- Ratusan Mahasiswa LSPR Tampilkan Ekosistem Project-Base Learning melalui COMMFEST 2026 di SMESCO
- PB. Formula: Hukum Cenderung Tajam Ke Bawah Tapi Tumpul Ke Atas
- Maruarar Siraid : Oktober BRI Segera Luncurkan Pinjaman KUR Tanpa Bunga untuk UMKM
- Kunjungan Menteri PKP Berkah untuk Warga Blitar, Tambah Kuota 444 Unit RTLH
- Gerindra Majalengka Gaspol Kaderisasi, 100 Calon Kader Dilepas
- Diskon Besar di Jakarta Fair 2026, Smart Lock hingga Perabot Rumah Dijual Mulai Rp10 Ribuan
- Aspirasi Warga Tak Lagi Mandek, DPRD Majalengka Kebut Proyek Miliaran
- Aspirasi Warga Terealisasi 2026, Jembatan Cijurey Siliwangi Dibangun Rp 19 Miliar
- Demi Keselamatan dan Daya Saing, Iperindo Usulkan Transisi B50 Dilakukan Bertahap
- Peternak Rakyat Desak Evaluasi Impor Satu Pintu SBM, Harga Pakan Melonjak Rp2.000 per Kg
PRSI dan Kementerian ESDM Bahas Strategi Pengembangan Generasi Energi Masa Depan
Melalui program berbasis praktik, PRSI hadirkan solusi pendidikan energi terbarukan di era Indonesia 4.0.

Keterangan Gambar : PRSI melakukan audiensi dengan Staf Khusus Menteri ESDM dalam rangka membahas penguatan SDM energi berbasis robotika dan AI.
Jakarta — Persatuan Robotika Seluruh Indonesia (PRSI) menggelar audiensi bersama Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada Senin (4/5). Pertemuan ini bertujuan untuk mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM) di sektor energi yang berbasis pada teknologi masa depan.
Audiensi tersebut diterima langsung oleh M. Pradana Indraputra, S.E., M.E., didampingi jajaran tim Staf Khusus Menteri ESDM. Dari pihak PRSI, hadir Ketua Umum Wahyu Hidayat bersama Wakil Sekretaris Jenderal Muhama Ied.
Baca Lainnya :
- PRSI Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Robotik di SDN Pancoran 07 Pagi Jakarta Selatan
- Ketua Umum PRSI Bahas Program Workshop Robotika Bersama Anjungan Kalimantan Selatan TMII
- PRSI-IESPA-KOMDIGI Resmi Berkolaborasi, Perkuat Ekosistem Robotika dan Esports Nasional
- Melalui Program Robotika untuk Negeri, PRSI Jawa Barat Hadirkan Robotik di Lingkungan Pesantren
- PB PRSI Audiensi dengan Kemenpora RI, Siapkan Olimpiade Robotika Indonesia 2026
Dalam kesempatan itu, PRSI menyampaikan gagasan strategis bertajuk “Membangun Generasi Energi Masa Depan Berbasis Robotika dan Kecerdasan Buatan (AI) dalam Rangka Menuju Indonesia Mandiri Energi.” Gagasan ini menitikberatkan pada pentingnya kesiapan SDM yang tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga mampu menciptakan serta mengelola teknologi energi di masa mendatang.
PRSI juga mengidentifikasi sejumlah tantangan krusial, di antaranya ketahanan energi nasional, distribusi energi ke wilayah terpencil, hingga proses transisi menuju energi bersih yang memerlukan dukungan teknologi serta SDM yang unggul. Selain itu, kesenjangan kompetensi di bidang teknologi seperti AI, Internet of Things (IoT), dan robotika masih menjadi persoalan yang perlu segera diatasi.
Sebagai langkah solusi, PRSI mengajukan National Smart Renewable Energy Education Program, sebuah inisiatif pendidikan yang mengintegrasikan energi terbarukan, robotika, dan kecerdasan buatan (AI) dalam satu ekosistem pembelajaran berbasis praktik di lingkungan sekolah. Program ini merupakan bagian dari gerakan besar “Robotika untuk Negeri” yang bertujuan mempercepat pemerataan pembelajaran robotika di seluruh Indonesia, sekaligus menyiapkan SDM unggul, adaptif, dan berdaya saing global sebagai fondasi dalam menyongsong era Indonesia 4.0.
Dalam paparannya, Ketua Umum PRSI Wahyu Hidayat menegaskan bahwa masa depan energi Indonesia sangat ditentukan oleh kesiapan generasi muda dalam menguasai teknologi.
“Indonesia tidak hanya membutuhkan energi yang berkelanjutan, tetapi juga generasi yang mampu mengelola dan menciptakan teknologi energi itu sendiri. Melalui pendekatan berbasis robotika dan AI, kami ingin memastikan bahwa anak-anak Indonesia sejak dini tidak hanya menjadi pengguna, tetapi menjadi pencipta solusi energi masa depan. Ini adalah langkah strategis menuju Indonesia yang mandiri energi,” ujar Wahyu Hidayat.

Program tersebut dirancang tidak hanya bersifat teoritis, melainkan juga implementatif. Para siswa didorong untuk mengembangkan berbagai solusi teknologi, seperti solar tracking system, sistem monitoring energi pintar, hingga sistem irigasi berbasis AI. Sekolah pun diarahkan menjadi mini smart energy lab sebagai pusat inovasi energi berbasis pendidikan.
Di sisi lain, Staf Khusus Menteri ESDM M. Pradana Indraputra menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif yang diusulkan PRSI. Ia menilai bahwa program tersebut selaras dengan agenda nasional dalam mendorong transisi energi serta penguatan SDM berbasis teknologi.
“Kementerian ESDM pada prinsipnya siap mendukung program ini sebagai bagian dari upaya bersama dalam menyiapkan SDM unggul di sektor energi. Tentu dukungan tersebut akan dilakukan melalui langkah-langkah strategis yang terukur, agar tujuan besar seperti kemandirian energi dan penguatan kapasitas teknologi nasional dapat tercapai secara optimal,” ungkap Pradana Indraputra.
Dari aspek implementasi, PRSI menawarkan skema bertahap yang diawali dengan proyek percontohan di 50 sekolah, untuk kemudian diperluas ke ratusan hingga ribuan sekolah di berbagai wilayah Indonesia. PRSI juga menyatakan kesiapannya sebagai pelaksana utama program, didukung oleh jaringan robotika nasional, pengalaman dalam pelatihan dan kompetisi, serta kapasitas teknis di lapangan.
Audiensi ini diharapkan menjadi titik awal terbangunnya kolaborasi strategis antara pemerintah, industri, dan dunia pendidikan dalam mencetak generasi muda Indonesia yang unggul di bidang energi dan teknologi.
Lebih dari sekadar program pendidikan, inisiatif ini dipandang sebagai fondasi jangka panjang dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri energi sekaligus memiliki daya saing global.

















