- BEN Carnival 5 Kota Blitar Potret Kebhinekaan Adat Budaya 37 Provinsi Tampil Memukau
- Kualitas Udara Memburuk, Ketua Komisi I DPRD Barito Utara Imbau Warga Waspadai Dampak Karhutla
- Pabrik Uang Palsu Grade A Digerebek di Tangsel, Nilainya Capai Rp36 Miliar
- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
- Ciputra Life Bukukan Laba Rp99,3 Miliar, Premi Semester I 2026 Tumbuh 53 Persen
- Silaturahmi ke PDM Depok, Kapolres Christian Rony Putra Ajak Muhammadiyah Perkuat Kamtibmas
Geger, Sosok Wanita di Temukan Tewas Tanpa Identitas Dipinggir Jalan Ternyata Warga Kediri

Keterangan Gambar : Kondisi Korban di evakuasi oleh petugas.
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Warga masyarakat desa Popoh Kecamatan Selopuro geger atas penemuan sosok mayat perempuan tergeletak di pinggir jalan umum dengan posisi membujur kaku pada Senin pagi ( 07/07/25 ). dari hasil identifikasi sosok jenazah itu ternyata seorang perempuan usia 21 tahunan dan beragama islam.
Warga asal, Dsn. Purworejo rt. 003 rw 008 Dusun Punjul Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Warga menemukan di pinggir jalan depan rumah warga Desa Popoh Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar.
Baca Lainnya :
- BEN Carnival 5 Kota Blitar Potret Kebhinekaan Adat Budaya 37 Provinsi Tampil Memukau
- Anggota Damkar Positif Narkoba, Dinas Terkait Tes Urine Massal Untuk Pegawai
- Diduga Lalai Mematikan Kompor LPG Warung Pujasera Istana Gebang Nyaris Ludes Terbakar
- Ketua DPRD : Kehormatan Besar, Membaca Teks Proklamasi HUT RI ke 81
- KTH Blitar Marah Kerahkan Massa Gruduk Perhutani Tuntut Penyelesaian Masalah 90 Hari
Diungkapkan oleh Kasubsi PIDM Sihumas Putut Siswahyudi mengatakan, sosok perempuan dengan ciri tato bertuliskan dea di lengan kiri.
"Warga yang pertama kali melihat bernama Sutiyah yang pada Senin pagi hari sekitar pukul 06.00 wib sedang menyapu di depan halaman rumahnya dengan kondisi tergeletak. Awalnya dirinya mengira Orang Dalam Gejala Kejiwaan (ODGJ) atau yang tengah mabuk," ungkapnya.
Ia menambahkan, seketika itu ia memanggil tetangga untuk bersama sama ke lokasi kejadian, setelahnya dipastikan kondisinya sudah meninggal dunia.
"Dengan ciri lainya korban mengenakan jaket sweater warna hijau, kaos motif bertuliskan fighter ini membujur dengan posisi kepala di sebelah barat dan kaki di sebelah timur posisi terlentang dengan bercak luka di wajah.
"Selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan ke Kepala Desa Popoh dan melaporkan ke pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut,” ucap Putut.
Hingga berira ini diturunkan Korban jenis kelamin perempuan ini belum diketahui motif asal mulanya kejadianya.
Dengan ciri-ciri: Kelamin perempuan, mengenakan jaket hijau daun, kaos hitam bertulis figther netral, celana jean biru dongker, pergelangan tangan kanan tato selembar bulu, tangan kiri tato nama Dita okta, kaki kanan bertato doraemon diatas pergelangan kaki. Jenazah diamankan dirumah sekit terdekat untuk di indentifkasi.
Kasubsi PIDM Sihumas Putut Siswahyudi menjelaskan, saat didatangi petugas di TKP. Korban berada di bahu Jalan raya Desa Popoh Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar dengan jarak sekitar 1,3 Meter dari jalan raya.
"Saat datang di TKP sudah ada beberapa warga berada di sekitar TKP dan posisi korban terlentang dengan kepala mengarah timur kaki ke barat,tidak diketemukan barang milik korban di sekitaran TKP,” jelasnya.
Polisi setelah menerima laporan, melakukan, Olah TKP dan melakukan Introgasi Saksi-saksi di sekitar TKP. Serta mencek CCTV di sekitar TKP, membawa korban ke RS Wlingi Untuk VER untuk tindakan penyelidikan lebih lanjut.
Putut juga menambahkan bahwa korban yang sedang berada di kamar jenazah RSUD Ngudi Waluyo Wlingi sudah diketemukan oleh pihak keluarga, dan menyatakan bahwa benar DTO adalah anggota keluarganya.
"Untuk proses aotupsi kami sedang menunggu koordinasi dengan Polres Kediri dan rumah sakit Bhayangkara," pungkasnya. ** (za/mp)
















