- Kepala BGN Nanik Deyang Siapkan Reformasi Program MBG, Fokus Efisiensi Anggaran dan Kualitas Gizi
- Said Iqbal Masuk Istana, Siapkan Rekomendasi Kebijakan untuk Buruh dan Pekerja Migran
- Kapolres Rita Suwadi Ungkap Begal Jalanan, Residivis Kembali Beraksi
- Pemkab Bogor Bersiap Lebarkan Jalan Puncak, Bangunan di Bahu Jalan dan Saluran Air Terancam Ditertibkan
- Jakarta Fair 2026 Siap Dongkrak Ekonomi, Pemprov DKI Dukung Penuh Menuju Kota Global
- Patih Herman Dorong Sinkronisasi Aturan Tanah Adat dalam Raperda
- Pembahasan Raperda Adat, Nurul Anwar Tekankan Kepastian Hukum Tanah Adat
- Bupati Barito Utara Lantik Pengurus Kwarcab Pramuka Masa Bakti 2026–2031
- Bupati Barito Utara Tekankan Disiplin ASN Saat Pimpin Apel Pagi
- Ketua Komisi III DPRD, H.Tajeri Minta Perda Kelembagaan Adat Dayak Segera Disahkan
Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 Hijriah pada Sabtu 21 Maret
Idul Fitri 1447 Hijriah

Keterangan Gambar : Menteri Agama RI Nasaruddin Umar saat membacakan hasil sidang isbat yang menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026.(Ist)
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Agama RI (Kemenag) menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu (21/3/2026). Penetapan tersebut disampaikan Menteri Agama RI Nasaruddin Umar sesuai pelaksanaan sidang isbat di Auditorium H M Rasjidi, Gedung Kemenag, Jakarta, Kamis (19/3/2026) malam.
"Disepakati 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu 21 Maret 2025," kata Nasaruddin Umar.
Adapun penetapan didasarkan pada posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia. Diungkap hilal belum memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh MABIMS untuk penentuan awal bulan Syawal 1447 Hijriah.
Baca Lainnya :
- Kepala BGN Nanik Deyang Siapkan Reformasi Program MBG, Fokus Efisiensi Anggaran dan Kualitas Gizi
- Said Iqbal Masuk Istana, Siapkan Rekomendasi Kebijakan untuk Buruh dan Pekerja Migran
- Kapolres Rita Suwadi Ungkap Begal Jalanan, Residivis Kembali Beraksi
- Pemkab Bogor Bersiap Lebarkan Jalan Puncak, Bangunan di Bahu Jalan dan Saluran Air Terancam Ditertibkan
- Jakarta Fair 2026 Siap Dongkrak Ekonomi, Pemprov DKI Dukung Penuh Menuju Kota Global
Hal tersebut disampaikan anggota Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama (Kemenag) Cecep Nurwendaya dalam seminar sidang isbat di Kantor Kemenag, Jakarta, Kamis (19/3/2026).
Dijelaskan Cecep, berdasarkan perhitungan astronomi (hisab), ketinggian hilal di Indonesia berada pada rentang 0,91 derajat hingga 3,13 derajat. Sementara itu, elongasi atau jarak sudut antara bulan dan matahari berada di kisaran 4,54 derajat hingga 6,10 derajat.
Merujuk kriteria MABIMS, awal bulan hijriah ditetapkan jika hilal memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi mencapai 6,4 derajat.
"Kalau kurva tadi digabungkan, di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak memenuhi kriteria awal bulan kamariah MABIMS," beber Cecep.
Dengan kondisi tersebut, secara hisab astronomi, 1 Syawal 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.(***)

















