- Warga RW 11 VTE Antusias Ikuti Skrining Kesehatan
- Bupati Barito Utara Sampaikan Apresiasi kepada AKBP Singgih, Sambut Kapolres Baru
- Babinsa Jajaran Kodim 0506/Tgr Bersama Komduk Patroli Malam.
- Perbasi Cup Bergulir, Maryono: Olahraga Buka Peluang Wisata dan Ekonomi.
- Berita Sahih dan Kabar Bohong Makin Kabur, Masyarakat Harus Cermat
- Jaga Layanan Air Tetap Optimal, Sachrudin Cek Kondisi Cisadane.
- Handoko Tenang Tanggapi Demo Forum Pemuda Peduli ( FPP ) Desa Serang ini Alasanya.
- Warnai HUT TNI Ke 81 Bantaran Sungai Karplos Kota Blitar Jadikan Kawasan Asri.
- Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan di Kantah Kabupaten Bogor I Tetap Berjalan Normal Pascapenyidikan Kepolisian.
- Supangat : Alhamdulilah Gercep PUPR dan Bupati Rijanto Jalan Kami Lancar.
Pemerintah Siapkan 34 Aglomerasi Waste to Electricity, Depok dan Bogor Jadi Prioritas Pengolahan Sampah Modern

Keterangan Gambar : Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat
MEGAPOLITANPOS.COM, Depok,- Pemerintah terus memperkuat langkah penanganan sampah nasional melalui program aglomerasi pengolahan sampah berbasis waste to electricity atau pengolahan sampah menjadi energi listrik.
Program tersebut mencakup berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Kota Depok dan Bogor.
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menjelaskan, pemerintah telah menetapkan 34 wilayah aglomerasi waste to electricity yang mencakup sekitar 115 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
Baca Lainnya :
Menurutnya, pengelolaan sampah modern bukan semata bertujuan menghasilkan energi atau keuntungan ekonomi, melainkan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat bagi masyarakat.
“Yang utama adalah menjadikan lingkungan bersih, tidak ada sampah yang berserakan, serta tidak ada emisi gas metana,” ujar Jumhur Hidayat.
Ia menambahkan, apabila pengolahan sampah mampu menghasilkan energi listrik maupun nilai ekonomi tambahan, hal tersebut menjadi manfaat lanjutan dari sistem pengelolaan yang baik.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Depok telah memulai pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik. Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok juga terus menggencarkan edukasi pemilahan sampah hingga tingkat kelurahan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung yang saat ini menerima sekitar 1.200 ton sampah per hari. Pemerintah berharap sistem waste to electricity dapat menjadi solusi jangka panjang terhadap persoalan sampah perkotaan.
Selain fokus pada pengolahan sampah, Jumhur juga menegaskan pentingnya menjaga biodiversity atau keanekaragaman hayati sebagai salah satu kekayaan utama Indonesia yang harus dilestarikan.(AS/MP).


.jpg)

.jpg)











