- TMMD 130 Jadi Kado Istimewa HUT Kab Tangerang Ke-394.
- Banten Investment Forum 2026 Dorong Investasi Asing dan Domestik, Pacu Ekonomi Daerah.
- BRI Life Perkuat Integrasi Layanan Kesehatan Lewat Kerja Sama KAPJ
- Kejari Kota Tangerang Musnahkan BB 210 Perkara, Pidum Dan Pidsus.
- Diduga Hubungan Arus Pendek Listrik Pemilik Toko Bangunan di Gandusari Rugi Ratusan Juta Toko Ludes Terbakar.
- Hadiri Talk show Perlindungan Anak, Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045
- Anggaran BPJS Kota Bogor Tak Ditambah, Dedi Khawatir Banyak BPJS Warga ang Nonaktif
- Pengeroyokan Brutal di Majalengka, 4 Orang Diamankan, 3 Diburu
- Film \'People Pleaser\' Si Paling Gak Enakan, Siap Tayang 19 November
- Hadir di Tengah Warga, Babinsa Koramil Perkuat Keamanan, Kebersamaan Lewat Patroli Malam.
Gen Z Majalengka Bersuara di Senayan, Sekolah Rusak Jadi Sorotan

Keterangan Gambar : Anggota DPR RI, Ir H Ateng Sutisna
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Persoalan sekolah rusak di Kabupaten Majalengka akhirnya menggema hingga Senayan. Dalam kegiatan Gen Z Goes To Senayan, aspirasi anak muda Majalengka terkait kondisi pendidikan disampaikan langsung kepada anggota DPR RI.
Dikutip dari akun Instagram resmi Anggota DPR RI Fraksi PKS, Ateng Sutisna, Rabu (20/05/2026), para pemuda Majalengka menyuarakan keprihatinan terhadap masih adanya bangunan sekolah yang rusak dan dinilai kurang layak untuk kegiatan belajar mengajar.
"Dalam kegiatan Gen Z Goes To Senayan saya menerima berbagai aspirasi dari anak-anak muda Majalengka terkait kondisi pendidikan di daerahnya," tulis Ateng Sutisna dalam unggahannya.
Baca Lainnya :
- Pengeroyokan Brutal di Majalengka, 4 Orang Diamankan, 3 Diburu
- Harga Cabai Bikin Dapur Tertekan, Bupati Majalengka Ajak Warga Menanam
- Baznas Majalengka Siapkan 10 Masjid Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat
- Yonif TP 338 Majalengka Bergerak, dari Pangan hingga Kesehatan
- Bupati Eman Hadir, Makom Albab Majalengka Siap Tancap Gas 2026-2031
Ia mengungkapkan, para peserta menyoroti masih banyaknya sekolah dengan kondisi bangunan memprihatinkan yang dinilai mengganggu kenyamanan dan keamanan siswa saat belajar.
"Mereka menyampaikan keprihatinan terhadap masih adanya sekolah dengan kondisi bangunan yang rusak dan kurang layak untuk kegiatan belajar mengajar," lanjutnya.
Menurut Ateng, persoalan pendidikan tidak hanya berbicara soal program pemerintah, tetapi juga menyangkut ruang belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi anak-anak.
Ia menegaskan kerusakan sekolah harus menjadi perhatian bersama dan memerlukan pengawasan berkelanjutan agar persoalan bisa terdeteksi lebih cepat sebelum semakin parah.
"Saya menilai persoalan ini harus menjadi perhatian bersama dan perlu pengawasan yang berkelanjutan agar kerusakan sekolah bisa terdeteksi lebih cepat," tegasnya.
Ateng juga memastikan aspirasi para pemuda Majalengka tersebut akan terus dikawal dan dikomunikasikan agar pembangunan pendidikan di daerah lebih merata dan berpihak kepada kebutuhan masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi sorotan karena memperlihatkan keberanian generasi muda Majalengka membawa langsung persoalan daerah ke tingkat nasional, terutama terkait kondisi pendidikan yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius pemerintah. ** (Agit)









.jpg)
.jpg)





