- Jakarta Fair 2026 Tembus 4 Juta Pengunjung, JIEXPO Optimistis Capai Target 6 Juta
- Ketua MUI Periuk Yang Baru KH.Muhammad Yasin ,S.Pd Silaturahmi Ke Empat Tokoh Masyarakat
- Pakar Hukum Trisakti: Ancaman terhadap Polisi Saat Bertugas Tak Bisa Ditoleransi
- Pemerintah Perkuat Keamanan Penerbangan Perintis Usai Pembakaran Pesawat AMA di Yahukimo
- DPR Apresiasi BNN dan Polda Jatim Usai Gagalkan Peredaran 3,37 Ton Ganja di Gresik
- Ratusan Mahasiswa LSPR Tampilkan Ekosistem Project-Base Learning melalui COMMFEST 2026 di SMESCO
- PB. Formula: Hukum Cenderung Tajam Ke Bawah Tapi Tumpul Ke Atas
- Maruarar Siraid : Oktober BRI Segera Luncurkan Pinjaman KUR Tanpa Bunga untuk UMKM
- Kunjungan Menteri PKP Berkah untuk Warga Blitar, Tambah Kuota 444 Unit RTLH
- Gerindra Majalengka Gaspol Kaderisasi, 100 Calon Kader Dilepas
Kecewa dikhianati, Para Kader Partai Demokrat Depok Turunkan Baliho Anies

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Sejumlah baliho dan spanduk berisi gambar Anies Baswedan yang dipasang Partai Demokrat Depok diturunkan. Hal itu merupakan buntut dari kekecewaan para kader Demokrat, karena Anies justru berpasangan dengan Muhaimin Iskandar sebagai cawapres untuk maju di Pilpres 2024.
Tidak hanya diturunkan, baliho dan spanduk Anies Baswedan juga di sobek menggunakan pisau oleh para kader Demokrat Kota Depok.
Ketua DPC Demokrat Kota Depok, Edi Sitorus mengatakan, seluruh kader Demokrat Depok kecewa dengan sikap Anies. Pasalnya Anies sudah membentuk koalisi baru dengan PKB. Keputusan itu dianggap menyakiti hati para kader dan simpatisan Partai Demokrat.
Baca Lainnya :
- Mohammad Zainul Ichwan Resmi Pimpin DPC PKB Kota Blitar
- M Rifa\'i Nahkodai Ketua DPC Kabupaten Blitar Periode 2026 - 2031
- M. Rifa\'i: Idhul Kurban Landasi Semangat Kebersamaan dalam Kebhinekaan
- Makna Kartini Masa Kini, DPR Soroti Pendidikan Perempuan dan Ketahanan Keluarga
- H. Iing Misbahuddin Sebut Halal Bihalal PKS Wadah Satukan Visi Bangun Majalengka
Hari ini kita dapat informasi dari DPP semacam satu rilis, bahwa memang ternyata ada koalisi baru antara Nasdem dan PKB. Anies sebagai presidennya kemudian Cak Imin sebagai wakil presidennya,” katanya, Sabtu (2/9/2023).
Munculnya duet Anies-Cak Imin secara tiba-tiba telah membuat seluruh kader Demokrat kaget. Edi Sitorus mengatakan, Anies tidak memiliki etika dengan bersedia bergabung dalam koalisi baru tersebut. Padahal koalisi mendukung Anies-AHY sudah sejak lama dibentuk.
Wah, kalau dibilang sakit hati, sangat sakit hati. Ini persoalannya adalah bukan masalah Mas AHY tidak jadi bakal calon wakil presiden, tetapi koalisi ini terbentuk satu tahun lamanya. Kita selalu mengikuti acara-acara di mana ada Anies kita selalu hadir. Tetapi kemarin, kita mendengar menjelang Magrib habis rapat, kita mendengar rilis dari DPP bahwa ada semacam pengkhianatan lah dari Anies kepada kita,” tegasnya.
Menurutnya, Anies bukanlah pemimpin yang baik. Seluruh kader merasa telah dikhianati oleh Anies.
“Jadi bukan dikhianati lagi, tapi sesuatu yang tidak ada etika. Harusnya kan ada komunikasi yang baik lah kepada kita Demokrat,” tegasnya.
Sebagai kader, dia berharap agar partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu segera keluar dari koalisi dengan Nasdem. Alasannya, kata Edi, percuma mengikuti langkah Partai Nasdem yang dianggap sudah menelikung.
Kalau harapan dari saya kalau ini memang sudah dilakukan oleh Nasdem, saya pikir juga percuma kita mengikutinya. Karena sudah di awal tidak menunjukkan dia sebagai orang yang punya kompetensi bertanggung jawab, dia sebagai pemimpin termasuk Anies ya ngapain kita berada di dalamnya. Saya berharap sebagai kader untuk Demokrat keluar koalisi,” tutupnya.(Reporter Achmad Sholeh)

















