- Bulog Andalkan Beras Kita sebagai Identitas Baru Beras Nasional, Target 2 Juta Ton
- Model Kemitraan PTPN I di Jember Dongkrak Pendapatan Petani dan Ekspor Tembakau
- Pakar Hukum Trisakti: Ancaman terhadap Polisi Saat Bertugas Tak Bisa Ditoleransi
- Hadiri Sinode Umum ke 25 GKE, Wabup Felix Tegaskan Komitmen Barito Utara Perkuat Kerukunan dan Pembinaan Generasi Muda
- Puspa Nuswantara 2026 Resmi Dibuka, Ajang Perkuat Ekosistem Batik Asli Indonesia
- Polres Metro Jakarta Pusat Musnahkan Barang Bukti Hasil Ungkap 12 Kasus Narkoba Juni 2026
- Polres Majalengka Amankan Aksi Damai, Pemda Terima Aspirasi
- Promo Bumbu Masak di Jakarta Fair 2026 Jadi Buruan Pengunjung, Cek Daftar Booth Favoritnya
- Sekretariat DPRD Barito Utara Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun kepada H. Nurul Anwar
- Gun Sriwitanto Hadiri Penutupan Batara Expo 2026, Dukung Penguatan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Membedah Program digitalisasi, Pasangan Prabowo-Gibran Dinilai Serius Menangani Transformasi Digital

Keterangan Gambar : acara Membedah Program digitalisasi Prabowo-Gibran di Sekretariat Relawan Pride, Jakarta, Rabu (3/1/2024).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Pasangan Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Gibran Rakabuming Raka dinilai mampu membawa perkembangan sektor digital di Indonesia menjadi lebih baik lagi. Visi-misi dan gagasan yang sudah disampaikan pasangan calon nomor urut 2 itu bisa menjadi titik terang membuka potensi digitalisasi di Indonesia.
“Saya melihat Prabowo-Gibran mempunyai visi misi yang cukup baik dalam menangani digitalisasi. Termasuk dalam stimulus kredit untuk startup. Itu bagus sekali untuk mengembangkan potensi yang kita miliki,” kata CEO Sydeco Cyber Security Solution Gema Sasmita dalam acara Membedah Program digitalisasi Prabowo-Gibran di Sekretariat Relawan Pride, Jakarta, Rabu (3/1/2024).
Baca Lainnya :
- Jadi Pembicara di Akademi Politik UMJ, Wamen ATR/Waka BPN: Pertanahan Berperan Strategis dalam Mendukung Asta Cita Presiden
- Cegah Pelanggaran Politik Uang Dalam PSU Pilkada 6 Agustus 2025 Mendatang, KPU Bersama Semua Pihak Sepakat Deklarasikan Komitmen Bersama
- Kedua Terdakwa Penerima Uang Pasca PSU Barito Utara, Diputuskan PN Muara Teweh Lima Bulan Penjara, Kuasa Hukum Terdakwa Menyatakan Pikir - Pikir
- Sekolah Politik dan Komunikasi Indonesia Bersama Komdigi Gelar Seminar, Bahas Penggunaan Medsos di Era Digital
- Siap Kawal Pilkada Damai 2024, Polda Metro Jaya Gelar Rakernis Fungsi Reskrim
Gema mengatakan, pihaknya melihat pasangan Prabowo-Gibran cukup serius dalam menghadapi transformasi digital saat ini. Begitu pula dalam hal perlindungan data, pasangan Prabowo-Gibran juga memiliki gagasan dalam hal menjaga keamanan siber di Indonesia.
" Karena digital siber tanpa pengamanan nothing, Kita buat satu pencegahan, kenapa ada siber security? sesuatu yang tidak di jaga ibarat roti ditaruh di meja ya akan hilang, lalu apa yang kita buat, kita sudah coba dan efektif ketika 2 juta serangan virus tidak berhasil semua, siber security bisa menganalisa dan menangkal masuknya virus kedalam system," terang Gema.
Keseriusan di Prabowo-Gibran, lanjut Gema untuk bisa menyambut, merespons, dan adaptif terhadap perubahan digitalisasi, dan cyber security. Termasuk adanya rencana kerja sama dengan beberapa negara terkait keamanan cyber.
Lebih jauh Gema mengatakan, pasangan capres-cawapres nomor urut 2 itu dinilai mampu mewujudkan manusia yang berkualitas dalam bidang digital dan keamanan siber. Apalagi dalam dunia teknologi, kedua hal itu menjadi kunci untuk membuka potensi digital yang ada di Indonesia.
" Dan saya kira rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) jilid 5 itu dan memasuki rencana Indonesia emas salah satunya adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” pungkas Gema.
Sementara itu, Co-Founder & Chief Officer Nafas Pietr Jakubowski menambahkan, ilmu teknologi dan pemanfaatan sistem digital berkembang sangat pesat. Dalam kurun waktu 5-10 tahun, berbagai macam sensor dan chip tercipta untuk menganalisa beragam masalah yang ada saat ini.
Bahkan, kata Pietr, inovasi digital juga bisa dimanfaatkan untuk kepentingan positif. “Dengan adanya sensor yang lebih banyak kita memang bisa beranalisa banyak hal untuk membuat kebijakan yang tepat dan decision making yang tepat. Jadi itu sesuatu yang penting juga,” tutup Pietr.(Reporter: Achmad Sholeh Alek)

















