- Sinergi PTPN I dan TNI Perkuat Ketahanan Pangan Nasional Lewat Hilirisasi Tebu
- FAZ Perluas Jaringan Distribusi Ikan, Teh, Tanaman, dan Pengadaan Barang ke Berbagai Sektor
- Wamen UMKM Tinjau PLUT KUMKM Kulon Progo, Perkuat Pendampingan Wirausaha
- KemenUMKM dan Aprindo Fasilitasi Pembebasan Bea Administrasi UMKM Masuk Ritel Modern
- Jalan Rusak Akibat Aktivitas Tambang, Bupati Barito Utara Beri Ultimatum kepada PT BBN
- Komitmen Dukung Pendidikan Usia Dini, Bupati Barito Utara Serahkan Bantuan SIP PINTAR
- Wabup Felix Hadiri Peringatan Hari Jadi ke-61 Pemkot dan ke-69 Kota Palangka Raya
- Bupati Barito Utara Perkuat Sinergi dengan Kejari untuk Tata Kelola Keuangan Daerah yang Akuntabel
- Alfamart dan Cussons Baby Kembali Berkolaborasi melalui Alfamart Sahabat Posyandu, Sasar 2.800 Ibu dan Anak di Juli
- Fraksi Demokrat Apresiasi Pemkab Barito Utara Pertahankan ke 11 kalinya Opini WTP
Blok Masela Dikebut, Ateng Sutisna Ingatkan Ancaman Sosial

Keterangan Gambar : Anggota DPR RI, Ir Ateng Sutisna M.B.A
MEGAPOLITANPOS.COM NASIONAL - Anggota Komisi XII Fraksi PKS DPR RI, Ir H. Ateng Sutisna, M.B.A, menyoroti percepatan proyek strategis nasional Blok Masela yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2030. Hal itu disampaikan melalui akun resminya yang dikutip pada Minggu (24/05/2026).
Dalam keterangannya, Ateng Sutisna menegaskan bahwa proyek energi bernilai lebih dari USD 20 miliar tersebut memang diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional.
Namun, ia mengingatkan agar pemerintah dan seluruh pihak terkait tidak hanya berfokus pada investasi serta produksi migas semata.
Baca Lainnya :
- PTPN I Kembangkan Bioetanol Perkuat Ketahanan Energi Nasional
- Diskominfo Majalengka Gerak Cepat, 250 Admin Medsos Dilatih Hadapi Sentimen Negatif
- KUA-PPAS 2027 Resmi Diserahkan, DPRD Majalengka Siapkan Pembahasan APBD Rp 3,2 Triliun
- Peduli Almamater, IKASMANRA Dorong Mushola SMAN 1 Rajagaluh
- Pintu Tak Terkunci, Pencuri Gondol HP di Majalengka Berakhir Dibekuk
"Ateng menilai di balik besarnya potensi ekonomi Blok Masela, terdapat ancaman sosial dan ekologis yang harus diantisipasi sejak dini," demikian kutipan dalam unggahan resminya.
Ia menekankan bahwa percepatan proyek raksasa tersebut harus tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan hidup, kondisi sosial masyarakat pesisir, hingga dampak jangka panjang terhadap ekosistem laut.
Menurutnya, pembangunan proyek strategis nasional harus berjalan seimbang antara kepentingan ekonomi, investasi, dan perlindungan masyarakat serta lingkungan. Jika tidak dikawal secara serius, percepatan proyek dikhawatirkan dapat memicu persoalan sosial baru di wilayah terdampak.
"Jangan sampai orientasi percepatan hanya mengejar target operasi, tetapi mengabaikan dampak sosial-ekologis yang nantinya dirasakan masyarakat," tegasnya.
Blok Masela sendiri menjadi salah satu proyek energi terbesar di Indonesia yang kembali dipercepat pemerintah setelah sempat tertunda lebih dari 15 tahun.
Proyek tersebut digadang-gadang menjadi tulang punggung ketahanan energi nasional di masa depan sekaligus mendorong investasi besar di sektor migas nasional. ** (Agit)

.jpg)
.jpg)







.jpg)






