- Maman Abdurrahman Pastikan Bunga PNM Mekaar 8 Persen Berlaku Permanen
- Tak Hanya Narkoba, Gun Sriwitanto Usulkan Edukasi Bahaya Judi Online Pada Sekolah dan Masyarakat
- Gun Sriwitanto Dorong Barito Utara Wujudkan Program BERSINAR
- Kapolri Nonaktifkan Kapolres Sukoharjo dan Tiga Anggota, Ini Penyebabnya
- Patih Herman Dorong Edukasi Bahaya Narkoba Masuk Sekolah, Generasi Muda Jadi Perhatian
- Patih Herman Tegaskan Dukungan DPRD terhadap Anggaran Program Pemberantasan Narkoba
- Patih Herman Soroti Masifnya Peredaran Narkoba di Barito Utara, Apresiasi Kinerja Polres
- Pasar Sudah Bagus, Sachrudin: Jaga Kebersihan dan Kenyamanannya Bersama!
- H Nurul Anwar, Relawan Antinarkoba Perlu Diperluas hingga Kecamatan dan Kelurahan
- H Nurul Anwar Dukung Percepatan Perda P4GN, Masuk Prioritas Pembahasan 2027
Blok Masela Dikebut, Ateng Sutisna Ingatkan Ancaman Sosial

Keterangan Gambar : Anggota DPR RI, Ir Ateng Sutisna M.B.A
MEGAPOLITANPOS.COM NASIONAL - Anggota Komisi XII Fraksi PKS DPR RI, Ir H. Ateng Sutisna, M.B.A, menyoroti percepatan proyek strategis nasional Blok Masela yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2030. Hal itu disampaikan melalui akun resminya yang dikutip pada Minggu (24/05/2026).
Dalam keterangannya, Ateng Sutisna menegaskan bahwa proyek energi bernilai lebih dari USD 20 miliar tersebut memang diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional.
Namun, ia mengingatkan agar pemerintah dan seluruh pihak terkait tidak hanya berfokus pada investasi serta produksi migas semata.
Baca Lainnya :
- Pasien Puskesmas Bantarujeg Viral, Bupati Majalengka Evaluasi Total
- Kapolres Majalengka Bongkar Dua Kasus Pengeroyokan, Ini Kronologinya
- Hasil Pilkades Kebonjati Dipertanyakan, Warga Soroti Sistem QR Code
- Sejarah Baru Pramuka Majalengka, 545 Anggota Resmi Jadi Pramuka Garuda
- HUT Humas Polri ke-75, Kapolres Majalengka Tegaskan Wartawan Saudara
"Ateng menilai di balik besarnya potensi ekonomi Blok Masela, terdapat ancaman sosial dan ekologis yang harus diantisipasi sejak dini," demikian kutipan dalam unggahan resminya.
Ia menekankan bahwa percepatan proyek raksasa tersebut harus tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan hidup, kondisi sosial masyarakat pesisir, hingga dampak jangka panjang terhadap ekosistem laut.
Menurutnya, pembangunan proyek strategis nasional harus berjalan seimbang antara kepentingan ekonomi, investasi, dan perlindungan masyarakat serta lingkungan. Jika tidak dikawal secara serius, percepatan proyek dikhawatirkan dapat memicu persoalan sosial baru di wilayah terdampak.
"Jangan sampai orientasi percepatan hanya mengejar target operasi, tetapi mengabaikan dampak sosial-ekologis yang nantinya dirasakan masyarakat," tegasnya.
Blok Masela sendiri menjadi salah satu proyek energi terbesar di Indonesia yang kembali dipercepat pemerintah setelah sempat tertunda lebih dari 15 tahun.
Proyek tersebut digadang-gadang menjadi tulang punggung ketahanan energi nasional di masa depan sekaligus mendorong investasi besar di sektor migas nasional. ** (Agit)




.jpg)











