- Pertamina: Harga BBM Pertamax 92 Naik Menjadi Rp 16.250/liter, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
- Kepala BGN Nanik Deyang Siapkan Reformasi Program MBG, Fokus Efisiensi Anggaran dan Kualitas Gizi
- Said Iqbal Masuk Istana, Siapkan Rekomendasi Kebijakan untuk Buruh dan Pekerja Migran
- Kapolres Rita Suwadi Ungkap Begal Jalanan, Residivis Kembali Beraksi
- Pemkab Bogor Bersiap Lebarkan Jalan Puncak, Bangunan di Bahu Jalan dan Saluran Air Terancam Ditertibkan
- Jakarta Fair 2026 Siap Dongkrak Ekonomi, Pemprov DKI Dukung Penuh Menuju Kota Global
- Patih Herman Dorong Sinkronisasi Aturan Tanah Adat dalam Raperda
- Pembahasan Raperda Adat, Nurul Anwar Tekankan Kepastian Hukum Tanah Adat
- Bupati Barito Utara Lantik Pengurus Kwarcab Pramuka Masa Bakti 2026–2031
- Bupati Barito Utara Tekankan Disiplin ASN Saat Pimpin Apel Pagi
KUR Rp32,73 Triliun Mengalir ke Pertanian, Bukti Dukungan Pemerintah untuk UMKM

Keterangan Gambar : acara Stadium Generale & International Conference
MEGAPOLITANPOS.COM, Denpasar, Bali — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung UMKM nasional. Sektor ini dinilai memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian dan menjadi prioritas strategis dalam penguatan ekonomi rakyat.
Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, menyampaikan bahwa pembahasan mengenai UMKM tidak bisa dilepaskan dari sektor pertanian.
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan keynote speech dalam acara Stadium Generale & International Conference bertema Human + Tech: Sustainable Agripreneurs di Universitas Hindu Indonesia, Denpasar, Bali, Jumat (24/04/2026).
Baca Lainnya :
“Ketika kita berbicara tentang UMKM, maka kita juga berbicara tentang sektor pertanian. Ini menjadi prioritas bersama karena kontribusinya yang sangat besar terhadap perekonomian nasional,” ujar Riza.Ia mengungkapkan, dari total sekitar 56 hingga 60 juta UMKM di Indonesia, hampir separuhnya bergerak di sektor pertanian dan pangan. Karena itu, penguatan UMKM harus sejalan dengan peningkatan produktivitas serta kesejahteraan petani dan pelaku usaha pangan.
Namun demikian, sektor pertanian masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari skala usaha yang kecil, kapasitas produksi terbatas, hingga sulitnya akses pasar dan harga jual yang layak.
“Sering kali petani sudah menghasilkan produk, tetapi belum memiliki kepastian pasar maupun harga yang menguntungkan. Ini menjadi perhatian serius yang harus kita selesaikan bersama,” katanya.
Untuk menjawab persoalan tersebut, Kementerian UMKM mendorong pembangunan ekosistem UMKM terintegrasi, meliputi akses pembiayaan, inovasi produk, hingga konektivitas dengan pasar dan industri yang lebih besar.
Dalam aspek pembiayaan, pemerintah terus memperluas akses Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dari total alokasi Rp295 triliun, hingga 21 April 2026 realisasi penyaluran KUR telah mencapai Rp84,8 triliun. Dari jumlah itu, sektor pertanian menyerap Rp32,73 triliun.
“Kami ingin memastikan bahwa pembiayaan benar-benar mendorong sektor produktif, khususnya pertanian. Harapannya, dalam beberapa tahun ke depan, porsi pembiayaan untuk sektor produksi akan terus meningkat,” jelasnya.
Selain pembiayaan, Kementerian UMKM juga memperkuat inovasi dan hilirisasi produk melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi serta berbagai pemangku kepentingan agar UMKM semakin adaptif, inovatif, dan mampu bersaing di pasar nasional maupun global.
Riza menegaskan, keberhasilan penguatan UMKM sektor pertanian membutuhkan sinergi lintas sektor yang kuat dan berkelanjutan.
“Agenda besar ini tidak dapat kita jalankan sendiri. Kolaborasi menjadi kunci dalam membangun ekosistem UMKM yang kuat, inklusif, dan berdaya saing,” tutupnya.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).



.jpg)













