- Hari Jadi Kabupaten Blitar ke-702 Pisowanan Agung Sejarah Budaya Para Raja
- Jejak Narkoba di Majalengka Terkuak, Polisi Bongkar Dugaan Produsen Tembakau Sintetis
- Mensos Gus Ipul Minta Pejabat Baru Fokus Validasi Data dan Berantas Korupsi
- Kinerja BNI Melesat, Transformasi Digital dan BRAVE Jadi Motor Pertumbuhan
- PTPN I Percepat Optimalisasi Aset, Siapkan Mesin Pertumbuhan Baru untuk Ketahanan Pangan
- Perkuat Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik, Pemkab Barito Utara Laksanakan Kaji Tiru ke DIY
- Elim Tyu Samba Dampingi Ketua MPR RI Ziarah Ke Makam Bung Karno
- Ateng Sutisna dan Viking Majalengka Gelar Festival Nobar Persib Meriah
- Dari Mangrove hingga Internet Publik, Program PLN di Pulau Sabira Raih Predikat Platinum
- BMKG Prediksi Jakarta Cerah hingga Cerah Berawan Sepanjang Senin, Suhu Capai 33 Derajat Celsius
Ratusan Pil Obat Keras Digulung! Satres Narkoba Majalengka Bongkar Peredaran Ilegal di Kampung

Keterangan Gambar : Barang Bukti
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Aksi peredaran obat keras tanpa izin kembali terbongkar. Kali ini, Polres Majalengka melalui Satres Narkoba bergerak cepat mengungkap praktik ilegal yang berpotensi membahayakan masyarakat luas.
Seorang pria berinisial R A Bin Aep tak berkutik saat diamankan petugas pada Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 10.25 WIB di Desa Rawa, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka.
Penangkapan ini menjadi pintu masuk terbongkarnya jaringan peredaran sediaan farmasi tanpa izin yang beroperasi secara tersembunyi.
Baca Lainnya :
- Jejak Narkoba di Majalengka Terkuak, Polisi Bongkar Dugaan Produsen Tembakau Sintetis
- Ateng Sutisna dan Viking Majalengka Gelar Festival Nobar Persib Meriah
- Harga garam Merosot, petani minta pemerintah tetapkan HET
- Lantik Pamong Praja Muda IPDN, Prabowo Tekankan Birokrasi Bersih dan Antikorupsi
- Bupati dan DPRD Sambut JPO Hibah Boy Thohir, Majalengka Bersolek
Dari tangan tersangka, polisi menyita uang tunai Rp 2.650.000, dua unit handphone, serta sejumlah obat keras jenis Trihexyphenidyl dan Tramadol yang diduga kuat akan diedarkan secara ilegal.
Tak berhenti di situ, pengembangan langsung dilakukan. Petugas bergerak ke rumah seorang saksi yang diduga menjadi tempat penitipan barang. Hasilnya mencengangkan ratusan butir obat keras kembali ditemukan.
Rinciannya, 707 butir Tramadol dan 416 butir Trihexyphenidyl, menambah daftar barang bukti yang kini diamankan.
Secara keseluruhan, polisi mengamankan 707 butir Tramadol dan 423 butir Trihexyphenidyl, lengkap dengan barang pendukung lainnya.
Jumlah ini mempertegas skala peredaran yang tidak bisa dianggap sepele. Tersangka diduga kuat menjalankan praktik ilegal dengan mengedarkan sediaan farmasi tanpa keahlian, tanpa kewenangan, serta tidak memenuhi standar keamanan dan mutu sebagaimana diatur dalam regulasi kesehatan.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 435 jo Pasal 138 ayat (2) atau Pasal 436 ayat (2) jo Pasal 145 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman serius.
Saat ini, tersangka berikut seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Majalengka guna proses penyidikan lebih lanjut. Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa peredaran obat ilegal masih mengintai dan membutuhkan pengawasan ketat dari semua pihak. (Agit)

















