- Nurhadi Anggota Komisi IX DPR RI Kawal Percepatan Penurunan Stunting di Desa Slorok, Garum.
- Kemenag Kab Tangerang Terus Perkuat Pembinaan Madrasah.
- IPSI Kota Blitar Rampung Inisiasi Pasar Apung Karplos Dongkrak Ekonomi UMKM.
- IPSI Kota Blitar Rampung Inisiasi Pasar Apung Karplos Dongkrak Ekonomi UMKM.
- Muhammad Nazaruddin Pimpin Jalan Sehat PRI, Bahas Program Pemerintah dan Agenda Partai
- Sambut HUT Ke-7 Kogabwilhan I, IKKT PWA CBS II Kogabwilhan II Pererat Silaturahmi Dan Kepedulian.
- Peran Aktif Babinsa Patroli Malam, Jadi Tauladan Warga.
- Dandim 0506/Tgr Hadiri Kirab Budaya dan Ruwat Bumi, Pentingnya Menjaga Kerukunan .
- Hasil Pemilihan RW 02 Tirtajaya, Sugianto Menang dan Ajak Warga Tinggalkan Perbedaan
- Bazar Sembako Koperasi Merah Putih Kutajaya Diserbu Warga, Barang Dagangan Ludes Terjual
Komisi III DPRD Bongkar Krisis Sampah Majalengka, DLH Disorot

Keterangan Gambar : Kunjungan Kerja Komisi III DPRD Majalengka
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Persoalan pengelolaan sampah dan minimnya fasilitas lingkungan hidup di Kabupaten Majalengka mulai terkuak. H Iing Misbahuddin, SM, SH bersama jajaran Komisi III DPRD melakukan inspeksi langsung ke kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Majalengka, Rabu (13/5/2026), dan menemukan sejumlah persoalan serius yang dinilai membutuhkan penanganan darurat.
Kedatangan para legislator disambut Kepala DLH Majalengka, Wawan Sarwanto. Namun di balik pertemuan tersebut, tersimpan sederet persoalan lingkungan yang memantik perhatian DPRD, mulai dari armada pengangkut sampah yang terbatas, alat berat TPA, hingga laboratorium lingkungan yang belum juga berfungsi.
Dalam kunjungan itu, Komisi III menyoroti kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang dinilai masih jauh dari ideal. Sistem pengelolaan landfill bahkan ditargetkan harus sudah terealisasi pada 2026 untuk mencegah ancaman penumpukan sampah yang semakin mengkhawatirkan.
Baca Lainnya :
- Dua Pelajar Majalengka Bikin Gebrakan di PENTAS PAI Jabar 2026
- DPKPP Majalengka Tegur CV Adibrata Jaya Persada soal Proyek Sumberjaya
- Mang Jemy Maju Pilkades Burujul Wetan, Bawa Misi Desa Sejahtera
- Menhan Sjafrie Cek Yonif TP 338 di Majalengka, Prajurit Diminta Siap
- KNPI Majalengka Buka 2.789 Lowongan, 2.500 Pencari Kerja Bergerak
Tak hanya itu, DPRD juga menemukan minimnya sarana operasional di DLH. Kendaraan penyiram taman disebut hanya tersedia satu unit, sementara kebutuhan pemeliharaan taman dan ruang terbuka hijau terus bertambah seiring pembangunan kawasan perkotaan di Majalengka.
"Kondisi ini tidak bisa dianggap biasa. Pengelolaan sampah sekarang menjadi prioritas utama karena menyangkut kesehatan masyarakat dan wajah daerah," ujar salah satu anggota Komisi III dalam pembahasan tersebut.
Sorotan tajam juga diarahkan pada laboratorium lingkungan milik DLH yang hingga kini belum aktif. Padahal, fasilitas itu dinilai penting untuk pengawasan kualitas lingkungan, termasuk pengujian limbah dan pencemaran.
Di sisi lain, keterbatasan anggaran APBD disebut menjadi hambatan utama. Komisi III bersama DLH kini mulai membuka opsi mencari bantuan pendanaan dari luar daerah maupun pemerintah pusat untuk menopang operasional dan pembenahan fasilitas lingkungan.
Komisi III DPRD Majalengka juga memastikan dukungan anggaran untuk perbaikan kontainer sampah rusak melalui fasilitas workshop DLH yang kini mulai dioperasikan.
Kunjungan tersebut sekaligus membuka fakta bahwa beban kerja DLH semakin meluas, tidak hanya menangani sampah rumah tangga, tetapi juga limbah, kebersihan kota, hingga pemeliharaan taman baru di sejumlah titik Kabupaten Majalengka.
Jika tidak segera ditangani, persoalan keterbatasan fasilitas dan pengelolaan TPA dikhawatirkan dapat berkembang menjadi krisis lingkungan baru di Majalengka. ** (Agit)









1.jpg)
.jpg)





