- Kemenkes Ungkap 1.527 Kasus Influenza, H1N1pdm09 Paling Banyak Ditemukan
- Kementerian UMKM dan Barantin Permudah Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor
- Nurhadi Anggota Komisi IX DPR RI Kawal Percepatan Penurunan Stunting di Desa Slorok, Garum.
- Kemenag Kab Tangerang Terus Perkuat Pembinaan Madrasah.
- IPSI Kota Blitar Rampung Inisiasi Pasar Apung Karplos Dongkrak Ekonomi UMKM.
- IPSI Kota Blitar Rampung Inisiasi Pasar Apung Karplos Dongkrak Ekonomi UMKM.
- Muhammad Nazaruddin Pimpin Jalan Sehat PRI, Bahas Program Pemerintah dan Agenda Partai
- Sambut HUT Ke-7 Kogabwilhan I, IKKT PWA CBS II Kogabwilhan II Pererat Silaturahmi Dan Kepedulian.
- Peran Aktif Babinsa Patroli Malam, Jadi Tauladan Warga.
- Dandim 0506/Tgr Hadiri Kirab Budaya dan Ruwat Bumi, Pentingnya Menjaga Kerukunan .
Hardiknas 2026 : H Iing Misbahuddin Serukan Revolusi Pendidikan Berbasis Karakter!

Keterangan Gambar : Ketua Komisi III DPRD Majalengka H Iing Misbahuddin
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Peringatan Hari Pendidikan Nasional dimanfaatkan sebagai momentum refleksi tajam oleh Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H. Iing Misbahuddin, SM, SH. Dalam pernyataannya yang beredar luas di media sosial, ia melontarkan kritik keras terhadap arah pendidikan yang dinilai masih terlalu berorientasi pada capaian akademik semata.
Iing menegaskan, esensi pendidikan tidak boleh direduksi hanya menjadi angka-angka di atas kertas.
"Menjadi seorang siswa bukanlah deretan nilai, melainkan soal karakter, integritas, dan adab dalam keseharian," tegasnya. Sabtu, (02/05/2026).
Baca Lainnya :
- Dua Pelajar Majalengka Bikin Gebrakan di PENTAS PAI Jabar 2026
- Mang Jemy Maju Pilkades Burujul Wetan, Bawa Misi Desa Sejahtera
- Menhan Sjafrie Cek Yonif TP 338 di Majalengka, Prajurit Diminta Siap
- KNPI Majalengka Buka 2.789 Lowongan, 2.500 Pencari Kerja Bergerak
- Bupati Eman Gebrak Ronda Majalengka, Desa Aktif Bakal Diganjar Hadiah
Menurutnya, sistem pendidikan yang hanya mengejar nilai akademik tanpa menyentuh aspek budi pekerti berpotensi melahirkan generasi "robot" cerdas secara kognitif, namun rapuh secara moral dan mental.
Ia menekankan bahwa ukuran keberhasilan sejati justru terlihat dari sikap jujur, kepedulian sosial, serta daya tahan menghadapi tekanan zaman.
"Penilaian sejati adalah ketika anak-anak kita mampu bersikap jujur, peduli, dan punya mental kuat. Itu yang menentukan masa depan bangsa," ujarnya.
Tak hanya mengkritik, Iing juga menyoroti tanggung jawab pemerintah dan para pendidik. Ia menyebut, pemerintah wajib memastikan infrastruktur sekolah aman dan layak, sementara guru memiliki peran vital dalam membentuk mentalitas siswa.
"Tugas pemerintah memastikan fisik sekolah kokoh dan aman. Sementara pendidik bertanggung jawab membangun mentalitas siswa. Dua hal ini tidak bisa dipisahkan," tandasnya.
Di akhir pernyataannya, Iing mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendorong transformasi pendidikan di daerah, khususnya di Majalengka, agar tidak hanya mencetak generasi pintar, tetapi juga berkarakter kuat.
"Pendidikan di Majalengka harus melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tapi juga kokoh secara mental dan luhur dalam adab," pungkasnya.
Pernyataan ini pun langsung menyita perhatian publik dan memantik diskusi luas tentang arah pendidikan nasional yang dinilai perlu kembali pada akar pembentukan karakter bangsa. ** (Agit)









1.jpg)
.jpg)





