- Regenerasi PBSI Membuahkan Hasil, Dua Pasangan Muda Indonesia Curi Perhatian Dunia
- Kurangi Kiriman ke Bantar Gebang, Kelurahan Cawang Terapkan Pengolahan Sampah dari Sumber
- Pengurus Baru KONI Ajukan Pinjaman Gedung Sekretariat ke Pemkot Blitar
- Menteri PU Dody: 222 Dapur MBG - SPPG di Daerah 3T Sudah Dibangun
- Pemikiran Bung Karno Suri Tauladan Bangsa dan Generasi Muda
- Pramono Anung Pastikan Anggaran Kesehatan Tak Dipangkas, Resmikan Gedung Baru Puskesmas Matraman
- Perkuat Akses dan Ketahanan Wilayah, Danramil 01/Tln Lakukan Pembangunan Jembatan Garuda
- Koramil 07/Pda Bersama DLH Lakukan Aksi Bersih Lingkungan Di Perigi Baru
- Patroli Malam Kodim 0506/Tgr Jaga Keamanan dan Ketertiban Wilayah
- Hadiri Milad ke-26 YASPIDA, Menteri Nusron: Santri Harus Siap Menjadi Ulama, Teknokrat, dan Pemimpin Bangsa
Makna Kartini Masa Kini, DPR Soroti Pendidikan Perempuan dan Ketahanan Keluarga

Keterangan Gambar : Anggota DPR RI, Anis Byarwati
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Peringatan Hari Kartini 2026 kembali menjadi momentum penting untuk merefleksikan peran perempuan dalam pembangunan bangsa. Anggota DPR RI Fraksi PKS, Anis Byarwati menegaskan bahwa semangat Raden Ajeng Kartini tidak hanya tentang emansipasi perempuan, tetapi juga tentang pendidikan, akhlak, dan kualitas kehidupan masyarakat.
Menurut Anis, Kartini adalah sosok visioner yang lahir di tengah keterbatasan zaman. Meski akses pendidikan perempuan sangat terbatas kala itu, Kartini tetap mampu menghadirkan gagasan besar bahwa setiap manusia memiliki hak untuk berkembang melalui ilmu pengetahuan dan kemuliaan budi.
Baca Lainnya :
- Komisi III DPRD Bunyikan Alarm! Iing : Gunung Sampah Bisa Jadi Petaka Besar Majalengka
- Viral di Medsos, DPRD Majalengka Temukan Retak dan Aspal Terkelupas
- Blok Masela Dikebut, Ateng Sutisna Ingatkan Ancaman Sosial
- Gen Z Majalengka Bersuara di Senayan, Sekolah Rusak Jadi Sorotan
- Rapat Paripurna Bupati Majalengka Eman Suherman Soroti Kualitas Proyek, DPRD Bereaksi
“Kartini mengajarkan bahwa kemajuan bangsa bertumpu pada pemuliaan manusia melalui pendidikan dan nilai-nilai luhur,” ujar Anis dalam keterangannya, Senin (21/4/2026).
Ia menambahkan, saat ini Indonesia patut bersyukur karena akses pendidikan semakin meningkat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, angka partisipasi sekolah usia 7–12 tahun telah mencapai lebih dari 99 persen, sementara usia 13–15 tahun berada di kisaran 95 persen.
Selain itu, partisipasi perempuan dalam pendidikan tinggi juga terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Hal tersebut dinilai sebagai bentuk nyata perjuangan Kartini yang menempatkan pendidikan sebagai jalan menuju kemajuan bangsa.
Namun demikian, Anis mengingatkan bahwa kemajuan tidak cukup hanya diukur dari angka partisipasi sekolah. Tantangan kualitas pendidikan, pemerataan antarwilayah, hingga ketahanan keluarga masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
“Perempuan memiliki peran strategis, baik sebagai pendidik pertama di keluarga, penjaga kualitas generasi, maupun penggerak sosial di tengah masyarakat,” jelasnya.
Ia menegaskan, semangat Kartini harus terus dijaga melalui penguatan pendidikan, keluarga yang kokoh, serta nilai moral di tengah arus modernisasi.
“Selama pendidikan terus dimuliakan, keluarga terus dikuatkan, dan nilai tetap dijaga, maka semangat Kartini akan tetap hidup sebagai cahaya bagi perjalanan peradaban Indonesia,” pungkasnya.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).
















