- Ratusan Mahasiswa LSPR Tampilkan Ekosistem Project-Base Learning melalui COMMFEST 2026 di SMESCO
- PB. Formula: Hukum Cenderung Tajam Ke Bawah Tapi Tumpul Ke Atas
- Maruarar Siraid : Oktober BRI Segera Luncurkan Pinjaman KUR Tanpa Bunga untuk UMKM
- Kunjungan Menteri PKP Berkah untuk Warga Blitar, Tambah Kuota 444 Unit RTLH
- Gerindra Majalengka Gaspol Kaderisasi, 100 Calon Kader Dilepas
- Diskon Besar di Jakarta Fair 2026, Smart Lock hingga Perabot Rumah Dijual Mulai Rp10 Ribuan
- Aspirasi Warga Tak Lagi Mandek, DPRD Majalengka Kebut Proyek Miliaran
- Aspirasi Warga Terealisasi 2026, Jembatan Cijurey Siliwangi Dibangun Rp 19 Miliar
- Demi Keselamatan dan Daya Saing, Iperindo Usulkan Transisi B50 Dilakukan Bertahap
- Peternak Rakyat Desak Evaluasi Impor Satu Pintu SBM, Harga Pakan Melonjak Rp2.000 per Kg
Ratusan Mahasiswa LSPR Tampilkan Ekosistem Project-Base Learning melalui COMMFEST 2026 di SMESCO
COMMFEST 2026 LSPR

Keterangan Gambar : Tampak Dr. (HC) Prita Kemal Gani (Founder & CEO of LSPR) bersama Direktur bisnis dan pemasaran SMESCO Indonesia, Rizki Firdaus saat menyambangi salah satu booth COMMFEST 2026 Mahasiswa LSPR.(Ist)
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Sedikitnya ada 500 mahasiswa Semester 6 Fakultas Komunikasi LSPR Institute of Communication and Business mempresentasikan berbagai communication project yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui acara LSPR Communication Festival (COMMFEST) 2026, yang digelar tanggal 3 dan 4 Juli 2026 di Gedung SMESCO Indonesia.
COMMFEST 2026 mengusung tema Wave of Communication. Even ini diadakan dalam rangka memperingati 34 tahun LSPR Institute, COMMFEST 2026 hadir sebagai academic showcase yang menampilkan capaian pembelajaran berbasis Project-Based Learning (PBL), sekaligus menunjukkan bagaimana pendidikan komunikasi mampu menghasilkan solusi yang relevan bagi masyarakat, dunia usaha, pemerintah, dan industri. Acara ini turut didukung oleh Danareksa.
Hadir dalam pembukaan acara yakni, Dr. (HC) Prita Kemal Gani (Founder & CEO of LSPR), Rektor Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR Dr. Andre Ikhsano, M.Si., Wakil Rektor III, Dr. Mikhael Yulius Cobis, M.Si, MM, Dekan Fakultas Komunikasi LSPR, Dr. Sri Ulya Suskarwati, Executive Director LSPR, Ghina Amani Kemal Gani, Direktur bisnis dan pemasaran SMESCO Indonesia, Rizki Firdaus, para praktisi komunikasi, dari kalangan industri, mahasiswa dan siswa SMA.
Baca Lainnya :
- Ratusan Mahasiswa LSPR Tampilkan Ekosistem Project-Base Learning melalui COMMFEST 2026 di SMESCO
- PB. Formula: Hukum Cenderung Tajam Ke Bawah Tapi Tumpul Ke Atas
- Maruarar Siraid : Oktober BRI Segera Luncurkan Pinjaman KUR Tanpa Bunga untuk UMKM
- Kunjungan Menteri PKP Berkah untuk Warga Blitar, Tambah Kuota 444 Unit RTLH
- Gerindra Majalengka Gaspol Kaderisasi, 100 Calon Kader Dilepas
Untuk pertama kalinya, COMMFEST 2026 diselenggarakan secara kolaboratif lintas kampus dengan menghadirkan mahasiswa dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Program Studi Desain Komunikasi Visual, dan Program Studi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Ilmu Komunikasi di bawah naungan Fakultas Komunikasi. Kegiatan berlangsung secara simultan di SMESCO Indonesia sebagai lokasi penyelenggaraan bagi mahasiswa Kampus Jakarta dan Bekasi, serta di LSPR Bali Campus bagi mahasiswa Program Studi PJJ Ilmu Komunikasi yang mengimplementasikan Community Development melalui pendekatan blended learning.
Academic showcase ini menampilkan karya mahasiswa dari berbagai peminatan, yaitu Global Digital Public Relations (GDPR), Global Marketing Communication (GMKTC), International Relations & Global Communication (IRGC), Broadcasting, Digital Media & Film (BDMF), Film, Videography & Photography (FVP), serta Digital Graphic Design Communication (DGDC). Berbagai proyek tersebut merepresentasikan kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan strategi komunikasi, riset, produksi media, desain kreatif, pengembangan konten digital, hingga pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan lintas disiplin.
Salah satu capaian utama yang dipresentasikan dalam COMMFEST 2026 adalah hasil Community Development Project yang dilaksanakan oleh 21 kelas di berbagai wilayah Jabodetabek dan Bali.
Program-program tersebut dikembangkan melalui kolaborasi dengan komunitas, pemerintah daerah, dan berbagai mitra lainnya termasuk UMKM binaan SMESCO Indonesia untuk menghasilkan program komunikasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dalam sambutan pembukaan, Founder & CEO of LSPR Prita Kemal Gani mengungkapkan, merasa gembira atas terselenggaranya acara tersebut. Menurutnya, melalui acara ini, para mahasiswa terus ditempa agar bisa menjadi orang nomor satu di dalam dunia pekerjaannya kelak.
