- Kwarcab Pramuka Majalengka Libatkan 808 Peserta dalam JOTA-JOTI 2026
- Mengenal Bhumi ATR/BPN, Cara Menelusuri Informasi Pertanahan Lewat Peta Digital.
- Patroli Bersama Pwrsonil Kodim dan Komduk Jaga Stabilitas Kamtibmas.
- Gelaran Soekarno Run 2026 Wariskan Semangat Juang Putra Sang Fajar.
- Soroti Nasib Warga Lahei, Waket II DPRD Barito Utara Siap Cek Langsung Jalan Hauling
- Koramil 03/Legok Gelar Karya Bakti Gerakan Nasional Indonesia Asri di Desa Palasari
- Satgas TMMD ke-130 Kodim 0510/Tigaraksa Laksanakan Pembongkaran RTLH Milik Ibu Sukesti.
- Perkuat Sinergitas Wilayah, Pangkogabwilhan II Terima Kunjungan Dankodaeral XIII dan Danlanal Balikpapan
- Tak Kenal Lelah, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0510/Tigaraksa Cor Jalan hingga Malam Hari.
- MHX Jakarta 2026 Hadirkan Lebih Banyak Rumah Sakit dan Pilihan Wisata Medis Unggulan
Kecewa dikhianati, Para Kader Partai Demokrat Depok Turunkan Baliho Anies

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Sejumlah baliho dan spanduk berisi gambar Anies Baswedan yang dipasang Partai Demokrat Depok diturunkan. Hal itu merupakan buntut dari kekecewaan para kader Demokrat, karena Anies justru berpasangan dengan Muhaimin Iskandar sebagai cawapres untuk maju di Pilpres 2024.
Tidak hanya diturunkan, baliho dan spanduk Anies Baswedan juga di sobek menggunakan pisau oleh para kader Demokrat Kota Depok.
Ketua DPC Demokrat Kota Depok, Edi Sitorus mengatakan, seluruh kader Demokrat Depok kecewa dengan sikap Anies. Pasalnya Anies sudah membentuk koalisi baru dengan PKB. Keputusan itu dianggap menyakiti hati para kader dan simpatisan Partai Demokrat.
Baca Lainnya :
- Jiham Nur Hadiri Groundbreaking Jembatan Lahei, Dorong Infrastruktur Buka Akses Ekonomi Masyarakat
- Maman Imanul Haq Ungkap Alasan Rocky Gerung Layak Dekat Prabowo
- Dua Moment Penting Rangkum Kebersamaan Kader DPC Partai Demokrat, Taget 6 Kursi Parlemen
- M.Rifa\'i : Musancab Targetkan 14 Kursi Parlemen Pemilu 2029 PKB Kabupaten Blitar Kembali Berjaya
- Harlah ke 25, DPC Demokrat Kabupaten Blitar Pelopori Gerakan Indonesia Asri di Pantai Pasur
Hari ini kita dapat informasi dari DPP semacam satu rilis, bahwa memang ternyata ada koalisi baru antara Nasdem dan PKB. Anies sebagai presidennya kemudian Cak Imin sebagai wakil presidennya,” katanya, Sabtu (2/9/2023).
Munculnya duet Anies-Cak Imin secara tiba-tiba telah membuat seluruh kader Demokrat kaget. Edi Sitorus mengatakan, Anies tidak memiliki etika dengan bersedia bergabung dalam koalisi baru tersebut. Padahal koalisi mendukung Anies-AHY sudah sejak lama dibentuk.
Wah, kalau dibilang sakit hati, sangat sakit hati. Ini persoalannya adalah bukan masalah Mas AHY tidak jadi bakal calon wakil presiden, tetapi koalisi ini terbentuk satu tahun lamanya. Kita selalu mengikuti acara-acara di mana ada Anies kita selalu hadir. Tetapi kemarin, kita mendengar menjelang Magrib habis rapat, kita mendengar rilis dari DPP bahwa ada semacam pengkhianatan lah dari Anies kepada kita,” tegasnya.
Menurutnya, Anies bukanlah pemimpin yang baik. Seluruh kader merasa telah dikhianati oleh Anies.
“Jadi bukan dikhianati lagi, tapi sesuatu yang tidak ada etika. Harusnya kan ada komunikasi yang baik lah kepada kita Demokrat,” tegasnya.
Sebagai kader, dia berharap agar partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu segera keluar dari koalisi dengan Nasdem. Alasannya, kata Edi, percuma mengikuti langkah Partai Nasdem yang dianggap sudah menelikung.
Kalau harapan dari saya kalau ini memang sudah dilakukan oleh Nasdem, saya pikir juga percuma kita mengikutinya. Karena sudah di awal tidak menunjukkan dia sebagai orang yang punya kompetensi bertanggung jawab, dia sebagai pemimpin termasuk Anies ya ngapain kita berada di dalamnya. Saya berharap sebagai kader untuk Demokrat keluar koalisi,” tutupnya.(Reporter Achmad Sholeh)

.jpg)







.jpg)






