- Sekretariat DPRD Barito Utara Ikut Kerja Bakti Jelang Pembukaan Batara Expo 2026
- PTPN I Genjot Kinerja Regional 1, Tembakau Deli Dijaga sebagai Warisan Bernilai Global
- Ciracas Targetkan 49 Biopori Jumbo untuk Kurangi Sampah
- Hari Lingkungan Hidup 2026: Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Aksi Nyata Penanaman Pohon
- Dengar Kisah Marbot Jadi Panglima di 1 Muharram 1448 H, Ini Pesan Menyentuh Ketua DPRD Kota Bogor
- Belajar Sampaikan Aspirasi, Siswa SMPIT Nurul Fikri Datangi DPRD Kota Bogor
- Hadiri Job Fair 2026, Komisi IV DPRD Bogor Dorong Penurunan Pengangguran
- Tak Berizin, DPRD Kota Bogor Minta Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
- Warga Baru PSHT Cabang Kota Blitar, Gerbang Masuk Persaudaraan
- Ghost Buzzer Siap Warnai Liburan Sekolah, Horor Anak Penuh Pesan Persahabatan dan Keberanian
Resmikan Pasar Tematik Di Parigi Moutong, Kemenkop Dorong Pengembangan Ekonomi Lokal Lewat Koperasi

Keterangan Gambar : acara peresmian Pasar Tematik, Hari Puncak festival Teluk Tomini, Sulawesi Tengah, Kamis malam (20/11/2025).
MEGAPOLITANPOS.COM, Sulawesi Tengah - Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menyampaikan komitmen kuat Kementerian Koperasi (Kemenkop) dalam menjalankan program prioritas Presiden Prabowo Subianto melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang fokus pada penguatan ekonomi kerakyatan.
“Kemenkop tengah sibuk menghidupkan dan menguatkan fondasi ekonomi di wilayah tengah Indonesia, termasuk Parigi Moutong,” katanya dalam acara peresmian Pasar Tematik, Hari Puncak festival Teluk Tomini, Sulawesi Tengah, Kamis malam (20/11/2025).

Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Perkuat Promosi Wastra Kalimantan Timur
- Menkop Perkuat Peran Koperasi Dalam Ekosistem Energi Terbarukan
- Ketua Dewan Pembina PP MES Ma,ruf Amin Lantik Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah Periode 2026-2031
- Menkop Ajak Lulusan Universitas Trilogi Agar Jadi Motor Penggerak KDKMP
- Menteri UMKM Apresiasi KURDA Bunga 0 Persen untuk Pengusaha UMKM Sragen
Dia mengapresiasi, sinergi antara Pemerintah Pusat dan daerah, serta dukungan dari berbagai pihak seperti Korkom, kepala koperasi, dan masyarakat setempat. “Pasar tematik yang kami resmikan hari ini merupakan hasil desain Kementerian Koperasi yang bertujuan menjadi pusat ekonomi berbasis agro dan buah-buahan lokal,” ujar Farida.
Pasar tematik ini dikelola oleh Koperasi Produsen Sagu Takumandiri, dengan harapan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh masyarakat dan pelaku UMKM di Parigi Moutong.
Farida menekankan, pentingnya menjaga fungsi pasar sesuai dengan tujuan awal, yakni sebagai pusat perdagangan produk agro dan buah, bukan berubah fungsi menjadi tempat lain. “Anak muda diharapkan tidak hanya nongkrong, tetapi juga aktif berinovasi dan berkreasi dengan menjual produk buah hasil kebun mereka di pasar ini,” tuturnya.
Dia berharap, pasar ini menjadi etalase produk unggulan Parigi Moutong, khususnya durian yang merupakan komoditas unggulan dengan produksi mencapai ratusan ribu ton per tahun.
Selain sebagai pusat transaksi ekonomi, pasar tematik ini juga diharapkan menjadi tempat bertemunya para aktivis dan pelaku pertanian untuk bertukar ilmu, jaringan, dan informasi guna meningkatkan produktivitas dan nilai jual produk lokal.
Farida mengingatkan agar pengelolaan pasar dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel demi kemanfaatan bersama masyarakat.
“Pasar ini dititipkan kepada pengelola bukan untuk dimiliki, tetapi untuk dikelola demi kesejahteraan masyarakat Parigi Moutong,” jelasnya.
Lebih lanjut, Farida menjelaskan pentingnya keterhubungan produk pasar tematik dengan program MBG (Makan Berisi Gratis) yang menyediakan makanan bergizi bagi pelajar dan lansia. “Hal ini sekaligus menjadi upaya menggerakkan ekonomi lokal dengan melibatkan petani dan pelaku UMKM di desa,” ungkapnya.
Di kesempatan yang sama, Bupati Parigi Moutong Erwin Burase mengapresiasi pembangunan Pasar Tematik di Parigi Moutong yang merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menciptakan ruang ekonomi yang modern, tertata, dan kreatif.
“Pasar ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga sebagai pusat inovasi dan pemberdayaan UMKM yang berorientasi pada kualitas, keberlanjutan, serta peningkatan daya saing produk lokal,” ujarnya.
Dia mengatakan, melalui pasar tematik ini, pihaknya ingin memastikan bahwa produk lokal, terutama yang dikelola oleh UMKM dan koperasi, memiliki ruang yang layak untuk berkembang.
“Kami berharap pasar ini juga menjadi destinasi ekonomi baru yang memperkuat posisi Parigi Moutong sebagai kabupaten yang kaya potensi, baik di sektor pertanian, perikanan, kuliner, maupun kerajinan daerah,” kata Erwin.
Kabupaten Parigi Moutong dikenal sebagai wilayah terluas di Provinsi Sulawesi Tengah dengan luas mencapai 6.231 km² dan penduduk terbesar di wilayah tersebut.
Dengan potensi besar di sektor pertanian, seperti durian yang mencapai produksi 220 ribu ton per tahun, kelapa, kakao, serta perikanan seperti udang, Parigi Moutong memiliki peluang besar untuk berkembang.(Reporter: Achmad Sholeh Alek)

.jpg)



.jpg)











