- Ateng Sutisna Luncurkan Website Resmi, Buka Kanal Aspirasi Warga Jabar IX
- Program SAE Ramadhan Fest 2026 Kiat Anggia Emarini Majukan Pelaku UMKM Blitar
- Sidak Lampu Hias Kota Muara Teweh, Bupati Pastikan Suasana Ramadhan dan Jelang Lebaran Semarak
- Hangatkan Kebersamaan Ramadhan, Bupati Barito Utara Buka Puasa Bersama PAKUWOJO
- Dari Majalengka untuk Indonesia: Program Gentengisasi Rumah Rakyat Era Presiden Prabowo Dimulai
- Muscab X Pramuka Barito Utara Digelar, Bupati Tekankan Pembinaan Karakter Generasi Muda
- Operasi Ketupat Jaya 2026 Siagakan 6.802 Personel Gabungan
- Milad Ke-4 AKSARA Jadi Ajang Silaturahmi Warga dan Tokoh Masyarakat di Bekasi
- Ancaman Dunia Maya Mengintai Anak, Diskominfo Majalengka Dukung PP Tunas
- DPR Soroti Risiko Fiskal 2026, Program Makan Bergizi Gratis Bisa Disesuaikan
Geger, Sosok Wanita di Temukan Tewas Tanpa Identitas Dipinggir Jalan Ternyata Warga Kediri

Keterangan Gambar : Kondisi Korban di evakuasi oleh petugas.
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Warga masyarakat desa Popoh Kecamatan Selopuro geger atas penemuan sosok mayat perempuan tergeletak di pinggir jalan umum dengan posisi membujur kaku pada Senin pagi ( 07/07/25 ). dari hasil identifikasi sosok jenazah itu ternyata seorang perempuan usia 21 tahunan dan beragama islam.
Warga asal, Dsn. Purworejo rt. 003 rw 008 Dusun Punjul Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Warga menemukan di pinggir jalan depan rumah warga Desa Popoh Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar.
Baca Lainnya :
- Ateng Sutisna Luncurkan Website Resmi, Buka Kanal Aspirasi Warga Jabar IX
- Dari Majalengka untuk Indonesia: Program Gentengisasi Rumah Rakyat Era Presiden Prabowo Dimulai
- Ancaman Dunia Maya Mengintai Anak, Diskominfo Majalengka Dukung PP Tunas
- Majalengka Gaungkan Gerakan Sedekah Anak, Bupati Eman Suherman Tekankan Nilai Kepedulian Sosial
- Salurkan 200 Becak Listrik Banpres Presiden ini Pesan Bupati Blitar Rijanto
Diungkapkan oleh Kasubsi PIDM Sihumas Putut Siswahyudi mengatakan, sosok perempuan dengan ciri tato bertuliskan dea di lengan kiri.
"Warga yang pertama kali melihat bernama Sutiyah yang pada Senin pagi hari sekitar pukul 06.00 wib sedang menyapu di depan halaman rumahnya dengan kondisi tergeletak. Awalnya dirinya mengira Orang Dalam Gejala Kejiwaan (ODGJ) atau yang tengah mabuk," ungkapnya.
Ia menambahkan, seketika itu ia memanggil tetangga untuk bersama sama ke lokasi kejadian, setelahnya dipastikan kondisinya sudah meninggal dunia.
"Dengan ciri lainya korban mengenakan jaket sweater warna hijau, kaos motif bertuliskan fighter ini membujur dengan posisi kepala di sebelah barat dan kaki di sebelah timur posisi terlentang dengan bercak luka di wajah.
"Selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan ke Kepala Desa Popoh dan melaporkan ke pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut,” ucap Putut.
Hingga berira ini diturunkan Korban jenis kelamin perempuan ini belum diketahui motif asal mulanya kejadianya.
Dengan ciri-ciri: Kelamin perempuan, mengenakan jaket hijau daun, kaos hitam bertulis figther netral, celana jean biru dongker, pergelangan tangan kanan tato selembar bulu, tangan kiri tato nama Dita okta, kaki kanan bertato doraemon diatas pergelangan kaki. Jenazah diamankan dirumah sekit terdekat untuk di indentifkasi.
Kasubsi PIDM Sihumas Putut Siswahyudi menjelaskan, saat didatangi petugas di TKP. Korban berada di bahu Jalan raya Desa Popoh Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar dengan jarak sekitar 1,3 Meter dari jalan raya.
"Saat datang di TKP sudah ada beberapa warga berada di sekitar TKP dan posisi korban terlentang dengan kepala mengarah timur kaki ke barat,tidak diketemukan barang milik korban di sekitaran TKP,” jelasnya.
Polisi setelah menerima laporan, melakukan, Olah TKP dan melakukan Introgasi Saksi-saksi di sekitar TKP. Serta mencek CCTV di sekitar TKP, membawa korban ke RS Wlingi Untuk VER untuk tindakan penyelidikan lebih lanjut.
Putut juga menambahkan bahwa korban yang sedang berada di kamar jenazah RSUD Ngudi Waluyo Wlingi sudah diketemukan oleh pihak keluarga, dan menyatakan bahwa benar DTO adalah anggota keluarganya.
"Untuk proses aotupsi kami sedang menunggu koordinasi dengan Polres Kediri dan rumah sakit Bhayangkara," pungkasnya. ** (za/mp)
















