- Kemenkes Ungkap 1.527 Kasus Influenza, H1N1pdm09 Paling Banyak Ditemukan
- Kementerian UMKM dan Barantin Permudah Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor
- Nurhadi Anggota Komisi IX DPR RI Kawal Percepatan Penurunan Stunting di Desa Slorok, Garum.
- Kemenag Kab Tangerang Terus Perkuat Pembinaan Madrasah.
- IPSI Kota Blitar Rampung Inisiasi Pasar Apung Karplos Dongkrak Ekonomi UMKM.
- IPSI Kota Blitar Rampung Inisiasi Pasar Apung Karplos Dongkrak Ekonomi UMKM.
- Muhammad Nazaruddin Pimpin Jalan Sehat PRI, Bahas Program Pemerintah dan Agenda Partai
- Sambut HUT Ke-7 Kogabwilhan I, IKKT PWA CBS II Kogabwilhan II Pererat Silaturahmi Dan Kepedulian.
- Peran Aktif Babinsa Patroli Malam, Jadi Tauladan Warga.
- Dandim 0506/Tgr Hadiri Kirab Budaya dan Ruwat Bumi, Pentingnya Menjaga Kerukunan .
Pupuk Subsidi Aman, Majalengka Tancap Gas Hadapi Kemarau Panjang MT II 2026
.jpg)
Keterangan Gambar : Toko Pupuk di Majalengka. (sumber : kominfo)
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Pemerintah Kabupaten Majalengka memastikan pasokan pupuk bersubsidi untuk musim tanam (MT) II tahun 2026 dalam kondisi aman, sekaligus mendorong percepatan tanam guna mengantisipasi ancaman kemarau panjang.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Majalengka, Gatot Sulaeman, menegaskan alokasi pupuk tahun ini terjaga dan siap memenuhi kebutuhan petani. Rinciannya, pupuk Urea mencapai 36,4 juta kilogram, NPK 28,5 juta kilogram, pupuk organik 56 ribu kilogram, serta ZA sebanyak 354 ribu kilogram.
"Stok aman. Kami juga mengimbau petani segera mempercepat tanam MT II karena prediksi musim kemarau tahun ini lebih panjang," ujar Gatot, Rabu (22/4/2026).
Baca Lainnya :
- Dua Pelajar Majalengka Bikin Gebrakan di PENTAS PAI Jabar 2026
- DPKPP Majalengka Tegur CV Adibrata Jaya Persada soal Proyek Sumberjaya
- Mang Jemy Maju Pilkades Burujul Wetan, Bawa Misi Desa Sejahtera
- Menhan Sjafrie Cek Yonif TP 338 di Majalengka, Prajurit Diminta Siap
- KNPI Majalengka Buka 2.789 Lowongan, 2.500 Pencari Kerja Bergerak
Langkah antisipasi juga diperkuat melalui koordinasi lintas sektor. DKP3 bersama BBWS menyiapkan strategi pengamanan pasokan air, sementara bantuan pompa air dari Kementerian Pertanian telah disalurkan kepada kelompok tani untuk menjaga produktivitas lahan.
Tak hanya itu, pendampingan intensif terus dilakukan melalui penyuluh pertanian di lapangan guna memastikan petani mendapatkan arahan teknis selama musim tanam berlangsung.
Di tingkat petani, kondisi serupa juga dirasakan. Ketua Kelompok Tani Tanjung Wiru, Desa Mekarmulya, Kecamatan Kertajati, Wartam, menyebut distribusi pupuk subsidi masih lancar dan mencukupi kebutuhan.
"Untuk pupuk masih aman, di desa kami ada dua toko tani yang melayani petani," ungkapnya.
Meski demikian, tantangan utama kini bergeser ke ketersediaan air. Petani mulai membutuhkan mesin pantek sebagai solusi menghadapi potensi kekeringan yang diprediksi lebih panjang tahun ini.
Sebagai informasi, Desa Mekarmulya memiliki luas sawah sekitar 175 hektare, ditambah sekitar 1.000 hektare lahan Perhutani yang turut digarap masyarakat. Kolaborasi dengan Perhutani terus diperkuat untuk menjaga produktivitas dan ketahanan pangan di tengah ancaman iklim ekstrem.
Dengan stok pupuk aman dan langkah antisipatif yang disiapkan, Majalengka kini bergerak cepat memastikan sektor pertanian tetap produktif di tengah bayang-bayang kemarau panjang. ** (Agit)









1.jpg)
.jpg)





