- Pabrik Uang Palsu Grade A Digerebek di Tangsel, Nilainya Capai Rp36 Miliar
- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
- Ciputra Life Bukukan Laba Rp99,3 Miliar, Premi Semester I 2026 Tumbuh 53 Persen
- Silaturahmi ke PDM Depok, Kapolres Christian Rony Putra Ajak Muhammadiyah Perkuat Kamtibmas
- Bursa Wirausaha Unggulan Hadir di Sumut, Kementerian UMKM Buka Akses Pasar dan Pembiayaan
- Dari Jakarta ke Flores, Kemenhub Salurkan Bantuan Korban Gempa Lewat Laut dan Udara
Kepala BK Perdag: Implementasi IA-CEPA Hadirkan Monash University di Indonesia untuk Peningkatan Daya Saing

MEGAPOLITANPOS.COM, Tangerang Selatan- Hadirnya Monash University sebagai Perguruan Tinggi Luar Negeri (PTLN) pertama di Indonesia sebagai implementasi kerja sama sektor jasa melalui kerangka Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) diharapkan dapat memenuhi kebutuhan jasa pendidikan tinggi dan upaya peningkatan daya saing sumber daya manusia(SDM) Indonesia.
Kehadiran PTLN diharapkan juga dapat menjadi pendorong bagi peningkatan kualitas intitusi pendidikan tinggi di dalam negeri sehingga bisa bersaing di pasar global.

Baca Lainnya :
- Wali Kota Blitar Raih Juara 3 Nasional Berkinerja Tinggi dari Mendagri
- Dari Dapur Nusantara ke Dunia: Tempe RI Resmi Ekspansi ke Chile
- Arab Saudi Larang Impor Unggas dan Telur dari Indonesia Mulai 1 Maret 2026
- Difasilitasi Kemendag, Dua UMKM Sukses Ekspor Perdana ke UEA
- ABPEDNAS Tegaskan Komitmen Transparansi Desa, Jaksa Agung Jadi Ketua Dewan Pembina
Demikian diutarakan Kepala Badan Kebijakan Perdagangan Kasan dalam pembukaan Gambir Trade Talk (GTT) #11 yang digelar di Monash University Indonesia, Tangerang Selatan, Banten pada hari ini, Kamis (26/10).
GTT #11 mengusung tema "Pemanfaatan Kerja Sama Jasa Pendidikan Tinggi dalam Kerangka IA-CEPA: Pengalaman Empiris".
"Sektor jasa pendidikan memiliki potensi besar yang belum tersentuh dibandingkan sektor jasa lainnya, seperti jasa kesehatan dan jasa keuangan. Hadirnya Monash University di Indonesia diharapkan dapat membuka peluang pengembangan sektor jasa pendidikan, meningkatkan kualitas SDM Indonesia, dan mendorong peningkatan kualitas perguruan tinggi di dalam negeri," ujar Kasan.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini juga didorong oleh kontribusi sektor jasa. Pada 2022, kontribusi sektor jasa terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 41,79 persen.
Lebih tinggi dari sektor industri (41,43 persen) dan sektor pertanian (12,40 persen). Meski demikian, peran sektor jasa pendidikan masih lebih rendah jika dibandingkan sektor jasa lainnya.
"Pengalaman empiris kehadiran Monash University Indonesia diharapkan dapat memberikan pembelajaran penting bagi kerja sama perdagangan melalui sektor jasa pendidikan.
Dengan demikian, kerja sama dapat membawa manfaat yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia," jelas Kasan.
Bagi Indonesia, peningkatan permintaan akan jasa pendidikan salah satunya dipenuhi melalui kerangka kerja sama perdagangan IA-CEPA. Dalam IA-CEPA, Indonesia dan Australia menyepakati untuk meningkatkan kapasitas pendidikan dan pelatihan vokasi.
Semenjak IA-CEPA ditandatangani pada 4 Maret 2019 dan diimplementasikan pada 5 Juli 2020 silam, sebuah institusi pendidikan asal Australia telah berdiri di Indonesia, yaitu Monash University di daerah Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan.
Kerja sama perdagangan jasa pendidikan tersebut dikategorikan dalam moda 3 (commercial presence). Artinya, insitusi pendidikan asal Australia menyediakan layanan jasa di dalam batas wilayah Indonesia. Bentuk kerja sama tersebut menunjukkan komitmen pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kualitas pendidikan di dalam negeri.
Lebih lanjut, Kasan juga menerangkan, melalui kerangka IA-CEPA, penyedia jasa pendidikan asing dapat melakukan seluruh kegiatan operasionalnya di Indonesia. Hadirnya perguruan tinggi asing di Indonesia ini diharapkan tidak hanya menyediakan program studi dengan pelayanan dan mutu tinggi, namun juga dapat membangun kolaborasi dan menjadi pendorong bagi universitas dalam tinggi, namun juga dapat membangun kolaborasi dan menjadi pendorong bagi universitas dalam negeri untuk turut meningkatkan kompetensinya.
"Kehadiran penyedia jasa pendidikan tinggi Australia di Indonesia diharapkan dapat berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Masuknya institusi perguruan tinggi asing juga harus diiringi dengan jaminan kualitas penyediaan jasa dimaksud sehingga turut meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia," terang Kasan.(Reporter Achmad Sholeh)



.jpg)
.jpg)












