- Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang melaksanakan kegiatan Pembayaran Uang Ganti Rugi Pengadaan Tanah untuk pembangunan Jalan Tol Serpong–Balaraja Seksi 2A
- RDP dengan Komisi II DPR RI, Sekjen ATR/BPN Laporkan Capaian Pelaksanaan Tujuh Layanan Prioritas
- Sekjen ATR/BPN: Layanan Pertanahan Capai 8,4 Juta Berkas Setiap Tahunnya
- Jadi Pembicara di Diklat Pratama DPP GMPK, Menteri Nusron: Nasionalisme Menjadikan Bangsa yang Kuat
- Ketua Bidang Perempuan PKS Dorong Kampus Bahas Isu Homoseksualitas Secara Objektif dan Menyeluruh
- Pangdam Jaya Sambangi Polda Metro dan Beri Ucapan HUT Bhayangkara ke-80
- Bupati Shalahuddin Tandai Dimulainya Penataan Kawasan Kumuh Lanjas dan Pembangunan Water Front City
- Modus Bantuan Masjid Tipu Warga di Majalengka, 4 Pelaku Ditangkap Kilat!
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Banjir Produk Gratis, dari Makanan hingga Perawatan Tubuh
- Bhayangkara ke-80, Kasus Kekerasan Anak Terungkap di Majalengka
Menag Yaqut, Sidang Isbat Tentukan Hari Raya Idul fitri Pada Sabtu Besok

Keterangan Gambar : Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas
Megapolitanpos.com, Jakarta- Sidang isbat penentuan 1 Syawal 1444 H atau penetapan Hari Raya Idulfitri digelar Kamis (20/4/2023). Hasilnya, 1 Syawal 1444 H disepakati pada Sabtu (22/4/2023).
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang dipantau secara daring di YouTube Kementerian Agama (Kemenag).
"Sidang isbat, secara mufakat telah menetapkan 1 Syawal 1444 H jatuh pada Sabtu, 22 April 2023 Masehi," ujar pria yang disapa Gus Yaqut tersebut.
Baca Lainnya :
- Modus Bantuan Masjid Tipu Warga di Majalengka, 4 Pelaku Ditangkap Kilat!
- Bhayangkara ke-80, Kasus Kekerasan Anak Terungkap di Majalengka
- Polres Majalengka Sikat Jambret, Tangkap Pelaku Hitungan Jam
- Jawaban Bupati Majalengka Soal APBD 2025 : PAD, Pajak, hingga Infrastruktur
- Iing Misbahuddin Soroti 87 Tambang Ilegal, Pajak Majalengka Bocor
Gus Yaqut mengatakan, posisi ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia pada posisi 0 derajat 45 menit sampai dengan 2 derajat 21,6 menit dengan sudut elongasi 1 derajat 28,2 menit sampai dengan 3 derajat 5,4 menit. Berdasarkan posisi tersebut hilal tidak bisa dilihat.
Hilal tersebut tidak sesuai dengan kesepakatan empat negara, yaitu Brunai Darussalam, Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Empat negara menyepakati kriteria visibilitas hilal yakni tinggi hilal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat.
Oleh karena itu, berdasarkan hisab, posisi hilal seluruh di Indonesia tidak memenuhi kriteria tersebut," kata dia.
Adapun, penentuan Hari Raya Idulfitri menggunakan metode rukyatul hilal atau pengamatan langsung. Tahun ini, informasi tersebut telah dikonfirmasi petugas pemantauan rukyatul hilal di 123 titik di seluruh Indonesia dari Aceh hingga Papua.
Jika pada hari ini atau mungkin di hari-hari besok ada perbedaan dalam pelaksanaan Idulfitri. Kami berharap bahwa kita tidak menonjolkan perbedaan tetapi kita mencari titik temu dari persamaan-persamaan yang mungkin kita miliki," katanya.
"Kita harus memberikan toleransi kita harus melihat toleransi kita harus saling menghargai dan saling bertoleransi satu dengan yang lain," demikian kata Menag Yaqut. [ASl/Red/MP).

















