- Warga Modernland Mengeluhkan Jalan Rusak dan PSU Yang Belum Diserah Terima Ke Pemkot Tangerang
- DPMPTSP-KADIN Barito Utara Satukan Langkah Tarik Investasi,Hilirisasi Jadi Prioritas
- Hendi Resmi Dilantik, Sangkanurip Perkuat Mesin Pembangunan Desa
- Usia 19 Tahun, Kecamatan Sindang Tancap Gas Wujudkan Majalengka Sae
- DPRD Dorong Madrasah Jadi Alternatif Pendidikan Berkualitas dalam Program Sekolah Gratis
- Amankan Pengesahan Warga Baru PSHT Sebanyak 480 Personil Disiagakan
- Warisan Leluhur yang Tetap Hidup, Hajat Laut Pangandaran Dorong Pariwisata Daerah
- Disambut Meriah di Istana Merdeka, Presiden Steinmeier Bahas Kerja Sama Strategis dengan Prabowo
- 585 Personel Gabungan Jajaran Polda Metro Disiagakan pada Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman
- Pesan Megawati Kepada Generasi Muda Dalam Bulan Bung Karno
Hardiknas 2026 : H Iing Misbahuddin Serukan Revolusi Pendidikan Berbasis Karakter!

Keterangan Gambar : Ketua Komisi III DPRD Majalengka H Iing Misbahuddin
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Peringatan Hari Pendidikan Nasional dimanfaatkan sebagai momentum refleksi tajam oleh Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H. Iing Misbahuddin, SM, SH. Dalam pernyataannya yang beredar luas di media sosial, ia melontarkan kritik keras terhadap arah pendidikan yang dinilai masih terlalu berorientasi pada capaian akademik semata.
Iing menegaskan, esensi pendidikan tidak boleh direduksi hanya menjadi angka-angka di atas kertas.
"Menjadi seorang siswa bukanlah deretan nilai, melainkan soal karakter, integritas, dan adab dalam keseharian," tegasnya. Sabtu, (02/05/2026).
Baca Lainnya :
- Hendi Resmi Dilantik, Sangkanurip Perkuat Mesin Pembangunan Desa
- Usia 19 Tahun, Kecamatan Sindang Tancap Gas Wujudkan Majalengka Sae
- Pertamax Naik, Usaha Rakyat Terpukul! Pedagang dan Ojol di Majalengka Menjerit
- PRO RI Resmi Menjadi Sayap Partai PRI, Siap Kawal Kedaulatan Teknologi Nasional
- Bupati Eman Puji Reksa Siaga TNI AU, Warga Majalengka Takjub
Menurutnya, sistem pendidikan yang hanya mengejar nilai akademik tanpa menyentuh aspek budi pekerti berpotensi melahirkan generasi "robot" cerdas secara kognitif, namun rapuh secara moral dan mental.
Ia menekankan bahwa ukuran keberhasilan sejati justru terlihat dari sikap jujur, kepedulian sosial, serta daya tahan menghadapi tekanan zaman.
"Penilaian sejati adalah ketika anak-anak kita mampu bersikap jujur, peduli, dan punya mental kuat. Itu yang menentukan masa depan bangsa," ujarnya.
Tak hanya mengkritik, Iing juga menyoroti tanggung jawab pemerintah dan para pendidik. Ia menyebut, pemerintah wajib memastikan infrastruktur sekolah aman dan layak, sementara guru memiliki peran vital dalam membentuk mentalitas siswa.
"Tugas pemerintah memastikan fisik sekolah kokoh dan aman. Sementara pendidik bertanggung jawab membangun mentalitas siswa. Dua hal ini tidak bisa dipisahkan," tandasnya.
Di akhir pernyataannya, Iing mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendorong transformasi pendidikan di daerah, khususnya di Majalengka, agar tidak hanya mencetak generasi pintar, tetapi juga berkarakter kuat.
"Pendidikan di Majalengka harus melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tapi juga kokoh secara mental dan luhur dalam adab," pungkasnya.
Pernyataan ini pun langsung menyita perhatian publik dan memantik diskusi luas tentang arah pendidikan nasional yang dinilai perlu kembali pada akar pembentukan karakter bangsa. ** (Agit)

















