- Pemerintah Siapkan 34 Aglomerasi Waste to Electricity, Depok dan Bogor Jadi Prioritas Pengolahan Sampah Modern
- Loyalitas Nasabah Diganjar Hadiah Mewah, BNI Kembali Hadirkan Rejeki wondr 2026
- Kementan Pastikan Pupuk Subsidi Tepat Sasaran Melalui Digitalisasi Data Petani
- Ketua Dewan Pembina PP MES Ma,ruf Amin Lantik Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah Periode 2026-2031
- Blok Masela Dikebut, Ateng Sutisna Ingatkan Ancaman Sosial
- Menkop Ajak Lulusan Universitas Trilogi Agar Jadi Motor Penggerak KDKMP
- BRI Life Gelar Pelepasan Tukik, Dukung Konservasi Penyu di Pantai Kuta Bali
- Ketua Komisi III DPRD Barut Apresiasi Barito Utara Raih Juara Umum Festival Budaya Isen Mulang 2026
- Politisi Gerinda Anggota DPRD Barut Hadiri Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-118
- Ketua Komisi III DPRD Barut Hadiri Peringatan Hari Jadi ke 69 Provinsi Kalteng
Pemerintah Siapkan 34 Aglomerasi Waste to Electricity, Depok dan Bogor Jadi Prioritas Pengolahan Sampah Modern

Keterangan Gambar : Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat
MEGAPOLITANPOS.COM, Depok,- Pemerintah terus memperkuat langkah penanganan sampah nasional melalui program aglomerasi pengolahan sampah berbasis waste to electricity atau pengolahan sampah menjadi energi listrik.
Program tersebut mencakup berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Kota Depok dan Bogor.
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menjelaskan, pemerintah telah menetapkan 34 wilayah aglomerasi waste to electricity yang mencakup sekitar 115 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
Baca Lainnya :
Menurutnya, pengelolaan sampah modern bukan semata bertujuan menghasilkan energi atau keuntungan ekonomi, melainkan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat bagi masyarakat.
“Yang utama adalah menjadikan lingkungan bersih, tidak ada sampah yang berserakan, serta tidak ada emisi gas metana,” ujar Jumhur Hidayat.
Ia menambahkan, apabila pengolahan sampah mampu menghasilkan energi listrik maupun nilai ekonomi tambahan, hal tersebut menjadi manfaat lanjutan dari sistem pengelolaan yang baik.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Depok telah memulai pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik. Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok juga terus menggencarkan edukasi pemilahan sampah hingga tingkat kelurahan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung yang saat ini menerima sekitar 1.200 ton sampah per hari. Pemerintah berharap sistem waste to electricity dapat menjadi solusi jangka panjang terhadap persoalan sampah perkotaan.
Selain fokus pada pengolahan sampah, Jumhur juga menegaskan pentingnya menjaga biodiversity atau keanekaragaman hayati sebagai salah satu kekayaan utama Indonesia yang harus dilestarikan.(AS/MP).
















