Menuju Swasembada Beras: Kementan Genjot Program Cetak Sawah Rakyat dan Brigade Pangan di Kapuas

By Achmad Sholeh(Alek) 28 Okt 2025, 16:23:45 WIB Nasional
Menuju Swasembada Beras: Kementan Genjot Program Cetak Sawah Rakyat dan Brigade Pangan di Kapuas

Keterangan Gambar : Brigade Pangan (BP) merupakan strategi Kementan untuk mempercepat swasembada pangan


MEGAPOLITANPOS.COM, Dadahup, Kapuas, — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional, khususnya beras. Menindaklanjuti hal tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman langsung menggerakkan seluruh jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mempercepat realisasi target tersebut.

Mentan Amran menekankan bahwa swasembada pangan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif semua pihak, terutama petani dan sumber daya manusia (SDM) pertanian.


Baca Lainnya :


 “Kita harus bekerja keras dan berkolaborasi untuk mewujudkan swasembada pangan secepat mungkin, karena ini merupakan kunci ketahanan pangan nasional,” ujar Mentan Amran dalam berbagai kesempatan.

Kementan Genjot Produksi Melalui Inovasi dan Teknologi

Kementan saat ini tengah melakukan berbagai upaya percepatan, mulai dari penggunaan benih unggul, optimalisasi lahan (Oplah), program Cetak Sawah Rakyat (CSR), pembentukan Brigade Pangan (BP), hingga pelibatan mahasiswa Polbangtan dan PEPI melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) untuk membantu percepatan pengolahan lahan.

Salah satu wilayah dengan potensi besar dalam mendukung swasembada pangan nasional adalah Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Berdasarkan data 2024, luas lahan hasil review mencapai 3.275,6 hektare dengan potensi lahan siap tanam 1.727 hektare. Pada 2025, hasil land clearing dan land leveling mencapai 1.830,56 hektare dengan 55,6 hektare siap tanam.

Brigade Pangan, Aksi Nyata Regenerasi Petani Muda

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menjelaskan bahwa Brigade Pangan (BP) merupakan strategi Kementan untuk mempercepat swasembada pangan sekaligus meregenerasi petani dengan pendekatan berbasis komunitas dan teknologi modern.

“Brigade Pangan adalah strategi akselerasi swasembada pangan nasional, sekaligus upaya konkret dalam meregenerasi petani di tengah tantangan perubahan iklim dan ketahanan pangan global,” ungkap Idha.

Saat ini di wilayah Dadahup telah terbentuk 24 Brigade Pangan. Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Dadahup, Arpani, menyatakan siap mendukung penuh upaya percepatan tanam melalui pendampingan teknis, sosialisasi, dan motivasi kepada para petani.

Dadahup Siap Jadi Lumbung Padi Kalimantan

Sebagai penanggung jawab kegiatan swasembada pangan di Kabupaten Kapuas, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Kapuslat) Tedy Dirhamsyah, terus melakukan koordinasi dan pendampingan di lapangan. Senin (27/10/2025), Tedy meninjau langsung lokasi Cetak Sawah Rakyat Blok B2 yang dikelola oleh Brigade Pangan Rembug Pemuda.

Menurut Tedy, Blok Dadahup memiliki potensi lahan pertanian seluas sekitar 22.000 hektare, sangat cocok untuk pengembangan padi lahan rawa lebak dan pasang surut. Dukungan infrastruktur seperti jalan dan irigasi pun sudah cukup memadai.

 “Bila pengendalian air di saluran tersier dapat ditangani dengan baik, Dadahup akan menjadi pusat produksi padi di Kalimantan Tengah, bahkan Kalimantan,” ujar Tedy.

Dengan pengelolaan optimal terhadap 10.000 hektare lahan sawah, produksi bisa mencapai 50.000 ton GKP bernilai Rp325 miliar per musim tanam, atau Rp650 miliar jika dua kali tanam per tahun (IP2).

Mahasiswa dan Pemuda Jadi Motor Swasembada

Selain meninjau pertanaman Brigade Pangan, Tedy juga bertemu dengan mahasiswa Polbangtan dan PEPI yang sedang melakukan program MBKM untuk membantu petani dalam pengolahan lahan dan percepatan tanam.

 “Kunci keberhasilan swasembada pangan adalah optimalisasi Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM). Pemuda harus jujur, disiplin, pekerja keras, dan memiliki jiwa kepemimpinan serta kewirausahaan,” pesan Tedy.

Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, petani, mahasiswa, dan masyarakat akan menjadi pondasi kuat untuk mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan di Indonesia.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).




  • DPR Sentil Program Konversi 120 Juta Motor Listrik: Ambisi Besar Harus Dibayar Kesiapan Nyata

    🕔18:51:10, 15 Mar 2026
  • TaniBot System: Inovasi PRSI Menuju Era Smart Farming di Indonesia

    🕔16:33:10, 14 Mar 2026
  • Gelombang Pertama Evakuasi WNI dari Iran Tiba di Indonesia, Imigrasi Beri Layanan Prioritas

    🕔03:39:35, 11 Mar 2026
  • Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi

    🕔09:49:10, 11 Mar 2026
  • DPR Soroti Risiko Fiskal 2026, Program Makan Bergizi Gratis Bisa Disesuaikan

    🕔13:35:15, 09 Mar 2026