- KUR Rp32,73 Triliun Mengalir ke Pertanian, Bukti Dukungan Pemerintah untuk UMKM
- Amran Sulaiman: Ketahanan Pangan Menguat, Cadangan Beras Indonesia Capai 5 Juta Ton
- Rayakan HUT Kota Depok, Kantor Imigrasi Buka Layanan Paspor Simpatik 25-26 April 2026
- Terkait Dugaan Pungli Oknum Kades, Perusahaan Properti akan Ambil Langkah Hukum
- Keruntuhan yang Sunyi : Alarm Keras Komisi III DPRD Majalengka dari Jebakan Utang hingga Pembangunan
- Gelar Rapat Paripurna Pembahasan LKPJ Bupati Tahun 2025 DPRD Berikan 20 Catatan penting
- Wamen ATR/Waka BPN Minta Pemprov Kalteng Aktif Selesaikan Masalah Pertanahan Lewat GTRA
- Diwarnai Kontroversi, Penjaringan PAW Kades Jambewangi Disinyalir Tidak Transparan
- Polres Metro Jakarta Pusat Bekuk Pelaku Jambret Ponsel Milik WNA Jerman
- PDIP Majalengka Konsolidasi 343 Desa, Kekuatan Fraksi DPRD Disiapkan Bertambah
KUR Rp32,73 Triliun Mengalir ke Pertanian, Bukti Dukungan Pemerintah untuk UMKM

Keterangan Gambar : acara Stadium Generale & International Conference
MEGAPOLITANPOS.COM, Denpasar, Bali — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung UMKM nasional. Sektor ini dinilai memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian dan menjadi prioritas strategis dalam penguatan ekonomi rakyat.
Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, menyampaikan bahwa pembahasan mengenai UMKM tidak bisa dilepaskan dari sektor pertanian.
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan keynote speech dalam acara Stadium Generale & International Conference bertema Human + Tech: Sustainable Agripreneurs di Universitas Hindu Indonesia, Denpasar, Bali, Jumat (24/04/2026).
Baca Lainnya :
“Ketika kita berbicara tentang UMKM, maka kita juga berbicara tentang sektor pertanian. Ini menjadi prioritas bersama karena kontribusinya yang sangat besar terhadap perekonomian nasional,” ujar Riza.Ia mengungkapkan, dari total sekitar 56 hingga 60 juta UMKM di Indonesia, hampir separuhnya bergerak di sektor pertanian dan pangan. Karena itu, penguatan UMKM harus sejalan dengan peningkatan produktivitas serta kesejahteraan petani dan pelaku usaha pangan.
Namun demikian, sektor pertanian masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari skala usaha yang kecil, kapasitas produksi terbatas, hingga sulitnya akses pasar dan harga jual yang layak.
“Sering kali petani sudah menghasilkan produk, tetapi belum memiliki kepastian pasar maupun harga yang menguntungkan. Ini menjadi perhatian serius yang harus kita selesaikan bersama,” katanya.
Untuk menjawab persoalan tersebut, Kementerian UMKM mendorong pembangunan ekosistem UMKM terintegrasi, meliputi akses pembiayaan, inovasi produk, hingga konektivitas dengan pasar dan industri yang lebih besar.
Dalam aspek pembiayaan, pemerintah terus memperluas akses Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dari total alokasi Rp295 triliun, hingga 21 April 2026 realisasi penyaluran KUR telah mencapai Rp84,8 triliun. Dari jumlah itu, sektor pertanian menyerap Rp32,73 triliun.
“Kami ingin memastikan bahwa pembiayaan benar-benar mendorong sektor produktif, khususnya pertanian. Harapannya, dalam beberapa tahun ke depan, porsi pembiayaan untuk sektor produksi akan terus meningkat,” jelasnya.
Selain pembiayaan, Kementerian UMKM juga memperkuat inovasi dan hilirisasi produk melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi serta berbagai pemangku kepentingan agar UMKM semakin adaptif, inovatif, dan mampu bersaing di pasar nasional maupun global.
Riza menegaskan, keberhasilan penguatan UMKM sektor pertanian membutuhkan sinergi lintas sektor yang kuat dan berkelanjutan.
“Agenda besar ini tidak dapat kita jalankan sendiri. Kolaborasi menjadi kunci dalam membangun ekosistem UMKM yang kuat, inklusif, dan berdaya saing,” tutupnya.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).


.jpg)













