- Warga Modernland Mengeluhkan Jalan Rusak dan PSU Yang Belum Diserah Terima Ke Pemkot Tangerang
- DPMPTSP-KADIN Barito Utara Satukan Langkah Tarik Investasi,Hilirisasi Jadi Prioritas
- Hendi Resmi Dilantik, Sangkanurip Perkuat Mesin Pembangunan Desa
- Usia 19 Tahun, Kecamatan Sindang Tancap Gas Wujudkan Majalengka Sae
- DPRD Dorong Madrasah Jadi Alternatif Pendidikan Berkualitas dalam Program Sekolah Gratis
- Amankan Pengesahan Warga Baru PSHT Sebanyak 480 Personil Disiagakan
- Warisan Leluhur yang Tetap Hidup, Hajat Laut Pangandaran Dorong Pariwisata Daerah
- Disambut Meriah di Istana Merdeka, Presiden Steinmeier Bahas Kerja Sama Strategis dengan Prabowo
- 585 Personel Gabungan Jajaran Polda Metro Disiagakan pada Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman
- Pesan Megawati Kepada Generasi Muda Dalam Bulan Bung Karno
Proyek Jaringan Irigasi Disorot, Dugaan Penyimpangan Menguat di Majalengka

Keterangan Gambar : Lokasi
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Proyek jaringan irigasi pemerintah di Desa Salagedang, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, menuai sorotan tajam. Sejumlah warga menduga pelaksanaan proyek tersebut tidak sesuai standar teknis, bahkan terindikasi sarat penyimpangan.
Hasil penelusuran di lapangan, Kamis (09/04/2026), menunjukkan kualitas pekerjaan yang dinilai jauh dari harapan. Saluran yang tengah dibangun tampak dipenuhi lumpur, susunan material tidak rapi, serta pengerjaan terkesan terburu-buru. Kondisi ini disayangkan warga, mengingat proyek tersebut seharusnya menjadi solusi pengelolaan air yang aman dan berkelanjutan.
"Harusnya ini jadi fasilitas penting, tapi yang terlihat justru seperti asal jadi," ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Baca Lainnya :
- Warga Modernland Mengeluhkan Jalan Rusak dan PSU Yang Belum Diserah Terima Ke Pemkot Tangerang
- DPMPTSP-KADIN Barito Utara Satukan Langkah Tarik Investasi,Hilirisasi Jadi Prioritas
- Hendi Resmi Dilantik, Sangkanurip Perkuat Mesin Pembangunan Desa
- Usia 19 Tahun, Kecamatan Sindang Tancap Gas Wujudkan Majalengka Sae
- DPRD Dorong Madrasah Jadi Alternatif Pendidikan Berkualitas dalam Program Sekolah Gratis
Sejumlah temuan mencolok turut menguatkan dugaan tersebut. Material batu yang digunakan diduga merupakan batu bekas pakai yang disusun ulang. Selain itu, pasir urug berwarna kuning dengan kandungan lumpur tinggi juga digunakan, sementara takaran semen diduga tidak memenuhi spesifikasi teknis. Kondisi ini berpotensi menurunkan kualitas dan daya tahan konstruksi.
Yang lebih mengkhawatirkan, struktur lama yang telah rapuh diduga hanya dilapisi batu baru pada bagian luar agar terlihat layak. Praktik ini dinilai menyesatkan sekaligus berisiko terhadap keselamatan bangunan dalam jangka panjang. Bahkan, pondasi proyek disebut tidak sesuai dengan gambar bestek atau rencana kerja.
Temuan lain di lapangan, proyek yang disebut-sebut dikerjakan secara swakelola oleh UPTD tersebut juga diduga tidak dilengkapi papan informasi proyek di lokasi. Ketiadaan papan informasi ini memicu pertanyaan publik terkait transparansi, mulai dari nilai anggaran, volume pekerjaan, hingga sumber pendanaan.

Konfirmasi kepada pihak terkait semakin membuka fakta lanjutan. Kepala UPTD Jatiwangi, M. Tatang, mengakui bahwa tenaga kerja proyek bukan berasal dari lingkungan setempat maupun UPTD, melainkan didatangkan dari luar. Ia juga membenarkan adanya kelemahan pengawasan serta ketidaksesuaian material dengan spesifikasi.
Namun, saat dimintai keterangan terkait besaran anggaran dan panjang proyek, pihak UPTD tidak dapat memberikan penjelasan yang rinci. Minimnya transparansi ini semakin memperkuat kecurigaan publik adanya potensi praktik tidak wajar dalam pelaksanaan proyek tersebut.
Masyarakat mendesak dilakukan audit menyeluruh serta tindakan tegas dari pihak berwenang. Mereka berharap penggunaan anggaran negara dapat diawasi secara optimal dan hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat, bukan justru menyisakan persoalan baru.
Jika dugaan ini terbukti, proyek yang semestinya menjadi penopang kebutuhan dasar berpotensi berubah menjadi potret buram tata kelola pembangunan di daerah. (TIM)

















