- Bank Jakarta Boyong Dua Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026
- Polri Tangkap 2 Tersangka Jaringan Internasional Penjualan Phishing Tools
- Dari Afrika hingga Amerika Latin, Perebutan Kursi Tertinggi PBB Resmi Dimulai
- Kementerian UMKM Lepas Ekspor 24 Ton Gula Kelapa Organik ke Ghana Senilai Rp1,1 Miliar
- Purbaya Dorong Peran Swasta, Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melaju Lebih Tinggi
- Pupuk Subsidi Aman, Majalengka Tancap Gas Hadapi Kemarau Panjang MT II 2026
- Ketua DPRD Supriadi Menerima Audiensi PSHT Desak Forkopimda Bertindak Tegas
- Digitalisasi ASN Dipercepat, Majalengka Terapkan E-Kinerja BKN untuk Perkuat Transparansi
- Ungkap Industri Vape Etomidate di Tangerang, Ribuan Cartridge Disita Resnarkoba PMJ
- BAZNAS: Kartini Bukan Seremoni, Tapi Gerakan Besar Pemberdayaan Perempuan
Tegaskan Bahaya Narkoba, PWI Jaksel dan SMPN 267 Jakarta Tanamkan Semangat Kebangsaan Sejak Dini

Keterangan Gambar : Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kelompok Kerja (Pokja) Wali Kota Jakarta Selatan menggandeng SMP Negeri 267 Jakarta dalam kegiatan penyuluhan bertema “Jauhi Narkoba,
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta — Upaya membangun generasi muda yang tangguh dan berkarakter terus digalakkan. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kelompok Kerja (Pokja) Wali Kota Jakarta Selatan menggandeng SMP Negeri 267 Jakarta dalam kegiatan penyuluhan bertema “Jauhi Narkoba, Perluas Wawasan Kebangsaan” di Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Kamis (16/10).
Kegiatan ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang menggema di aula sekolah, membangkitkan semangat nasionalisme di kalangan siswa dan tenaga pendidik.

Baca Lainnya :
- Menuju 500 Tahun Jakarta, PWI Jaya Siapkan Anugerah Jurnalistik M.H. Thamrin ke-52
- Wakabid Pendidikan PWI Jaya Indra Utama jadi Komisaris Utama Waskita Beton Precast Tbk, Kesit B Handoyo Sampaikan Ucapan Selamat
- PWI Majalengka Apresiasi Sikap Terbuka Kapolri Layani Doorstop di Tengah Sorotan Kasus Oknum
- H Tajeri Soroti Maraknya Narkoba di Kalteng, Ajak Semua Elemen Bergerak Bersama
- Penyalahgunaan Narkoba di Kalteng Meningkat, DPRD Barut Soroti Sulitnya Tangkap Bandar
Ketua PWI Pokja Jaksel, Joni Matondang, menegaskan pentingnya menjaga generasi muda dari bahaya narkoba sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan mereka.
“Para siswa ini ibarat anak-anak kita sendiri. Mereka harus dijaga kesehatannya, mentalnya, dan rasa kebangsaannya. Jika sejak dini terbebas dari narkoba dan memiliki pandangan kebangsaan yang luas, maka kelak mereka akan tumbuh menjadi pemimpin yang berjiwa negarawan,” ujarnya.
Sementara itu, Mayor Inf. Renson’s Aritonang, Pasi Intel Kodim 0504/Jakarta Selatan, mengingatkan para siswa agar bijak menggunakan teknologi.
“Gunakan kemajuan teknologi untuk hal positif, bukan untuk ikut tren negatif di media sosial. Jaga sikap, lestarikan budaya Indonesia, dan bangun jiwa kebangsaan yang kuat,” pesannya.
Dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Jakarta Selatan, penyuluh Sukamto Widodo menjelaskan dampak fatal penyalahgunaan narkoba terhadap otak dan masa depan generasi muda.
“Kalau handphone rusak bisa diperbaiki, tapi kalau otak rusak karena narkoba, sangat sulit pulih. Banyak publik figur terjerat karena ketergantungan. Jadi, jangan pernah coba-coba,” tegasnya.
Senada, Ketua PWI DKI Jakarta Kesit B. Handoyo berpesan agar para siswa aktif dalam kegiatan positif seperti olahraga dan seni.
“Mengetahui tentang narkoba itu perlu, tapi mencobanya jangan pernah. Anak hebat itu yang berani mengatakan ‘tidak’ pada narkoba,” ujarnya memberi semangat.
Kepala SMPN 267 Jakarta, Wahyudin, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan kolaboratif tersebut.
“Kami berterima kasih kepada PWI dan seluruh narasumber yang telah memberi pencerahan bagi siswa-siswi kami. Edukasi seperti ini sangat penting agar anak-anak terhindar dari bahaya narkoba dan tumbuh menjadi generasi yang berkarakter serta cinta bangsa,” ungkapnya.
Ia berharap kerja sama lintas lembaga seperti ini dapat berlanjut di masa mendatang untuk memperkuat nilai kebangsaan dan membangun generasi muda yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia.(Reporter: Achmad Sholeh Alek)

















