- Ramah Tamah Bersama Kasrem 102 Panju Panjung, Bupati Harapkan Kolaborasi Pemda dan TNI Semakin Solid
- Papipar Jadi Momentum Promosi Daerah, Anggota DPRD, H Tajeri Beri Pesan Ini
- Patih Herman, Papipar Bukan Sekedar Ajang,Tapi Kunci Promosi Pariwisata Barito Utara
- Pastikan Data Sertipikat Tanah Sesuai, Ini Cara Mudah Pengecekannya
- Buka Forum Bakohumas 2026, Sekjen ATR/BPN Tekankan Penyamaan Persepsi dalam Implementasi Sertipikat Elektronik
- Dari Majalengka ke Dunia : BAZNAS Buka Jalan Kolaborasi Internasional, Nasib Pendidikan Anak Dipertaruhkan
- Aliansi Nasabah Asuransi Indonesia menggelar aksi demonstrasi di belakang gedung Mahkamah Konstitusi
- Gebyar Masagi 2026 di Majalengka : Literasi, Kepedulian Sosial, dan Semangat Generasi Muda Menggema
- Sorotan Nasional! Ateng Sutisna : DHE SDA Harus Jadi Solusi, Bukan Beban Baru Tata Kelola PSE
- Pelayanan Kantor Desa Kandawati Menuai Sorotan Terkait Dugaan Pungli
WFH Hemat BBM Disorot DPR : Ada Dugaan Manipulasi Kendaraan Dinas

Keterangan Gambar : Anggota DPR RI Komisi XII dari Fraksi PKS, Ir. H. Ateng Sutisna, MBA,
MEGAPOLITANPOS.COM JAKARTA - Kebijakan Work From Home (WFH) yang digadang-gadang mampu menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) kini menghadapi sorotan serius. Di balik narasi efisiensi energi, muncul isu yang lebih mengkhawatirkan potensi penyalahgunaan hingga manipulasi aset negara.
Anggota DPR RI Komisi XII dari Fraksi PKS, Ir. H. Ateng Sutisna, MBA, mengingatkan bahwa penghematan BBM tidak boleh mengabaikan aspek pengawasan. Ia menilai, tanpa kontrol ketat, kebijakan WFH justru bisa membuka celah baru kebocoran anggaran. Pernyataan tersebut disampaikan dikutip dari akun resminya, Rabu (15/04/2026).
"Penghematan BBM melalui WFH harus diiringi pengawasan aset negara," tegasnya.
Baca Lainnya :
- Dari Majalengka ke Dunia : BAZNAS Buka Jalan Kolaborasi Internasional, Nasib Pendidikan Anak Dipertaruhkan
- Gebyar Masagi 2026 di Majalengka : Literasi, Kepedulian Sosial, dan Semangat Generasi Muda Menggema
- Sorotan Nasional! Ateng Sutisna : DHE SDA Harus Jadi Solusi, Bukan Beban Baru Tata Kelola PSE
- WFH Hemat BBM Disorot DPR : Ada Dugaan Manipulasi Kendaraan Dinas
- Bupati Majalengka: Kemenag Punya Peran Strategis Jaga Harmoni Umat
Sorotan semakin tajam setelah muncul temuan praktik manipulasi kendaraan dinas. Ateng mengungkap adanya dugaan perubahan pelat kendaraan dari pelat merah menjadi pelat hitam, yang mengindikasikan lemahnya pengawasan dan potensi penyalahgunaan untuk kepentingan pribadi.
"Ditemukan praktik manipulasi pelat kendaraan dinas, dari pelat merah menjadi pelat hitam. Ini menjadi sinyal adanya krisis integritas dalam pengelolaan aset negara," ungkapnya.
Ia juga menyoroti penggunaan kendaraan dinas di luar kepentingan kedinasan, terutama saat akhir pekan panjang. Praktik ini dinilai bertentangan dengan semangat efisiensi energi yang sedang didorong pemerintah.
"Penggunaan kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi, terutama saat akhir pekan panjang, berpotensi merusak tujuan efisiensi energi nasional," tambahnya.
Menurut Ateng, pola kerja WFH membuat pengawasan terhadap aset negara menjadi lebih kompleks. Tanpa sistem monitoring yang transparan dan berbasis teknologi, potensi penyalahgunaan akan semakin sulit dideteksi.
Isu ini berkembang di tengah tekanan pemerintah untuk menekan subsidi energi yang terus membengkak. Publik pun mulai mempertanyakan efektivitas kebijakan WFH apakah benar menghasilkan penghematan, atau justru memunculkan celah baru yang tak terlihat?
Sejumlah kalangan mendesak adanya audit menyeluruh serta penguatan sistem pengawasan aset negara selama kebijakan WFH diberlakukan. Transparansi dinilai menjadi kunci agar efisiensi tidak hanya menjadi slogan.
"Efisiensi harus tetap akuntabel. Jangan sampai penghematan di satu sisi, justru menimbulkan kebocoran di sisi lain," pungkasnya.
Di tengah upaya negara menahan laju konsumsi energi, peringatan ini menjadi alarm serius. WFH bisa jadi solusi, namun tanpa pengawasan ketat, ia juga berpotensi menjadi pintu masuk penyimpangan baru.
















