- Bupati Majalengka Ultimatum KONI Majalengka: Saatnya Bangkit Raih Prestasi
- Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Sambangi Mako Korps Marinir
- Munjirin Minta FKDM Jakarta Timur Perkuat Deteksi Dini demi Menjaga Kondusivitas Wilayah
- Kementerian UMKM Sambut PEWIRA Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Nasional
- Kementerian UMKM dan BPOM Luncurkan SAPA SEMESTA, Percepat Izin Edar Produk Pangan Olahan UMK
- Kadis DKP3 Majalengka Ungkap Strategi Selamatkan Ribuan Hektare Sawah
- Akhir Musorkablub KONI Majalengka, Lala Sunara Resmi Terpilih Ketua
- Perry Warjiyo Mengundurkan Diri dari Jabatan Gubernur Bank Indonesia
- Gathering Orang Tua Camaba FTSL ITB Tahun 2026 Penuh Kekeluargaan
- Kementerian UMKM dan APSKI Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Perguruan Tinggi
DPR RI Komisi XII : Harga BBM Masih Aman, Evaluasi Tetap Berjalan

Keterangan Gambar : Anggota DPR RI, Ir. H. Ateng Sutisna
MEGAPOLITANPOS.COM JAKARTA - Anggota DPR RI Komisi XII, Ir. H. Ateng Sutisna, M.BA menegaskan bahwa pemerintah hingga saat ini belum memiliki rencana untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).
Pernyataan tersebut disampaikan H. Ateng melalui pesan WhatsApp pada Selasa (31/3/2026), menanggapi isu yang berkembang di tengah masyarakat terkait potensi kenaikan harga BBM dalam waktu dekat.
Menurutnya, berdasarkan informasi terakhir dari hasil pertemuan dengan Kementerian ESDM, pihak Pertamina, serta arahan Presiden, pemerintah masih berkomitmen untuk mempertahankan harga BBM.
Baca Lainnya :
- Bupati Majalengka Ultimatum KONI Majalengka: Saatnya Bangkit Raih Prestasi
- Kadis DKP3 Majalengka Ungkap Strategi Selamatkan Ribuan Hektare Sawah
- Akhir Musorkablub KONI Majalengka, Lala Sunara Resmi Terpilih Ketua
- Nurhadi : Mancing Berhadiah Jadikan Moment Terbaik Komunikasi dan Serap Aspirasi Masyarakat
- Bank Majalengka Genjot UMKM Lewat KURMA, Modal Mudah Tanpa Jaminan
"Belum ada rencana kenaikan. Pemerintah berupaya menjaga harga tetap stabil," ujarnya.
Meski demikian, Ateng menyebut pemerintah tetap akan melakukan evaluasi secara berkala dalam beberapa bulan ke depan, menyesuaikan dengan perkembangan kondisi global, khususnya fluktuasi harga minyak dunia.
Ia menekankan, apabila penyesuaian harga pada akhirnya harus dilakukan, pemerintah diharapkan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat.
"Jika pun ada kenaikan, diupayakan tidak signifikan dan tetap memperhatikan daya beli masyarakat," katanya.
Pernyataan ini sekaligus memberikan kepastian di tengah kekhawatiran publik, bahwa pemerintah masih menempatkan stabilitas ekonomi dan perlindungan daya beli masyarakat sebagai prioritas utama dalam kebijakan energi nasional. ** (Agit)

.jpg)
.jpg)














