- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
- Ciputra Life Bukukan Laba Rp99,3 Miliar, Premi Semester I 2026 Tumbuh 53 Persen
- Silaturahmi ke PDM Depok, Kapolres Christian Rony Putra Ajak Muhammadiyah Perkuat Kamtibmas
- Bursa Wirausaha Unggulan Hadir di Sumut, Kementerian UMKM Buka Akses Pasar dan Pembiayaan
- Dari Jakarta ke Flores, Kemenhub Salurkan Bantuan Korban Gempa Lewat Laut dan Udara
- Bukan Sekadar Gangguan Sinyal, KRL Bogor-Jakarta Terganggu akibat Insiden di Tebet
Gen Z Majalengka Bersuara di Senayan, Sekolah Rusak Jadi Sorotan

Keterangan Gambar : Anggota DPR RI, Ir H Ateng Sutisna
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Persoalan sekolah rusak di Kabupaten Majalengka akhirnya menggema hingga Senayan. Dalam kegiatan Gen Z Goes To Senayan, aspirasi anak muda Majalengka terkait kondisi pendidikan disampaikan langsung kepada anggota DPR RI.
Dikutip dari akun Instagram resmi Anggota DPR RI Fraksi PKS, Ateng Sutisna, Rabu (20/05/2026), para pemuda Majalengka menyuarakan keprihatinan terhadap masih adanya bangunan sekolah yang rusak dan dinilai kurang layak untuk kegiatan belajar mengajar.
"Dalam kegiatan Gen Z Goes To Senayan saya menerima berbagai aspirasi dari anak-anak muda Majalengka terkait kondisi pendidikan di daerahnya," tulis Ateng Sutisna dalam unggahannya.
Baca Lainnya :
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
- 6.426 Botol Miras Digilas, Bupati Majalengka Gaspol Berantas Peredaran Ilegal
Ia mengungkapkan, para peserta menyoroti masih banyaknya sekolah dengan kondisi bangunan memprihatinkan yang dinilai mengganggu kenyamanan dan keamanan siswa saat belajar.
"Mereka menyampaikan keprihatinan terhadap masih adanya sekolah dengan kondisi bangunan yang rusak dan kurang layak untuk kegiatan belajar mengajar," lanjutnya.
Menurut Ateng, persoalan pendidikan tidak hanya berbicara soal program pemerintah, tetapi juga menyangkut ruang belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi anak-anak.
Ia menegaskan kerusakan sekolah harus menjadi perhatian bersama dan memerlukan pengawasan berkelanjutan agar persoalan bisa terdeteksi lebih cepat sebelum semakin parah.
"Saya menilai persoalan ini harus menjadi perhatian bersama dan perlu pengawasan yang berkelanjutan agar kerusakan sekolah bisa terdeteksi lebih cepat," tegasnya.
Ateng juga memastikan aspirasi para pemuda Majalengka tersebut akan terus dikawal dan dikomunikasikan agar pembangunan pendidikan di daerah lebih merata dan berpihak kepada kebutuhan masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi sorotan karena memperlihatkan keberanian generasi muda Majalengka membawa langsung persoalan daerah ke tingkat nasional, terutama terkait kondisi pendidikan yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius pemerintah. ** (Agit)





.jpg)











