Polbangtan dan PEPI melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) untuk membantu percepatan pengolahan lahan.
Salah satu wilayah dengan potensi besar dalam mendukung swasembada pangan nasional adalah Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Berdasarkan data 2024, luas lahan hasil review mencapai 3.275,6 hektare dengan potensi lahan siap tanam 1.727 hektare. Pada 2025, hasil land clearing dan land leveling mencapai 1.830,56 hektare dengan 55,6 hektare siap tanam.
Brigade Pangan, Aksi Nyata Regenerasi Petani Muda
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menjelaskan bahwa Brigade Pangan (BP) merupakan strategi Kementan untuk mempercepat swasembada pangan sekaligus meregenerasi petani dengan pendekatan berbasis komunitas dan teknologi modern.
“Brigade Pangan adalah strategi akselerasi swasembada pangan nasional, sekaligus upaya konkret dalam meregenerasi petani di tengah tantangan perubahan iklim dan ketahanan pangan global,” ungkap Idha.
Saat ini di wilayah Dadahup telah terbentuk 24 Brigade Pangan. Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Dadahup, Arpani, menyatakan siap mendukung penuh upaya percepatan tanam melalui pendampingan teknis, sosialisasi, dan motivasi kepada para petani.
Dadahup Siap Jadi Lumbung Padi Kalimantan
Sebagai penanggung jawab kegiatan swasembada pangan di Kabupaten Kapuas, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Kapuslat) Tedy Dirhamsyah, terus melakukan koordinasi dan pendampingan di lapangan. Senin (27/10/2025), Tedy meninjau langsung lokasi Cetak Sawah Rakyat Blok B2 yang dikelola oleh Brigade Pangan Rembug Pemuda.
Menurut Tedy, Blok Dadahup memiliki potensi lahan pertanian seluas sekitar 22.000 hektare, sangat cocok untuk pengembangan padi lahan rawa lebak dan pasang surut. Dukungan infrastruktur seperti jalan dan irigasi pun sudah cukup memadai.
“Bila pengendalian air di saluran tersier dapat ditangani dengan baik, Dadahup akan menjadi pusat produksi padi di Kalimantan Tengah, bahkan Kalimantan,” ujar Tedy.
Dengan pengelolaan optimal terhadap 10.000 hektare lahan sawah, produksi bisa mencapai 50.000 ton GKP bernilai Rp325 miliar per musim tanam, atau Rp650 miliar jika dua kali tanam per tahun (IP2).
Mahasiswa dan Pemuda Jadi Motor Swasembada
Selain meninjau pertanaman Brigade Pangan, Tedy juga bertemu dengan mahasiswa Polbangtan dan PEPI yang sedang melakukan program MBKM untuk membantu petani dalam pengolahan lahan dan percepatan tanam.
“Kunci keberhasilan swasembada pangan adalah optimalisasi Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM). Pemuda harus jujur, disiplin, pekerja keras, dan memiliki jiwa kepemimpinan serta kewirausahaan,” pesan Tedy.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, petani, mahasiswa, dan masyarakat akan menjadi pondasi kuat untuk mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan di Indonesia.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).



.jpg)













