- Dewan Hasrat Minta Program Antinarkoba Berbasis Pemetaan, Anggaran Harus Terukur hingga Hasilnya
- Hasrat PAN Usulkan Lomba Cerita Pendek Bahaya Narkoba, Edukasi Generasi Muda Lewat Media Sosial
- Hasrat Minta SOP Perlindungan Relawan Antinarkoba, Masyarakat Pelapor Jangan Dibiarkan Takut
- Hasrat PAN Dukung Perda P4GN dan Anggaran Antinarkoba, Selamatkan Generasi Muda Barito Utara
- Peredaran Narkoba Jadi Keprihatinan, Ardianto Soroti Dugaan Jaringan Narkoba hingga Wilayah Desa
- Ardianto Minta Bupati Perkuat Peran Kades dalam Pencegahan Narkoba
- Perkuat Sinergi Pertahanan Serumpun, Pangkogabwilhan II Sambut Kunjungan PP Tentara Malaysia di Mako Kogabwilhan II
- Perkokoh Soliditas TNI, Pangkogabwilhan II Sambut Kunjungan Kerja Danrem 091/ASN.
- Pangkogabwilhan II Terima Kunjungan Kootban Wilayah VII, Perkuat Sinergitas dan Koordinasi Pertahanan.
- Dukung Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil 0808/15 Gandusari Dampingi Petani Panen Cabai Di Desa Semen.
WFH Hemat BBM Disorot DPR : Ada Dugaan Manipulasi Kendaraan Dinas

Keterangan Gambar : Anggota DPR RI Komisi XII dari Fraksi PKS, Ir. H. Ateng Sutisna, MBA,
MEGAPOLITANPOS.COM JAKARTA - Kebijakan Work From Home (WFH) yang digadang-gadang mampu menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) kini menghadapi sorotan serius. Di balik narasi efisiensi energi, muncul isu yang lebih mengkhawatirkan potensi penyalahgunaan hingga manipulasi aset negara.
Anggota DPR RI Komisi XII dari Fraksi PKS, Ir. H. Ateng Sutisna, MBA, mengingatkan bahwa penghematan BBM tidak boleh mengabaikan aspek pengawasan. Ia menilai, tanpa kontrol ketat, kebijakan WFH justru bisa membuka celah baru kebocoran anggaran. Pernyataan tersebut disampaikan dikutip dari akun resminya, Rabu (15/04/2026).
"Penghematan BBM melalui WFH harus diiringi pengawasan aset negara," tegasnya.
Baca Lainnya :
- Nurhadi Anggota DPR RI : Perlancar Layanyan Kesehatan Serahkan Mobil Ambulan Untuk Pemdes Bacem.
- Pasien Puskesmas Bantarujeg Viral, Bupati Majalengka Evaluasi Total
- Kapolres Majalengka Bongkar Dua Kasus Pengeroyokan, Ini Kronologinya
- Hasil Pilkades Kebonjati Dipertanyakan, Warga Soroti Sistem QR Code
- Sejarah Baru Pramuka Majalengka, 545 Anggota Resmi Jadi Pramuka Garuda
Sorotan semakin tajam setelah muncul temuan praktik manipulasi kendaraan dinas. Ateng mengungkap adanya dugaan perubahan pelat kendaraan dari pelat merah menjadi pelat hitam, yang mengindikasikan lemahnya pengawasan dan potensi penyalahgunaan untuk kepentingan pribadi.
"Ditemukan praktik manipulasi pelat kendaraan dinas, dari pelat merah menjadi pelat hitam. Ini menjadi sinyal adanya krisis integritas dalam pengelolaan aset negara," ungkapnya.
Ia juga menyoroti penggunaan kendaraan dinas di luar kepentingan kedinasan, terutama saat akhir pekan panjang. Praktik ini dinilai bertentangan dengan semangat efisiensi energi yang sedang didorong pemerintah.
"Penggunaan kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi, terutama saat akhir pekan panjang, berpotensi merusak tujuan efisiensi energi nasional," tambahnya.
Menurut Ateng, pola kerja WFH membuat pengawasan terhadap aset negara menjadi lebih kompleks. Tanpa sistem monitoring yang transparan dan berbasis teknologi, potensi penyalahgunaan akan semakin sulit dideteksi.
Isu ini berkembang di tengah tekanan pemerintah untuk menekan subsidi energi yang terus membengkak. Publik pun mulai mempertanyakan efektivitas kebijakan WFH apakah benar menghasilkan penghematan, atau justru memunculkan celah baru yang tak terlihat?
Sejumlah kalangan mendesak adanya audit menyeluruh serta penguatan sistem pengawasan aset negara selama kebijakan WFH diberlakukan. Transparansi dinilai menjadi kunci agar efisiensi tidak hanya menjadi slogan.
"Efisiensi harus tetap akuntabel. Jangan sampai penghematan di satu sisi, justru menimbulkan kebocoran di sisi lain," pungkasnya.
Di tengah upaya negara menahan laju konsumsi energi, peringatan ini menjadi alarm serius. WFH bisa jadi solusi, namun tanpa pengawasan ketat, ia juga berpotensi menjadi pintu masuk penyimpangan baru.




.jpg)





.jpg)





