- Warung Tiwul hingga Sate Taichan Ludes, UMKM Rasakan Manfaat Kumpul Bersama Rakyat
- Kumpul Bersama Rakyat, Menteri UMKM Ajak Perkuat Solidaritas dan Satukan Semangat Kemerdekaan
- Ketua DPRD : Kehormatan Besar, Membaca Teks Proklamasi HUT RI ke 81
- KTH Blitar Marah Kerahkan Massa Gruduk Perhutani Tuntut Penyelesaian Masalah 90 Hari
- Sebanyak 19 Ribu keluarga Miskin PBP Kota Blitar Menerima Bantuan
- Dandim 0808 Blitar Usai Upacara HUT RI ke 81 Lanjut Ziarah ke Makam Bung Karno
- Kenakan Pita Hitam, 9 Ribu Personel Gabungan TNI Polri Kawal 47 Kegiatan Termasuk Demo di Jakarta
- Polda Metro Peduli Korban Gempa NTT, Kirim 12 Truk Bantuan Kemanusiaan
- Komisi Ii DPRD Kota Tangerang Apresiasi Program CKG
- Semangat Kemerdekaan Menggema di Barito Utara, Merah Putih Berkibar di Arena Tiara Batara
Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 Hijriah pada Sabtu 21 Maret
Idul Fitri 1447 Hijriah

Keterangan Gambar : Menteri Agama RI Nasaruddin Umar saat membacakan hasil sidang isbat yang menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026.(Ist)
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Agama RI (Kemenag) menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu (21/3/2026). Penetapan tersebut disampaikan Menteri Agama RI Nasaruddin Umar sesuai pelaksanaan sidang isbat di Auditorium H M Rasjidi, Gedung Kemenag, Jakarta, Kamis (19/3/2026) malam.
"Disepakati 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu 21 Maret 2025," kata Nasaruddin Umar.
Adapun penetapan didasarkan pada posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia. Diungkap hilal belum memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh MABIMS untuk penentuan awal bulan Syawal 1447 Hijriah.
Baca Lainnya :
- Warung Tiwul hingga Sate Taichan Ludes, UMKM Rasakan Manfaat Kumpul Bersama Rakyat
- Kumpul Bersama Rakyat, Menteri UMKM Ajak Perkuat Solidaritas dan Satukan Semangat Kemerdekaan
- Ketua DPRD : Kehormatan Besar, Membaca Teks Proklamasi HUT RI ke 81
- KTH Blitar Marah Kerahkan Massa Gruduk Perhutani Tuntut Penyelesaian Masalah 90 Hari
- Sebanyak 19 Ribu keluarga Miskin PBP Kota Blitar Menerima Bantuan
Hal tersebut disampaikan anggota Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama (Kemenag) Cecep Nurwendaya dalam seminar sidang isbat di Kantor Kemenag, Jakarta, Kamis (19/3/2026).
Dijelaskan Cecep, berdasarkan perhitungan astronomi (hisab), ketinggian hilal di Indonesia berada pada rentang 0,91 derajat hingga 3,13 derajat. Sementara itu, elongasi atau jarak sudut antara bulan dan matahari berada di kisaran 4,54 derajat hingga 6,10 derajat.
Merujuk kriteria MABIMS, awal bulan hijriah ditetapkan jika hilal memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi mencapai 6,4 derajat.
"Kalau kurva tadi digabungkan, di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak memenuhi kriteria awal bulan kamariah MABIMS," beber Cecep.
Dengan kondisi tersebut, secara hisab astronomi, 1 Syawal 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.(***)



.jpg)
.jpg)












