- Hari Jadi Kabupaten Blitar ke-702 Pisowanan Agung Sejarah Budaya Para Raja
- Jejak Narkoba di Majalengka Terkuak, Polisi Bongkar Dugaan Produsen Tembakau Sintetis
- Mensos Gus Ipul Minta Pejabat Baru Fokus Validasi Data dan Berantas Korupsi
- Kinerja BNI Melesat, Transformasi Digital dan BRAVE Jadi Motor Pertumbuhan
- PTPN I Percepat Optimalisasi Aset, Siapkan Mesin Pertumbuhan Baru untuk Ketahanan Pangan
- Perkuat Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik, Pemkab Barito Utara Laksanakan Kaji Tiru ke DIY
- Elim Tyu Samba Dampingi Ketua MPR RI Ziarah Ke Makam Bung Karno
- Ateng Sutisna dan Viking Majalengka Gelar Festival Nobar Persib Meriah
- Dari Mangrove hingga Internet Publik, Program PLN di Pulau Sabira Raih Predikat Platinum
- BMKG Prediksi Jakarta Cerah hingga Cerah Berawan Sepanjang Senin, Suhu Capai 33 Derajat Celsius
Hardiknas 2026 : H Iing Misbahuddin Serukan Revolusi Pendidikan Berbasis Karakter!

Keterangan Gambar : Ketua Komisi III DPRD Majalengka H Iing Misbahuddin
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Peringatan Hari Pendidikan Nasional dimanfaatkan sebagai momentum refleksi tajam oleh Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H. Iing Misbahuddin, SM, SH. Dalam pernyataannya yang beredar luas di media sosial, ia melontarkan kritik keras terhadap arah pendidikan yang dinilai masih terlalu berorientasi pada capaian akademik semata.
Iing menegaskan, esensi pendidikan tidak boleh direduksi hanya menjadi angka-angka di atas kertas.
"Menjadi seorang siswa bukanlah deretan nilai, melainkan soal karakter, integritas, dan adab dalam keseharian," tegasnya. Sabtu, (02/05/2026).
Baca Lainnya :
- Jejak Narkoba di Majalengka Terkuak, Polisi Bongkar Dugaan Produsen Tembakau Sintetis
- Ateng Sutisna dan Viking Majalengka Gelar Festival Nobar Persib Meriah
- Bupati dan DPRD Sambut JPO Hibah Boy Thohir, Majalengka Bersolek
- Bupati Majalengka, Eman Suherman: Raperda APBD 2025 Bukti Sinergi Pemkab dan DPRD
- Lala Sunara Resmi Pimpin KONI, Target Porprov Jadi Prioritas
Menurutnya, sistem pendidikan yang hanya mengejar nilai akademik tanpa menyentuh aspek budi pekerti berpotensi melahirkan generasi "robot" cerdas secara kognitif, namun rapuh secara moral dan mental.
Ia menekankan bahwa ukuran keberhasilan sejati justru terlihat dari sikap jujur, kepedulian sosial, serta daya tahan menghadapi tekanan zaman.
"Penilaian sejati adalah ketika anak-anak kita mampu bersikap jujur, peduli, dan punya mental kuat. Itu yang menentukan masa depan bangsa," ujarnya.
Tak hanya mengkritik, Iing juga menyoroti tanggung jawab pemerintah dan para pendidik. Ia menyebut, pemerintah wajib memastikan infrastruktur sekolah aman dan layak, sementara guru memiliki peran vital dalam membentuk mentalitas siswa.
"Tugas pemerintah memastikan fisik sekolah kokoh dan aman. Sementara pendidik bertanggung jawab membangun mentalitas siswa. Dua hal ini tidak bisa dipisahkan," tandasnya.
Di akhir pernyataannya, Iing mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendorong transformasi pendidikan di daerah, khususnya di Majalengka, agar tidak hanya mencetak generasi pintar, tetapi juga berkarakter kuat.
"Pendidikan di Majalengka harus melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tapi juga kokoh secara mental dan luhur dalam adab," pungkasnya.
Pernyataan ini pun langsung menyita perhatian publik dan memantik diskusi luas tentang arah pendidikan nasional yang dinilai perlu kembali pada akar pembentukan karakter bangsa. ** (Agit)

















