- Menkop Perkuat Koordinasi untuk Pastikan Kesiapan Operasionalisasi KDKMP
- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
- Kementerian UMKM Perkuat Pemulihan UMKM Aceh melalui Akses Pasar Digital dan Dukungan Pengembangan Usaha
- PERINTIS 10 Hari Mulai Diterapkan, Kantah Kabupaten Tangerang Hadirkan Layanan Peralihan Hak yang Lebih Cepat dan Mudah.
- 14 Samsat Polda Metro Kunjungi Taman Kanak-kanak, Hadirkan Sosok Polisi yang Bersahabat
- Mulyani Dukung Deteksi Dini Kanker Serviks, Apresiasi Gerakan Perempuan Sadar Sehat di Pasir Kuda
- DPMPTSP Barito Utara Paparkan Lima Manfaat Perizinan bagi Pelaku Usaha Mikro
- Buka Bimtek Perizinan Usaha Berbasis Risiko dan LKPM, Wabup Tekankan Pemahaman Pelaku Usaha Terhadap OSS-RBA
- Dua Pria Pelaku Pembunuhan Berencana di Pinang Ranti Jaktim Berhasil Ditangkap
Geger, Sosok Wanita di Temukan Tewas Tanpa Identitas Dipinggir Jalan Ternyata Warga Kediri

Keterangan Gambar : Kondisi Korban di evakuasi oleh petugas.
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Warga masyarakat desa Popoh Kecamatan Selopuro geger atas penemuan sosok mayat perempuan tergeletak di pinggir jalan umum dengan posisi membujur kaku pada Senin pagi ( 07/07/25 ). dari hasil identifikasi sosok jenazah itu ternyata seorang perempuan usia 21 tahunan dan beragama islam.
Warga asal, Dsn. Purworejo rt. 003 rw 008 Dusun Punjul Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Warga menemukan di pinggir jalan depan rumah warga Desa Popoh Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar.
Baca Lainnya :
- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Diduga Hubungan Arus Pendek Listrik Pemilik Toko Bangunan di Gandusari Rugi Ratusan Juta Toko Ludes Terbakar.
- Pengeroyokan Brutal di Majalengka, 4 Orang Diamankan, 3 Diburu
- Harga Cabai Bikin Dapur Tertekan, Bupati Majalengka Ajak Warga Menanam
- Baznas Majalengka Siapkan 10 Masjid Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat
Diungkapkan oleh Kasubsi PIDM Sihumas Putut Siswahyudi mengatakan, sosok perempuan dengan ciri tato bertuliskan dea di lengan kiri.
"Warga yang pertama kali melihat bernama Sutiyah yang pada Senin pagi hari sekitar pukul 06.00 wib sedang menyapu di depan halaman rumahnya dengan kondisi tergeletak. Awalnya dirinya mengira Orang Dalam Gejala Kejiwaan (ODGJ) atau yang tengah mabuk," ungkapnya.
Ia menambahkan, seketika itu ia memanggil tetangga untuk bersama sama ke lokasi kejadian, setelahnya dipastikan kondisinya sudah meninggal dunia.
"Dengan ciri lainya korban mengenakan jaket sweater warna hijau, kaos motif bertuliskan fighter ini membujur dengan posisi kepala di sebelah barat dan kaki di sebelah timur posisi terlentang dengan bercak luka di wajah.
"Selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan ke Kepala Desa Popoh dan melaporkan ke pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut,” ucap Putut.
Hingga berira ini diturunkan Korban jenis kelamin perempuan ini belum diketahui motif asal mulanya kejadianya.
Dengan ciri-ciri: Kelamin perempuan, mengenakan jaket hijau daun, kaos hitam bertulis figther netral, celana jean biru dongker, pergelangan tangan kanan tato selembar bulu, tangan kiri tato nama Dita okta, kaki kanan bertato doraemon diatas pergelangan kaki. Jenazah diamankan dirumah sekit terdekat untuk di indentifkasi.
Kasubsi PIDM Sihumas Putut Siswahyudi menjelaskan, saat didatangi petugas di TKP. Korban berada di bahu Jalan raya Desa Popoh Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar dengan jarak sekitar 1,3 Meter dari jalan raya.
"Saat datang di TKP sudah ada beberapa warga berada di sekitar TKP dan posisi korban terlentang dengan kepala mengarah timur kaki ke barat,tidak diketemukan barang milik korban di sekitaran TKP,” jelasnya.
Polisi setelah menerima laporan, melakukan, Olah TKP dan melakukan Introgasi Saksi-saksi di sekitar TKP. Serta mencek CCTV di sekitar TKP, membawa korban ke RS Wlingi Untuk VER untuk tindakan penyelidikan lebih lanjut.
Putut juga menambahkan bahwa korban yang sedang berada di kamar jenazah RSUD Ngudi Waluyo Wlingi sudah diketemukan oleh pihak keluarga, dan menyatakan bahwa benar DTO adalah anggota keluarganya.
"Untuk proses aotupsi kami sedang menunggu koordinasi dengan Polres Kediri dan rumah sakit Bhayangkara," pungkasnya. ** (za/mp)

.jpg)


.jpg)





.jpg)





