- Ratusan Mahasiswa LSPR Tampilkan Ekosistem Project-Base Learning melalui COMMFEST 2026 di SMESCO
- PB. Formula: Hukum Cenderung Tajam Ke Bawah Tapi Tumpul Ke Atas
- Maruarar Siraid : Oktober BRI Segera Luncurkan Pinjaman KUR Tanpa Bunga untuk UMKM
- Kunjungan Menteri PKP Berkah untuk Warga Blitar, Tambah Kuota 444 Unit RTLH
- Gerindra Majalengka Gaspol Kaderisasi, 100 Calon Kader Dilepas
- Diskon Besar di Jakarta Fair 2026, Smart Lock hingga Perabot Rumah Dijual Mulai Rp10 Ribuan
- Aspirasi Warga Tak Lagi Mandek, DPRD Majalengka Kebut Proyek Miliaran
- Aspirasi Warga Terealisasi 2026, Jembatan Cijurey Siliwangi Dibangun Rp 19 Miliar
- Demi Keselamatan dan Daya Saing, Iperindo Usulkan Transisi B50 Dilakukan Bertahap
- Peternak Rakyat Desak Evaluasi Impor Satu Pintu SBM, Harga Pakan Melonjak Rp2.000 per Kg
Suara Politisi Disabilitas: Bambang Susilo Harap Dudung Perkuat Pemberdayaan Disabilitas
Politisi disabilitas Bambang Susilo menilai kepemimpinan Dudung Abdurachman menjadi momentum strategis untuk mendorong kebijakan inklusif, memperkuat kemandirian ekonomi disabilitas, serta mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Keterangan Gambar : Suasana serah terima jabatan (sertijab) Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan di Jakarta.
Jakarta — Politisi muda disabilitas dari Partai Golkar, Bambang Susilo, menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pelantikan Jenderal TNI (purn) Prof. Dr. Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan pada 27 April lalu.
Dalam pernyataannya, Bambang Susilo menilai sosok jenderal Dudung Abdurachman memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat serta kepedulian sosial yang tinggi, khususnya terhadap kelompok rentan seperti penyandang disabilitas. Menurutnya, posisi strategis Kepala Staf Kepresidenan memiliki peran penting dalam memastikan kebijakan pemerintah berjalan efektif dan inklusif. (6/5/2026)
Baca Lainnya :
- Ratusan Mahasiswa LSPR Tampilkan Ekosistem Project-Base Learning melalui COMMFEST 2026 di SMESCO
- PB. Formula: Hukum Cenderung Tajam Ke Bawah Tapi Tumpul Ke Atas
- Maruarar Siraid : Oktober BRI Segera Luncurkan Pinjaman KUR Tanpa Bunga untuk UMKM
- Kunjungan Menteri PKP Berkah untuk Warga Blitar, Tambah Kuota 444 Unit RTLH
- Gerindra Majalengka Gaspol Kaderisasi, 100 Calon Kader Dilepas
Dalam penegasannya, Bamsus menyampaikan harapan besar terhadap kepemimpinan Dudung Abdurachman ke depan.
“Selamat dan sukses atas dilantiknya Bapak jenderal TNI (purn) Prof. Dr. Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Kami percaya beliau mampu menjalankan amanah dengan baik serta membawa semangat inklusivitas dalam kebijakan nasional,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bamsus juga membagikan pengalamannya saat mengikuti pendidikan Program Pendidikan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia. Ia menjadi satu-satunya peserta dari kalangan disabilitas dalam program tersebut, yang sekaligus menunjukkan bahwa penyandang disabilitas juga mampu berkontribusi dalam ruang-ruang strategis kebangsaan.
Dalam rangkaian pendidikan tersebut, ia mengikuti studi strategis ke Vietnam dan China. Pengalaman tersebut memberikan perspektif baru baginya terkait bagaimana negara lain mengelola isu disabilitas secara sistematis dan berkelanjutan.
Saat berada di Vietnam, Bamsus berkesempatan mengunjungi salah satu kementerian yang secara khusus menangani disabilitas. Ia melihat langsung bagaimana sistem pengelolaan yang diterapkan berjalan dengan baik, terstruktur, serta mampu memberikan dampak nyata bagi kehidupan penyandang disabilitas.
Dalam penjelasannya, ia menilai bahwa pendekatan yang dilakukan di Vietnam dapat menjadi referensi penting bagi Indonesia dalam memperkuat kebijakan disabilitas yang lebih komprehensif dan berkelanjutan, termasuk dalam mendorong kemandirian ekonomi.
“Ketika di Vietnam, saya melihat penanganan disabilitas sangat baik, tertata, dan terintegrasi. Bahkan, pertumbuhan ekonomi di sana juga didukung dengan perhatian maksimal terhadap kelompok rentan, termasuk disabilitas, sehingga mereka bisa mandiri secara ekonomi. Ini patut kita contoh, sejalan dengan Asta Cita Presiden pada butir keempat serta tugas akhir saya di Lemhannas tentang Kemandirian Ekonomi Disabilitas menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.
Sebagai Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Disabilitas Indonesia (PERPEDIN), Bambang Susilo juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan organisasi masyarakat dalam mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas. Ia menilai bahwa pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu kunci utama dalam menciptakan kesetaraan dan keadilan sosial.
Menurutnya, kebijakan yang berpihak pada disabilitas tidak hanya berhenti pada aspek sosial, tetapi juga harus menyentuh sektor ekonomi, pendidikan, dan akses terhadap teknologi. Dengan demikian, penyandang disabilitas dapat berperan aktif sebagai bagian dari pembangunan nasional.
Bamsus berharap, di bawah kepemimpinan Dudung Abdurachman, perhatian terhadap isu disabilitas tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar diwujudkan dalam program dan kebijakan konkret yang berdampak luas bagi masyarakat. Ia juga optimistis bahwa arah pembangunan nasional yang inklusif akan semakin kuat sejalan dengan visi Indonesia yang berkeadilan dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

















