- Kwarcab Pramuka Majalengka Libatkan 808 Peserta dalam JOTA-JOTI 2026
- Mengenal Bhumi ATR/BPN, Cara Menelusuri Informasi Pertanahan Lewat Peta Digital.
- Patroli Bersama Pwrsonil Kodim dan Komduk Jaga Stabilitas Kamtibmas.
- Gelaran Soekarno Run 2026 Wariskan Semangat Juang Putra Sang Fajar.
- Soroti Nasib Warga Lahei, Waket II DPRD Barito Utara Siap Cek Langsung Jalan Hauling
- Koramil 03/Legok Gelar Karya Bakti Gerakan Nasional Indonesia Asri di Desa Palasari
- Satgas TMMD ke-130 Kodim 0510/Tigaraksa Laksanakan Pembongkaran RTLH Milik Ibu Sukesti.
- Perkuat Sinergitas Wilayah, Pangkogabwilhan II Terima Kunjungan Dankodaeral XIII dan Danlanal Balikpapan
- Tak Kenal Lelah, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0510/Tigaraksa Cor Jalan hingga Malam Hari.
- MHX Jakarta 2026 Hadirkan Lebih Banyak Rumah Sakit dan Pilihan Wisata Medis Unggulan
Surya Paloh Hormati Keputusan Demokrat Jika Keluar Dari Koalis
Meski Tak Gembira Jika Demokrat Keluar Dari Koalis

Keterangan Gambar : Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (foto : aceh.tribunnews.com)
Jakarta. Manuver Ketua Umum Nasdem Surya Paloh dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar memunculkan turbulensi di internal Koalisi Perubahan. Partai Demokrat sebagai anggota koalisi pun marah besar setelah muncul duet pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar yang berarti menghempaskan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai kandidat pendamping Anies.
Tapi, Surya Paloh membantah anggapan yang menyebut bahwa ia menolak ketua umum Partai Demokrat itu menjadi bakal cawapres dari Anies. "Saya tidak pernah menyatakan tidak setuju kepada Mas AHY, sungguh saya harus katakan itu, apalagi di dalam publik, tulisan, dia adek saya. AHY sebagai seorang adek, dia muda, pemimpin muda yang saya harapkan. The rising star nanti ke depannya, harusnya," ujar Paloh di Nasdem Tower, Jakarta, Kamis (31/8/2023) malam.
Ia juga angkat bicara soal kabar Abdul Muhaimin Iskandar akan menjadi bakal cawapres dari Anies. Ia mengungkapkan, pasangan tersebut berpeluang terjadi. "Kemungkinan ke arah itu bisa aja terjadi, tapi saya pikir itu belum terformalkan sedemikian rupa sampai menit ini," ujar Surya Paloh.
Baca Lainnya :
- Maman Imanul Haq Ungkap Alasan Rocky Gerung Layak Dekat Prabowo
- Paska Insiden Keracunan Makan MBG Anggota DPR RI Nurhadi : BGN Diminta Perkuat Pengawasan Dapur MBG.
- Sukses Gelaran Festival Es Campur Merdeka Khas Blitar, Awak Media Hadir Berkontestasi
- Dua Moment Penting Rangkum Kebersamaan Kader DPC Partai Demokrat, Taget 6 Kursi Parlemen
- Semangat Cinta Daerah Anggota DPR RI Nurhadi Tamu Kehormatan HUT RI ke 81 di Kampung
Di sisi lain, Surya ingin agar KPP tetap bertahan jika akhirnya Anies berpasangan dengan Muhaimin pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Namun, ia menghormati keputusan Partai Demokrat jika ingin keluar dari koalisi pengusung Anies. Sebab, Demokrat menuding langkah memasangkan Anies dengan Muhaimin merupakan pengkhianatan politik. “Karena harapan kita semuanya bisa berjalan sebagaimana yang kita harapkan bersama,” ujar dia.
Paloh pun menolak dituding sebagai pengkhianat oleh Demokrat. Namun, ia menghormati sikap Partai Demokrat jika ingin keluar dari koalisi pengusung Anies. "Kita nggak tahu apakah ini (Partai Demokrat batal usung Anies) keputusan resmi. Apakah ini keputusan barangkali pribadi, terwakili, kita belum tahu, tapi apapun itu, keputusan itu saya hormati. Saya hormati, apalagi yang harus saya katakan. Kalian lihat kira-kira model saya ini ada bakat sebagai pengkhianat atau tidak?" ujar Paloh.
Surya Paloh sendiri tak paham dengan pernyataan Partai Demokrat yang menyebut dirinya tak berkomunikasi dengan partai berlambang bintang mercy itu. Padahal, kata dia, terdapat Tim 8 Koalisi Perubahan untuk Persatuan yang berisikan perwakilan dari Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan PKS.
Apalagi hingga saat ini, belum ada keputusan resmi soal benar atau tidaknya Partai Nasdem berkoalisi dengan PKB. Termasuk belum adanya keputusan untuk memasangkan Anies dengan Cak Imin. "Saya kurang memahami itu, sebagai kakak bagi kalian semuanya, kalian liat suasana, kalian (melihat saya) ada menghindar dari kalian atau tidak, secara psikologis aja. Apalagi pada kawan-kawan koalisi, tidak mungkin," ujar Paloh.

.jpg)







.jpg)






