- Saldo Nasabah Raib Jutaan Rupiah Lewat QRIS, CBA: BCA Harus Tanggung Jawab dan OJK Lemah Pengawasan
- Bupati Barito Utara Tegaskan Penindakan Terhadap Pelangsir dan Penimbun BBM.
- Kementerian UMKM Dorong Waralaba Jadi Instrumen UMKM Naik Kelas
- Paska Insiden Keracunan Makan MBG Anggota DPR RI Nurhadi : BGN Diminta Perkuat Pengawasan Dapur MBG.
- Cegah Stunting Dan Pemenuhan Gizi : Dinas Perikanan Bagikan 150 Paket Olahan Ikan Untuk Ibu Hamil Dan Balita Serta Lansia Di Kecamatan Curug.
- Elim Tyu Samba : PBSI Kota Blitar Harus Semakin Solid Bina Prestasi Bulu Tangkis .
- Hak Sewa 20 Tahun Berakhir, Perumda Pasar Tangerang Mulai Tata Pedagang Pasar Anyar.
- Pemkab Barito Utara Sampaikan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 ke DPRD
- Bupati Barito Utara Luncurkan Dua Layanan Inovatif bagi Pendamping Pasien di RSUD Muara Teweh
- Pemkab Barito Utara Gelar Ramah Tamah, Lepas Kepala Pengadilan Agama dan Sambut Kajari Baru
Purbaya Dorong Peran Swasta, Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melaju Lebih Tinggi
.jpg)
Keterangan Gambar : Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimisme bahwa Indonesia mulai keluar dari fase pertumbuhan ekonomi yang selama ini berada di kisaran 5 persen selama hampir satu dekade terakhir. Ia menilai ekonomi nasional memiliki peluang tumbuh lebih cepat pada tahun-tahun mendatang.
Hal itu disampaikan Purbaya dalam Simposium PT SMI 2026 di Jakarta, Rabu (22/4/2026). Ia menyoroti capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2025 yang mencapai 5,39 persen sebagai sinyal positif perubahan arah ekonomi nasional.
“Pertumbuhan terakhir kita 5,39 persen. Ini menunjukkan kita sudah mulai keluar dari pola lama yang seolah-olah selalu berhenti di sekitar 5 persen. Harapannya ke depan bisa lebih tinggi lagi,” ujar Purbaya.
Baca Lainnya :
Menurutnya, anggapan bahwa ekonomi Indonesia sulit melampaui angka 5 persen tidak sepenuhnya tepat. Ia menilai stagnasi dapat terjadi jika tidak ada pembaruan kebijakan dan strategi pembangunan ekonomi.
“Kalau ada yang bilang ekonomi kita cuma bisa segitu-segitu saja, itu kurang tepat. Justru kalau tidak ada perubahan kebijakan, ya wajar kalau stagnan,” katanya.
Purbaya menegaskan, Indonesia berpeluang mencatat pertumbuhan hingga 6 persen apabila pengelolaan ekonomi dilakukan secara efektif, tepat sasaran, dan mampu memanfaatkan momentum global.
Selain itu, ia menekankan pentingnya penguatan peran sektor swasta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi dunia saat ini.
“Kuncinya ada di bagaimana kita menggerakkan sektor swasta. Kalau itu bisa berjalan lebih baik, pertumbuhan ekonomi juga akan ikut naik,” jelasnya.
Ke depan, pemerintah disebut akan fokus menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif agar dunia usaha mampu berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.
“Kebijakan akan kita dorong supaya dunia usaha lebih hidup, sehingga kontribusinya terhadap ekonomi nasional juga makin signifikan,” pungkasnya.(AS).

.jpg)














