- Polres Metro Jakarta Pusat Bekuk Pelaku Jambret Ponsel Milik WNA Jerman
- PDIP Majalengka Konsolidasi 343 Desa, Kekuatan Fraksi DPRD Disiapkan Bertambah
- Momentum Hari Buku Sedunia, H. Iing Misbahuddin Serukan Literasi Jadi Tameng Bangsa!
- Menkop Siapkan Kopdes Merah Putih Jadi Garda Terdepan Kedaulatan Pangan
- Bank Jakarta Boyong Dua Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026
- Polri Tangkap 2 Tersangka Jaringan Internasional Penjualan Phishing Tools
- Dari Afrika hingga Amerika Latin, Perebutan Kursi Tertinggi PBB Resmi Dimulai
- Kementerian UMKM Lepas Ekspor 24 Ton Gula Kelapa Organik ke Ghana Senilai Rp1,1 Miliar
- Purbaya Dorong Peran Swasta, Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melaju Lebih Tinggi
- Pupuk Subsidi Aman, Majalengka Tancap Gas Hadapi Kemarau Panjang MT II 2026
Momentum Hari Buku Sedunia, H. Iing Misbahuddin Serukan Literasi Jadi Tameng Bangsa!

Keterangan Gambar : Ketua Komisi III DPRD Majalengka H Iing Misbahuddin
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka, H. Iing Misbahuddin, melontarkan pesan kuat yang langsung menyedot perhatian publik nasional. Dalam momentum Hari Buku Sedunia, ia menegaskan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca, tetapi kunci utama membangun ketahanan bangsa di tengah ancaman masa depan.
Pesan itu disampaikan Iing saat melakukan kunjungan ke Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jumat (24/04/2026). Dalam unggahan resminya, ia menekankan bahwa kebiasaan membaca sejak dini adalah investasi jangka panjang untuk mencetak generasi kritis, adaptif, dan solutif.
"Literasi adalah jendela dunia. Dari sinilah kita membangun cara berpikir yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan, termasuk kebencanaan," tegasnya.
Baca Lainnya :
- PDIP Majalengka Konsolidasi 343 Desa, Kekuatan Fraksi DPRD Disiapkan Bertambah
- Momentum Hari Buku Sedunia, H. Iing Misbahuddin Serukan Literasi Jadi Tameng Bangsa!
- Pupuk Subsidi Aman, Majalengka Tancap Gas Hadapi Kemarau Panjang MT II 2026
- Digitalisasi ASN Dipercepat, Majalengka Terapkan E-Kinerja BKN untuk Perkuat Transparansi
- BAZNAS: Kartini Bukan Seremoni, Tapi Gerakan Besar Pemberdayaan Perempuan
Dalam kunjungan tersebut, Iing juga diingatkan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal kapasitas berpikir masyarakat. Menurutnya, penguasaan literasi menjadi fondasi penting dalam membangun kesadaran dan ketangguhan kolektif.
"Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Saya sendiri terus memperkaya diri dengan literasi agar bisa memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat," lanjutnya.
Pernyataan ini langsung menjadi sorotan, karena mengaitkan isu literasi dengan ketahanan nasional sebuah pendekatan yang dinilai relevan di tengah meningkatnya kompleksitas bencana dan tantangan global.
Di akhir pesannya, Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan buku sebagai sahabat dalam kehidupan sehari-hari.
"Mulailah dari hal sederhana membaca. Dari sana, kita bisa membangun masa depan yang lebih kuat," pungkasnya.
Momentum ini pun dinilai sebagai alarm penting bagi semua pihak bahwa literasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga masa depan bangsa.** (Agit)



.jpg)












