- Memperluas Akses Pendidikan Bagi Masyarakat, Pemprov DKI Mulai Merealisasikan Program Sekolah Swasta Gratis
- Festival Walet Emas 2026 Jadi Ajang Silaturahmi Akbar Warga Kebumen di Jakarta Timur
- Pamit ke ATM, Motor Dibawa Kabur! Aksi Licik Curanmor PCX di Majalengka Berakhir Diborgol Polisi
- Raker ke- X Forwat digelar, Usung Program Kerja dan Kaderisasi Organisasi
- Trijanto : Maraknya Politik Uang Tanda Hancurnya Demokrasi Pancasila
- Menkop Sebut, Kopdes di NTT akan Menjadi Ekosistem Baru Ekonomi
- HUT ke-65 Bank Jakarta Diwarnai Aksi Sosial untuk Sahabat Disabilitas
- KUR Rp32,73 Triliun Mengalir ke Pertanian, Bukti Dukungan Pemerintah untuk UMKM
- Amran Sulaiman: Ketahanan Pangan Menguat, Cadangan Beras Indonesia Capai 5 Juta Ton
- Rayakan HUT Kota Depok, Kantor Imigrasi Buka Layanan Paspor Simpatik 25-26 April 2026
Geger, Sosok Wanita di Temukan Tewas Tanpa Identitas Dipinggir Jalan Ternyata Warga Kediri

Keterangan Gambar : Kondisi Korban di evakuasi oleh petugas.
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Warga masyarakat desa Popoh Kecamatan Selopuro geger atas penemuan sosok mayat perempuan tergeletak di pinggir jalan umum dengan posisi membujur kaku pada Senin pagi ( 07/07/25 ). dari hasil identifikasi sosok jenazah itu ternyata seorang perempuan usia 21 tahunan dan beragama islam.
Warga asal, Dsn. Purworejo rt. 003 rw 008 Dusun Punjul Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Warga menemukan di pinggir jalan depan rumah warga Desa Popoh Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar.
Baca Lainnya :
- Pamit ke ATM, Motor Dibawa Kabur! Aksi Licik Curanmor PCX di Majalengka Berakhir Diborgol Polisi
- Trijanto : Maraknya Politik Uang Tanda Hancurnya Demokrasi Pancasila
- Keruntuhan yang Sunyi : Alarm Keras Komisi III DPRD Majalengka dari Jebakan Utang hingga Pembangunan
- PDIP Majalengka Konsolidasi 343 Desa, Kekuatan Fraksi DPRD Disiapkan Bertambah
- Momentum Hari Buku Sedunia, H. Iing Misbahuddin Serukan Literasi Jadi Tameng Bangsa!
Diungkapkan oleh Kasubsi PIDM Sihumas Putut Siswahyudi mengatakan, sosok perempuan dengan ciri tato bertuliskan dea di lengan kiri.
"Warga yang pertama kali melihat bernama Sutiyah yang pada Senin pagi hari sekitar pukul 06.00 wib sedang menyapu di depan halaman rumahnya dengan kondisi tergeletak. Awalnya dirinya mengira Orang Dalam Gejala Kejiwaan (ODGJ) atau yang tengah mabuk," ungkapnya.
Ia menambahkan, seketika itu ia memanggil tetangga untuk bersama sama ke lokasi kejadian, setelahnya dipastikan kondisinya sudah meninggal dunia.
"Dengan ciri lainya korban mengenakan jaket sweater warna hijau, kaos motif bertuliskan fighter ini membujur dengan posisi kepala di sebelah barat dan kaki di sebelah timur posisi terlentang dengan bercak luka di wajah.
"Selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan ke Kepala Desa Popoh dan melaporkan ke pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut,” ucap Putut.
Hingga berira ini diturunkan Korban jenis kelamin perempuan ini belum diketahui motif asal mulanya kejadianya.
Dengan ciri-ciri: Kelamin perempuan, mengenakan jaket hijau daun, kaos hitam bertulis figther netral, celana jean biru dongker, pergelangan tangan kanan tato selembar bulu, tangan kiri tato nama Dita okta, kaki kanan bertato doraemon diatas pergelangan kaki. Jenazah diamankan dirumah sekit terdekat untuk di indentifkasi.
Kasubsi PIDM Sihumas Putut Siswahyudi menjelaskan, saat didatangi petugas di TKP. Korban berada di bahu Jalan raya Desa Popoh Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar dengan jarak sekitar 1,3 Meter dari jalan raya.
"Saat datang di TKP sudah ada beberapa warga berada di sekitar TKP dan posisi korban terlentang dengan kepala mengarah timur kaki ke barat,tidak diketemukan barang milik korban di sekitaran TKP,” jelasnya.
Polisi setelah menerima laporan, melakukan, Olah TKP dan melakukan Introgasi Saksi-saksi di sekitar TKP. Serta mencek CCTV di sekitar TKP, membawa korban ke RS Wlingi Untuk VER untuk tindakan penyelidikan lebih lanjut.
Putut juga menambahkan bahwa korban yang sedang berada di kamar jenazah RSUD Ngudi Waluyo Wlingi sudah diketemukan oleh pihak keluarga, dan menyatakan bahwa benar DTO adalah anggota keluarganya.
"Untuk proses aotupsi kami sedang menunggu koordinasi dengan Polres Kediri dan rumah sakit Bhayangkara," pungkasnya. ** (za/mp)















