- Wukuf di Arafah Jadi Simbol Harapan Perdamaian Dunia Saat Haji 2026 Berlangsung
- RSUD Majalengka Borong Penghargaan Nasional, Direktur Terbaik
- Majalengka Jadi Pusat Zakat Nasional, BDF V Guncang Daerah
- BAZNAS Majalengka Luncurkan Kampung Zakat, Salurkan Rp 25 Juta
- Kakek Mujiran Resmi Bebas, PTPN I Tegaskan Komitmen BUMN Humanis
- Keluhan Pasien Meningkat, DPRD dan Pemkab Barito Utara Evaluasi Layanan RSUD dan BPJS
- Polemik Jabatan Ketua KONI Kota Blitar, Ini Kata Hendi Priono
- Pemerintah Siapkan 34 Aglomerasi Waste to Electricity, Depok dan Bogor Jadi Prioritas Pengolahan Sampah Modern
- Loyalitas Nasabah Diganjar Hadiah Mewah, BNI Kembali Hadirkan Rejeki wondr 2026
- Kementan Pastikan Pupuk Subsidi Tepat Sasaran Melalui Digitalisasi Data Petani
Legislator PKS Ingatkan Pemerintah: IKLK dan IKK Turun, Konsumsi Rumah Tangga Terancam Melemah

Keterangan Gambar : anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Anis Byarwati
MEGAPOLITANPOS.COM,Jakarta,- Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Anis Byarwati, menyoroti penurunan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang baru saja dirilis Bank Indonesia (BI). Menurutnya, tren ini bisa menjadi sinyal serius bagi perekonomian nasional, terutama terkait konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
BI mencatat, IKLK pada Agustus 2025 kembali masuk ke zona pesimis di angka 93,2, melanjutkan tren negatif selama empat bulan berturut-turut sejak Mei 2025. “Menurunnya optimisme terhadap pekerjaan berpotensi menekan konsumsi rumah tangga, karena masyarakat akan lebih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya. Jika berlanjut, hal ini dapat memperlambat pemulihan ekonomi nasional,” ujar Anis di Komplek Parlemen, Senayan, Jumat (12/9).
Selain itu, BI juga melaporkan turunnya IKK Agustus 2025 menjadi 117,2 dari sebelumnya 118,1 di Juli. Meski masih berada di level optimis (di atas 100), angka ini merupakan yang terendah sejak September 2022.
Baca Lainnya :
- Blok Masela Dikebut, Ateng Sutisna Ingatkan Ancaman Sosial
- Gen Z Majalengka Bersuara di Senayan, Sekolah Rusak Jadi Sorotan
- Makna Kartini Masa Kini, DPR Soroti Pendidikan Perempuan dan Ketahanan Keluarga
- Sorotan Nasional! Ateng Sutisna : DHE SDA Harus Jadi Solusi, Bukan Beban Baru Tata Kelola PSE
- WFH Hemat BBM Disorot DPR : Ada Dugaan Manipulasi Kendaraan Dinas
“Eksekutif perlu merespons cepat penurunan IKK ini. Angka 117,2 adalah sinyal waspada karena menunjukkan penurunan optimisme konsumen yang cukup signifikan,” tegas anggota Komisi XI DPR RI tersebut.
Usulan Solusi: Naikkan PTKP hingga Perkuat Kebijakan Fiskal
Anis menekankan bahwa melemahnya keyakinan konsumen akan berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Karena itu, ia mendorong Menteri Keuangan yang baru untuk segera merumuskan kebijakan yang dapat memperkuat konsumsi rumah tangga.
“Jika konsumsi meningkat, investasi juga akan bergerak. Salah satu opsi yang bisa dipertimbangkan adalah menaikkan Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP). Usulan ini pernah disampaikan PKS dua tahun lalu, karena berpotensi mendorong perekonomian sekaligus menjaga daya beli masyarakat,” paparnya.
Selain menaikkan PTKP, Anis juga menyebut kebijakan fiskal ekspansif perlu ditempuh, baik melalui subsidi, pemotongan pajak, maupun cash transfer.
“Intinya, pemerintah harus sigap menjaga optimisme masyarakat, sebab konsumsi rumah tangga menyumbang lebih dari separuh perekonomian kita. Jika melemah, dampaknya bisa meluas ke sektor lain,” pungkasnya.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).



.jpg)