Lebih lanjut Prita memberi tiga nasihat kepada para mahasiswa agar bisa sukses di dalam kehidupannya. Pertama, selektif dalam memilih pertemanan. Kedua kerjakan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya.
"Kalau kita cuma menghasilkan sesuatu yang biasa-biasa saja, maka kita hanya akan menjadi orang yang biasa saja," ujarnya, saat pembukaan COMMFEST 2026, Jum'at (3/7/2026).
Ketiga, harus menjaga hubungan yang baik dengan sesama. Prita mengisahkan bahwa dia satu kelas dengan pengusaha Chairul Tanjung di SMP Van Lith. Dia terus menjaga hubungan baik tersebut hingga saat ini.
Pada suatu hari, Chairul Tanjung menawarkan agar gedung yang didirikannya di Bekasi menjadi kampus LSPR.
"Waktu itu saya berpikir bagaimana gedung semewah ini bisa saya bayar. Namun, Pak Chairul menawarkan saya untuk membayarnya selama 20 tahun. Maka kami mempunyai kampus sebagus itu di Bekasi," ujarnya.
Karena itu, kepada para mahasiswa Prita mengatakan agar mereka selalu membangun dan menciptakan jembatan.
"Jangan bakar jembatan karena suatu saat, entah kapan, kalian akan membutuhkan jemabatan tersebut," ujarnya.
Direktur bisnis dan pemasaran SMESCO Indonesia, Rizki Firdaus mengatakan, mengapresiasi dan sangat bergembira melihat teman-teman dari LSPR sangat antusias. Dia mengatakan, SMESCO Indonesia sangat membutuhkan skill dari para mahasiswa untuk membantu pengembangan UMKM yang ada di bawah asuhannya.
Rizki Firdaus berujar, kegiatan ini sebagai momentum kolaborasi yang strategis antara SMESCO dan LSPR.
"Kenapa kita merasa penting kolaborasi ini. Karena pertama, LSPR melatih (para mahasiswa) untuk berkomunikasi dengan baik. Kepentingan kami di SMESCO adalah kita perlu melatih UMKM tentang cara berkomunikasi dengan calon pembeli, dengan calon investor, atau dengan mitra bisnis. Karena, presentasi UMKM kurang baik maka terjadi potential lost (potensi kerugian). Investor mengira bahwa produksi UMKM kurang bagus, padahal bukan di produksinya, tetapi di komunikasinya yang perlu ditingkatkan lagi," katanya di sela-sela acara meninjau stand pameran.
Dia juga mengapresiasi program ini dalam menciptakan talenta-talenta berkualitas yang sangat dibutuhkan bagi UMKM.
"Program ini sudah mampu meracik mahasiswa yang mempunyai communication skill, public speaking yang sangat baik. Karena itu, siswa-siswi di sini kalian tidak salah memilih kampus," ujarnya.
Rizki Firdaus juga mengapresiasi LSPR karena telah menginjak usia ke-34 tahun.
"Usia ini bukan usia yang pendek. Pastinya berbagai macam tantangan yang telah dihadapi namun LSPR telah sukses mengatasi semuanya itu," katanya.
Firdaus berharap, semoga ke depan kolaborasi seperti ini berlanjut sehingga bisa membantu 104 ribu UMKM yang menjadi mitra SMESCO di seluruh Indonesia.
Tonggak Baru dalam Pelaksanaan COMMFEST
Dekan Fakultas Komunikasi LSPR Institute, Dr. Sri Ulya Suskarwati, S.E., M.Si., mengatakan bahwa COMMFEST 2026 merupakan ekosistem pembelajaran dan representasi filosofi pendidikan LSPR yang menempatkan mahasiswa sebagai agen perubahan melalui komunikasi.
Dia mengatakan, COMMFEST 2026 merupakan wujud nyata bagaimana Project-Based Learning di Fakultas Komunikasi menghasilkan karya yang tidak berhenti di ruang kelas, tetapi hadir sebagai solusi yang menjawab kebutuhan masyarakat.
"Melalui kolaborasi dengan UMKM, komunitas, pemerintah daerah, serta berbagai mitra industri, mahasiswa belajar mengintegrasikan pengetahuan, kreativitas, dan kepedulian sosial dalam setiap proyek yang mereka jalankan. Academic showcase ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran di Fakultas Komunikasi tidak hanya membangun kompetensi akademik, tetapi juga melahirkan lulusan yang adaptif, kolaboratif, berdaya saing global, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana COMMFEST 2026, Salsabila Andi Akil, M.I.Kom., menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini menjadi tonggak baru dalam pelaksanaan COMMFEST.
Dia mengatakan, selama ini, Community Development Project dilaksanakan oleh masing-masing kelas di lokasi mitra yang berbeda-beda. Tahun ini menjadi momentum pertama seluruh hasil pembelajaran tersebut dipertemukan dalam satu academic showcase yang merepresentasikan keseluruhan ekosistem pembelajaran Fakultas Komunikasi LSPR.
"COMMFEST 2026 menyatukan mahasiswa lintas program studi, lintas peminatan, dan lintas kampus, sehingga publik dapat melihat secara utuh bagaimana berbagai bidang komunikasi saling berkolaborasi menghasilkan solusi yang inovatif dan berdampak. Semangat kolaboratif inilah yang menjadi kekuatan utama COMMFEST tahun ini," urainya.(***)















