- Mempererat Hubungan Kekeluargaan, PDI Perjuangan Buka Dapur Umum
- PTPN I Percepat Transformasi Digital dan Tata Kelola, Abdul Rivai Ras: Perkebunan Harus Berdaya Saing Global
- SDN Mirat III Ambruk, Mendadak Dapat Revitalisasi Rp 1 Miliar
- Menkop Ziarah ke Makam Bung Hatta dalam Rangkaian Menuju Puncak Harkopnas ke-79
- Bulog Andalkan Beras Kita sebagai Identitas Baru Beras Nasional, Target 2 Juta Ton
- Model Kemitraan PTPN I di Jember Dongkrak Pendapatan Petani dan Ekspor Tembakau
- Pakar Hukum Trisakti: Ancaman terhadap Polisi Saat Bertugas Tak Bisa Ditoleransi
- Hadiri Sinode Umum ke 25 GKE, Wabup Felix Tegaskan Komitmen Barito Utara Perkuat Kerukunan dan Pembinaan Generasi Muda
- Puspa Nuswantara 2026 Resmi Dibuka, Ajang Perkuat Ekosistem Batik Asli Indonesia
- Polres Metro Jakarta Pusat Musnahkan Barang Bukti Hasil Ungkap 12 Kasus Narkoba Juni 2026
Pemerintah Siapkan 34 Aglomerasi Waste to Electricity, Depok dan Bogor Jadi Prioritas Pengolahan Sampah Modern

Keterangan Gambar : Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat
MEGAPOLITANPOS.COM, Depok,- Pemerintah terus memperkuat langkah penanganan sampah nasional melalui program aglomerasi pengolahan sampah berbasis waste to electricity atau pengolahan sampah menjadi energi listrik.
Program tersebut mencakup berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Kota Depok dan Bogor.
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menjelaskan, pemerintah telah menetapkan 34 wilayah aglomerasi waste to electricity yang mencakup sekitar 115 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
Baca Lainnya :
Menurutnya, pengelolaan sampah modern bukan semata bertujuan menghasilkan energi atau keuntungan ekonomi, melainkan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat bagi masyarakat.
“Yang utama adalah menjadikan lingkungan bersih, tidak ada sampah yang berserakan, serta tidak ada emisi gas metana,” ujar Jumhur Hidayat.
Ia menambahkan, apabila pengolahan sampah mampu menghasilkan energi listrik maupun nilai ekonomi tambahan, hal tersebut menjadi manfaat lanjutan dari sistem pengelolaan yang baik.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Depok telah memulai pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik. Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok juga terus menggencarkan edukasi pemilahan sampah hingga tingkat kelurahan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung yang saat ini menerima sekitar 1.200 ton sampah per hari. Pemerintah berharap sistem waste to electricity dapat menjadi solusi jangka panjang terhadap persoalan sampah perkotaan.
Selain fokus pada pengolahan sampah, Jumhur juga menegaskan pentingnya menjaga biodiversity atau keanekaragaman hayati sebagai salah satu kekayaan utama Indonesia yang harus dilestarikan.(AS/MP).
















