- Warga Cium Bau Tak Sedap, Ustaz Latif Ditemukan Meninggal Diperkirakan Sudah 3 Hari
- Kementerian UMKM Gandeng Bank Sumut Salurkan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana
- Kemenkop Berikan Klarifikasi Terkait Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi.
- Intensifkan Patroli Malam, Babinsa bersama Komduk Sasar Lokasi Rawan.
- Kepala Kantah Kab Tangerang Ikuti Monitoring, Evaluasi dan Pembinaan Kinerja di Lingkungan Kanwil BPN Banten.
- Bedah Masalah, Sachrudin: Bahas Tuntas dan Segera Ditangani.
- HUT ke-31, Tirta Benteng Genjot Pelayanan dan Tawarkan Sambungan Baru Rp237 Ribu.
- Jiham Nur Hadiri Groundbreaking Jembatan Lahei, Dorong Infrastruktur Buka Akses Ekonomi Masyarakat
- Jembatan Lahei Dibangun, Plt Damang Apresiasi, Sebut Jembatan Jadi Kebutuhan Masyarakat
- Titiek Soeharto Dorong Pemerintah Serap Telur Peternak dan Atasi Kelangkaan Jagung
Kementan Pastikan Pupuk Subsidi Tepat Sasaran Melalui Digitalisasi Data Petani

Keterangan Gambar : Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Kementerian Pertanian terus memperkuat pengawasan penyaluran pupuk subsidi melalui penerapan sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) guna memastikan pupuk subsidi diterima petani yang berhak secara tepat sasaran.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan digitalisasi melalui e-RDKK menjadi langkah penting dalam reformasi tata kelola pupuk nasional karena mampu menciptakan sistem distribusi yang lebih transparan dan akuntabel.
“Digitalisasi melalui e-RDKK adalah kunci menciptakan sistem yang lebih transparan dan akuntabel sekaligus meminimalkan potensi penyimpangan distribusi,” kata Amran dalam keterangan tertulis, Senin (25/5/2026).
Baca Lainnya :
Menurutnya, pemerintah melakukan pembenahan menyeluruh mulai dari pendataan petani, distribusi pupuk, hingga pengawasan di lapangan agar subsidi pupuk benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung produksi pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Amran menilai kemudahan akses pupuk bagi petani akan berdampak langsung terhadap peningkatan produktivitas pertanian nasional.
“Kalau petani dimudahkan mendapatkan pupuk, produksinya meningkat. Kalau produksi meningkat, kesejahteraan petani ikut naik. Itu yang terus kami perjuangkan,” ujarnya.
Melalui sistem e-RDKK, data petani seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), luas lahan, komoditas, hingga kebutuhan pupuk dicatat dan diperbarui setiap tahun melalui pendampingan penyuluh pertanian. Sistem tersebut dinilai mampu meningkatkan akurasi distribusi sekaligus meminimalkan potensi data ganda maupun penyimpangan penyaluran.
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Andi Nur Alam Syah mengatakan validitas data e-RDKK menjadi fondasi utama pemerintah dalam menetapkan penerima pupuk subsidi.
“Data e-RDKK merupakan dasar utama pemerintah dalam menetapkan penerima pupuk subsidi. Karena itu, petani yang belum memperbarui data lahan, komoditas, maupun kebutuhan pupuk diharapkan segera melakukan pemutakhiran agar haknya tetap terakomodasi,” katanya.
Di sisi lain, pemerintah memastikan stok pupuk subsidi nasional dalam kondisi aman. Dari total alokasi pupuk subsidi nasional sebesar 9,55 juta ton, sekitar 61 persen atau 5,8 juta ton pupuk subsidi masih tersedia dan siap disalurkan sesuai kebutuhan petani selama musim tanam berlangsung.
Selain memperkuat pengawasan distribusi melalui digitalisasi, pemerintah juga menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi hingga 20 persen untuk sejumlah jenis pupuk utama seperti Urea, NPK Phonska, NPK Formula Khusus, ZA, dan pupuk organik.
Mentan Amran memastikan kebijakan tersebut didukung efisiensi distribusi dan perbaikan tata kelola sehingga tidak membebani APBN.(AS/MP).





.jpg)










