- Program SAE Ramadhan Fest 2026 Kiat Anggia Emarini Majukan Pelaku UMKM Blitar
- Sidak Lampu Hias Kota Muara Teweh, Bupati Pastikan Suasana Ramadhan dan Jelang Lebaran Semarak
- Hangatkan Kebersamaan Ramadhan, Bupati Barito Utara Buka Puasa Bersama PAKUWOJO
- Dari Majalengka untuk Indonesia: Program Gentengisasi Rumah Rakyat Era Presiden Prabowo Dimulai
- Muscab X Pramuka Barito Utara Digelar, Bupati Tekankan Pembinaan Karakter Generasi Muda
- Operasi Ketupat Jaya 2026 Siagakan 6.802 Personel Gabungan
- Milad Ke-4 AKSARA Jadi Ajang Silaturahmi Warga dan Tokoh Masyarakat di Bekasi
- Ancaman Dunia Maya Mengintai Anak, Diskominfo Majalengka Dukung PP Tunas
- DPR Soroti Risiko Fiskal 2026, Program Makan Bergizi Gratis Bisa Disesuaikan
- Majalengka Gaungkan Gerakan Sedekah Anak, Bupati Eman Suherman Tekankan Nilai Kepedulian Sosial
M Rifai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar Pertanyakan Anjloknya Peringkat 8 Porprov Jatim IX Koni Harus Dikoreksi

Keterangan Gambar : Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Muhammad Rifai
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Dianggap tidak berhasil mengerek bendera nama Kabupaten Blitar Porprof Jatim 2025 Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar angkat bicara, penurunan rangking dari peringkat ke delapan turun anjlok ke peringkat 14 adalah hal yang mengundang pertanyaan. Penurunan prestasi kontingen atlet Kabupaten Blitar dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025 menjadi sorotan serius oleh DPRD Kabupaten Blitar pekan ini. Diungkapkan oleh M Rifa'i kepada media Senin (08/07/25)
"Atas hasil yang diraih Kabupaten Blitar di posisi ke-14, jauh dari ekspektasi yang sebelumnya ditargetkan padahal tahun 2025 jumlah anggaran sangat besar yang digelontorkan, mengapa bisa begitu, kita akan terus mengevaluasinya," ujar Rifa'i.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Muhammad Rifai menyatakan keprihatinannya atas pencapaian yang menurun dibandingkan tahun lalu.
Baca Lainnya :
- Dari Majalengka untuk Indonesia: Program Gentengisasi Rumah Rakyat Era Presiden Prabowo Dimulai
- Ancaman Dunia Maya Mengintai Anak, Diskominfo Majalengka Dukung PP Tunas
- Majalengka Gaungkan Gerakan Sedekah Anak, Bupati Eman Suherman Tekankan Nilai Kepedulian Sosial
- DPD PSI Majalengka Turun ke Masyarakat, Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Perkuat Struktur Partai
- Pesantren Al-Mizan Gelar Ramadhan Fest 2026, Hadirkan Zikir hingga Bahtsul Masail
Pada Porprov IX, kontingen Kabupaten Blitar berhasil meraih 19 medali emas, 22 perak, dan 43 perunggu.
Angka ini jelas menurun dibandingkan pencapaian tahun lalu, di mana Kabupaten Blitar berhasil mengumpulkan 27 medali emas, 23 perak, dan 39 perunggu, dan menempati posisi ke-8.
Rifai menilai, bahwa penurunan prestasi ini menunjukkan adanya masalah dalam manajemen KONI ini adalah fakta yang di terima, merosotnya perolehan rangking sangat aneh.
“jadi jelas ini faktanya prestasi kita di Porprov telah merosot dibanding sebelumnya, ini yang perlu disikapi,” tandasnya.
Rifa’i menekankan, bahwa kepemimpinan baru KONI seharusnya dapat mempertahankan prestasi minimal setara dengan tahun lalu.
Tak hanya itu, Rifai juga mengkritisi alokasi dana hibah untuk KONI yang mencapai Rp 2,7 miliar, lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 1,3 miliar.
“Legislatif perlu melakukan evaluasi terkait dana hibah KONI. Karena hasil prestasi tidak sesuai dengan besarnya dana yang dialokasikan,” pungkasnya.
Sementara, Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Blitar, Fatatoh Hirony Ulya mengakui bahwa peringkat kontingen Blitar mengalami penurunan dibandingkan Porprov sebelumnya, dimana sempat menduduki posisi 10 besar.
“Iya, memang kalau dilihat dari peringkat, Kabupaten Blitar turun. Dibanding sebelumnya kita di 10 besar, saat ini di 14 besar,” kata Fatatoh.

Namun, Fatatoh menegaskan bahwa penurunan peringkat ini bukanlah indikasi kegagalan.
“Karena semua atlet dan cabang olahraga yang ada di Kabupaten Blitar berangkat semua dan menunjukkan perjuangannya,” tegasnya.
Dalam gelaran Porprov kali ini, KONI Kabupaten Blitar memberikan fasilitas yang lebih baik bagi para atlet, termasuk peningkatan uang saku dibandingkan dengan kegiatan sebelumnya.
Meski demikian, Fatatoh menyebutkan bahwa persiapan yang singkat, mulai dari Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) hingga Pra Porprov, menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi hasil kali ini.
“Mengingat pendeknya waktu, sehingga menjadi salah satu faktor kurangnya persiapan Kabupaten Blitar menghadapi Porprov dan terus kita evaluasi agar tahun depan kembali berjaya. (adv/za/mp)
















