- PRSI Ucapkan Selamat Nyepi, Perkuat Komitmen Program Robotika untuk Negeri
- Pastikan Kesiapan Lebaran, Bupati Barito Utara Cek Tiga Pos Strategis
- Politisi Nasdem, Hj Nety Herawati Ingatkan Pemudik Utamakan Keselamatan
- Hilal Tak Terlihat, Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 pada 21 Maret
- Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 Hijriah pada Sabtu 21 Maret
- Kemenhub Berangkatkan 303 Peserta Mudik Gratis Lebaran 2026 Ramah Anak dan Disabilitas Moda Kereta Api
- Legislator DPR RI Ateng Sutisna Hadirkan Posko Mudik Gratis di Pantura Subang - Pamanukan
- Ateng Sutisna Soroti Target Nol Open Dumping 2026, Dorong Reformasi Total dan Solusi RDF Berbasis Desa
- DI Pasar, Babinsa Cek Stabilitas Harga Sembako Jelang Lebaran
- Sambut Tahun Baru Saka 1948, Umat Hindu Tempek Kelapadua Depok Gelar Persembahyangan
Dukung Swasembada Pangan, Kepala Bapanas Berkomitemen Jaga Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi Lewat Pasokan dan Stabilitas Harga

Keterangan Gambar : Kepala Badan Pangan Nasioanal/National Food Agency (NFA), Arief Prasetyo Adi
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta-- Kepala Badan Pangan Nasioanal/National Food Agency (NFA), Arief Prasetyo Adi berkomitmen akan menjaga pertumbuhan ekonomi dan juga mengendalikan inflasi melalui pasokan cadangan pangan dan juga stabilitas harga di pasaran.
Menurut Arief, inflasi dan pertumbuhan ekonomi adalah dua hal yang menjadi atensi Presiden Prabowo Subianto dalam mengimplementasikan visi besar Asta Cita terutama yang berkaitan dengan produksi dan ketahanan pangan.
“Bapak Presiden menyampaikan dengan inflasi kita yang sangat terjaga di 1,55 persen, kemudian pertumbuhan ekonomi di 5,01 persen, itu memang bahwa kita harus menjaganya. Dan beliau juga sampaikan pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi ini menjadi salah satu yang terbaik di dunia,” ujar Arief usai mengikuti penyerahan DIPA di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 10 Desember 2024.
Baca Lainnya :
- Menkop: Eksistensi Kopdes Merah Putih Merupakan Implementasi Dari Prabowonomics
- PP PERISAI Syarikat Islam Dukung Polri Tetap di Bawah Komando Presiden
- 166 Titik Sekolah Rakyat Beroperasi, BNI Perkuat Inklusi Keuangan Pendidikan Nasional
- Kementerian Pertanian Pastikan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Sumatera Barat Segera Tersalurkan
- Kemenkop Pastikan Koperasi Sektor Produksi Siap Penuhi Kebutuhan Bahan Baku SPPG
Selain itu, kata Arief, Presiden juga menegaskan pentingnya komitmen antar kementerian dan lembaga dalam menjaga produksi nasional untuk mempercepat swasembada pangan seperti yang ditargetkan dalam waktu 3-4 tahun ke depan.
“Bapak Presiden mengatakan bahwa swasembada pangan itu wajib buat kita, jadi swasembada pangan yg menyeluruh mulai dari provinsi kemudian kabupaten sampai tingkat kecamatan. Beliau menyampaikan bahwa kearifan leluhur kita dulu, setiap desa itu punya lumbung-lumbung pangan. setiap rumah rumah di desa itu dulu punya cadangan pangan sendiri, nah itu semua yang tadi beliau sampaikan,” katanya.
“Yang terpenting kita harus dorong produksi dalam negeri, jadi apa apa yang menjadi kebutuhan masyakarat itu memang yang bisa ditanam di Indonesia memang harus diproduksi di Indonesia. Ini persis dengan arahan beliau kemarin dalam rapat inflasi Kementerian Dalam Negeri,” jelasnya.( Reporter: Achmad Sholeh Alek).

















