Model Kemitraan PTPN I di Jember Dongkrak Pendapatan Petani dan Ekspor Tembakau

By Achmad Sholeh(Alek) 09 Jul 2026, 14:54:11 WIB UMKM
Model Kemitraan PTPN I di Jember Dongkrak Pendapatan Petani dan Ekspor Tembakau

Keterangan Gambar : PTPN I Regional 5 memperkuat kemitraan dengan petani Desa Ajong


MEGAPOLITANPOS.COM, Jember– Desa Ajong, Kabupaten Jember, Jawa Timur, semakin dikenal sebagai salah satu sentra produksi Tembakau Bawah Naungan (TBN) premium milik PTPN I (Persero) Regional 5 yang telah menembus pasar ekspor di Asia, Eropa, hingga Amerika Latin.

Untuk memenuhi permintaan pasar global yang terus meningkat, PTPN I tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga memperkuat kemitraan dengan masyarakat melalui skema sewa lahan dan pemberdayaan petani lokal.

Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras, menegaskan bahwa kemitraan dengan masyarakat merupakan amanat negara yang harus dijalankan. Menurutnya, model bisnis yang diterapkan di Ajong dirancang agar perusahaan dan petani sama-sama memperoleh manfaat.

Baca Lainnya :

"Melalui skema rotasi komoditas, kami menyewa lahan persawahan milik warga secara kompetitif. Petani menerima uang sewa di awal musim tanam sekaligus tetap bekerja mengelola lahannya dengan memperoleh upah. Dengan demikian, kesejahteraan dan martabat petani tetap terjaga," ujar Rivai di Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Selain memberikan kepastian pendapatan, program ini juga membuka kesempatan bagi petani untuk mempelajari teknologi pertanian modern melalui penerapan smart farming dan science farming yang diterapkan PTPN I.

Menurut Rivai, transfer pengetahuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan petani dalam mengelola lahan secara lebih produktif dan berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka di masa depan.

Model kemitraan yang dijalankan PTPN I Regional 5 di Ajong bahkan diproyeksikan menjadi percontohan nasional dalam pengembangan agribisnis berbasis kolaborasi antara korporasi dan masyarakat.

Manfaat program ini dirasakan langsung oleh para petani. Salah satunya Supardi (48), pemilik lahan di Desa Ajong. Ia mengaku pembayaran sewa yang diterima di awal musim memberikan kepastian ekonomi bagi keluarganya, sementara keterlibatan sebagai pekerja di lahan sendiri membuatnya tetap memiliki penghasilan dan menjaga rasa memiliki terhadap asetnya.

Antusiasme masyarakat terhadap program tersebut terus meningkat. Dalam setiap musim tanam, ratusan hingga ribuan hektare lahan warga bergabung dalam skema kemitraan PTPN I.

Melalui kolaborasi ini, PTPN I tidak hanya menjaga pasokan tembakau premium Indonesia ke pasar internasional, tetapi juga memperkuat perannya sebagai BUMN yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.(AS/MP).




  • Tenaga Ahli Komisi II MPR Bersama Pengusaha Bela Bangsa Sambangi PT STM: Dorong Kolaborasi Strategis dan Inovasi Berbasis Data demi Kemakmuran Bangsa

    🕔13:25:24, 05 Nov 2026
  • SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 500 Merek dari 16 Negara

    🕔03:11:59, 05 Nov 2026
  • Kementerian UMKM dan PNM Segera Salurkan Pembiayaan Perempuan Prasejahtera Berbunga 8 Persen

    🕔03:02:15, 05 Nov 2026
  • Kementerian UMKM Salurkan Bantuan Alat Produksi untuk Pulihkan Usaha Pascabencana di Aceh

    🕔18:19:55, 04 Nov 2026
  • Ekspor Makanan RI Tembus US$4,49 Miliar, 500 Merek dari 13 Negara Ramaikan SIAL 2026

    🕔13:34:52, 04 Nov 2026