- Kejari Kota Tangerang Musnahkan BB 210 Perkara, Pidum Dan Pidsus.
- Diduga Hubungan Arus Pendek Listrik Pemilik Toko Bangunan di Gandusari Rugi Ratusan Juta Toko Ludes Terbakar.
- Hadiri Talkshow Perlindungan Anak, Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045
- Anggaran BPJS Kota Bogor Tak Ditambah, Dedi Khawatir Banyak BPJS Warga ang Nonaktif
- Pengeroyokan Brutal di Majalengka, 4 Orang Diamankan, 3 Diburu
- Film \'People Pleaser\' Si Paling Gak Enakan, Siap Tayang 19 November
- Hadir di Tengah Warga, Babinsa Koramil Perkuat Keamanan, Kebersamaan Lewat Patroli Malam.
- Mendagri dan Mentan Teken SEB, Guna Sukseskan Swasembada Pangan
- Brigjen Aries Syahbudin Resmi Menjabat Kepala Korlantas Polri
- Harga Cabai Bikin Dapur Tertekan, Bupati Majalengka Ajak Warga Menanam
Legislator PKS Ingatkan Pemerintah: IKLK dan IKK Turun, Konsumsi Rumah Tangga Terancam Melemah

Keterangan Gambar : anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Anis Byarwati
MEGAPOLITANPOS.COM,Jakarta,- Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Anis Byarwati, menyoroti penurunan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang baru saja dirilis Bank Indonesia (BI). Menurutnya, tren ini bisa menjadi sinyal serius bagi perekonomian nasional, terutama terkait konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
BI mencatat, IKLK pada Agustus 2025 kembali masuk ke zona pesimis di angka 93,2, melanjutkan tren negatif selama empat bulan berturut-turut sejak Mei 2025. “Menurunnya optimisme terhadap pekerjaan berpotensi menekan konsumsi rumah tangga, karena masyarakat akan lebih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya. Jika berlanjut, hal ini dapat memperlambat pemulihan ekonomi nasional,” ujar Anis di Komplek Parlemen, Senayan, Jumat (12/9).
Selain itu, BI juga melaporkan turunnya IKK Agustus 2025 menjadi 117,2 dari sebelumnya 118,1 di Juli. Meski masih berada di level optimis (di atas 100), angka ini merupakan yang terendah sejak September 2022.
Baca Lainnya :
- Disambut Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Muzafar, Komisi I DPR RI Tegaskan Komitmen Dukung Alutsista dan Kesejahteraan Prajurit.
- Titiek Soeharto Dorong Pemerintah Serap Telur Peternak dan Atasi Kelangkaan Jagung
- Perpres Ojol Baru Atur Kemitraan, Tarif hingga Perlindungan Sosial Pengemudi
- Jamaah Haji 2027 Dapat Subsidi Rp 3 Juta, Pelunasan Jadi Rp 23,24 Juta
- Nurhadi Anggota Komisi IX DPR RI Kawal Percepatan Penurunan Stunting di Desa Slorok, Garum.
“Eksekutif perlu merespons cepat penurunan IKK ini. Angka 117,2 adalah sinyal waspada karena menunjukkan penurunan optimisme konsumen yang cukup signifikan,” tegas anggota Komisi XI DPR RI tersebut.
Usulan Solusi: Naikkan PTKP hingga Perkuat Kebijakan Fiskal
Anis menekankan bahwa melemahnya keyakinan konsumen akan berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Karena itu, ia mendorong Menteri Keuangan yang baru untuk segera merumuskan kebijakan yang dapat memperkuat konsumsi rumah tangga.
“Jika konsumsi meningkat, investasi juga akan bergerak. Salah satu opsi yang bisa dipertimbangkan adalah menaikkan Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP). Usulan ini pernah disampaikan PKS dua tahun lalu, karena berpotensi mendorong perekonomian sekaligus menjaga daya beli masyarakat,” paparnya.
Selain menaikkan PTKP, Anis juga menyebut kebijakan fiskal ekspansif perlu ditempuh, baik melalui subsidi, pemotongan pajak, maupun cash transfer.
“Intinya, pemerintah harus sigap menjaga optimisme masyarakat, sebab konsumsi rumah tangga menyumbang lebih dari separuh perekonomian kita. Jika melemah, dampaknya bisa meluas ke sektor lain,” pungkasnya.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).







.jpg)
.jpg)






