- Ketua MUI Periuk Yang Baru KH.Muhammad Yasin ,S.Pd Silaturahmi Ke Empat Tokoh Masyarakat
- Pakar Hukum Trisakti: Ancaman terhadap Polisi Saat Bertugas Tak Bisa Ditoleransi
- Pemerintah Perkuat Keamanan Penerbangan Perintis Usai Pembakaran Pesawat AMA di Yahukimo
- DPR Apresiasi BNN dan Polda Jatim Usai Gagalkan Peredaran 3,37 Ton Ganja di Gresik
- Ratusan Mahasiswa LSPR Tampilkan Ekosistem Project-Base Learning melalui COMMFEST 2026 di SMESCO
- PB. Formula: Hukum Cenderung Tajam Ke Bawah Tapi Tumpul Ke Atas
- Maruarar Siraid : Oktober BRI Segera Luncurkan Pinjaman KUR Tanpa Bunga untuk UMKM
- Kunjungan Menteri PKP Berkah untuk Warga Blitar, Tambah Kuota 444 Unit RTLH
- Gerindra Majalengka Gaspol Kaderisasi, 100 Calon Kader Dilepas
- Diskon Besar di Jakarta Fair 2026, Smart Lock hingga Perabot Rumah Dijual Mulai Rp10 Ribuan
Gen Z Majalengka Bersuara di Senayan, Sekolah Rusak Jadi Sorotan

Keterangan Gambar : Anggota DPR RI, Ir H Ateng Sutisna
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Persoalan sekolah rusak di Kabupaten Majalengka akhirnya menggema hingga Senayan. Dalam kegiatan Gen Z Goes To Senayan, aspirasi anak muda Majalengka terkait kondisi pendidikan disampaikan langsung kepada anggota DPR RI.
Dikutip dari akun Instagram resmi Anggota DPR RI Fraksi PKS, Ateng Sutisna, Rabu (20/05/2026), para pemuda Majalengka menyuarakan keprihatinan terhadap masih adanya bangunan sekolah yang rusak dan dinilai kurang layak untuk kegiatan belajar mengajar.
"Dalam kegiatan Gen Z Goes To Senayan saya menerima berbagai aspirasi dari anak-anak muda Majalengka terkait kondisi pendidikan di daerahnya," tulis Ateng Sutisna dalam unggahannya.
Baca Lainnya :
- Gerindra Majalengka Gaspol Kaderisasi, 100 Calon Kader Dilepas
- Aspirasi Warga Tak Lagi Mandek, DPRD Majalengka Kebut Proyek Miliaran
- Aspirasi Warga Terealisasi 2026, Jembatan Cijurey Siliwangi Dibangun Rp 19 Miliar
- 150 Massa di Majalengka Long March, Polisi Siaga Kawal Aksi Damai MBG
- Camat Palasah Bawa Kue ke Polsek, Momen Hangat Bhayangkara ke-80
Ia mengungkapkan, para peserta menyoroti masih banyaknya sekolah dengan kondisi bangunan memprihatinkan yang dinilai mengganggu kenyamanan dan keamanan siswa saat belajar.
"Mereka menyampaikan keprihatinan terhadap masih adanya sekolah dengan kondisi bangunan yang rusak dan kurang layak untuk kegiatan belajar mengajar," lanjutnya.
Menurut Ateng, persoalan pendidikan tidak hanya berbicara soal program pemerintah, tetapi juga menyangkut ruang belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi anak-anak.
Ia menegaskan kerusakan sekolah harus menjadi perhatian bersama dan memerlukan pengawasan berkelanjutan agar persoalan bisa terdeteksi lebih cepat sebelum semakin parah.
"Saya menilai persoalan ini harus menjadi perhatian bersama dan perlu pengawasan yang berkelanjutan agar kerusakan sekolah bisa terdeteksi lebih cepat," tegasnya.
Ateng juga memastikan aspirasi para pemuda Majalengka tersebut akan terus dikawal dan dikomunikasikan agar pembangunan pendidikan di daerah lebih merata dan berpihak kepada kebutuhan masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi sorotan karena memperlihatkan keberanian generasi muda Majalengka membawa langsung persoalan daerah ke tingkat nasional, terutama terkait kondisi pendidikan yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius pemerintah. ** (Agit)

















