- PPI Apresiasi Polda Metro Jaya Ungkap Dugaan Impor Ilegal 49,85 Ton Kacang Tanah
- Revitalisasi 130 Sekolah di Majalengka Dikebut, Pemkab Jemput Bola ke Pusat
- Bupati Shalahuddin Kembali Sisir Titik Karhutla di Teweh Selatan
- Karhutla Melanda Barito Utara, Shalahuddin, Felix Turun Langsung Lapangan
- KAI dan INKA Pastikan Perawatan 7 Trainset KRL iE305 Tepat Target, Safety Jadi Prioritas
- Terima Barang Rampasan Negara dari KPK, Sekjen ATR/BPN: Untuk Mendukung Layanan kepada Masyarakat.
- Patroli Malam Bersama Komduk Perkuat Kamtibmas di Wilayah Kodim 0506/Tgr.
- Mintarsih Ungkap Hutang Blue Bird Taxi Lebih Dari Hartanya dan Aset Minus
- Dokumen Boedel Pailit Dipersoalkan, Kuasa Hukum Abu Hasan Minta Pengadilan Lakukan Audit
- Komisi II DPRD Kota Blitar Panggil Suplayer dan Toko Mitra KKMP Atas Temuan Beras Apeg di Masyarakat.
DPR Berharap Kesenjangan Ekonomi di Yogyakarta Dapat Dikurangi

MEGAPOLITANPOS.COM, Yogyakarta- Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Daerah istimewa Yogyakarta (DIY) menempati ketimpangan ekonomi tertinggi se-Indonesia dengan angka 0,439. Diantara faktor yang memungkinkan DIY memiliki ketimpangan yang sangat tinggi, salah satunya tentang kontribusi terkait dengan perguruan tinggi.
DIY merupakan salah satu provinsi favorit untuk Pendidikan tinggi. Banyak mahasiswa yang mungkin pendatang melanjutkan Pendidikan di DIY kemudian mempengaruhi struktur ekonomi di DIY. Kondisi ini menjadi tugas dan perhatian bersama seluruh Kementerian Lembaga terkait untuk memperbaikinya.
Baca Lainnya :
- Komisi II DPRD Kota Blitar Panggil Suplayer dan Toko Mitra KKMP Atas Temuan Beras Apeg di Masyarakat.
- Sinyal Bahaya di Bogor: Anak Usia 6 Tahun Mulai Terlibat Kasus Kekerasan, DPRD Desak RAD 2027
- DPRD Kota Bogor Raih Penghargaan Kementerian Hukum RI atas Pengharmonisasian Raperda
- H. Karnain Asyhar Dorong Tabligh Akbar Jadi Wadah Penguatan Mental Keluarga dan Rujukan Umat
- Komisi II DPRD Kota Blitar Tunggu Hasil Uji Lab Material Bangunan Sebelum Rekomkan Sangsi.

Demikian dipaparkan anggota Komisi XI dari Fraksi PKS Anis Byarwati dalam Kunjungan Kerja Reses Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2023–2024 ke Yogyakarta, Senin(29/4). Kunjungan DPR RI tersebut juga turut serta dua mitra kerja, yaitu Bank Indonesia dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Kunjungan kerja dimaksudkan untuk mengetahui gambaran kinerja wilayah pada tugas yang diemban mitra kerja DPR pada Provinsi Yogyakarta.
“Kita perlu memiliki Solusi yang konkrit. Bagaimana sinergi antara Bank Indonesia dengan pemerintah provinsi DIY. Dan apa strategi yang akan diterapkan untuk menurunkan ketimpangan yang ada,” terang Anis.
Hal lain yang menjadi perhatian wakil ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI ini adalah tentang konsumsi rumah tangga dengan angka 61,90% yang menunjukkan bahwa daya beli masyarakat DIY cukup baik. “Berarti konsumsi rumah tangganya masih kuat dan ekonomi Jogja ditumpu oleh factor domestik,” kata Anis.
Anis menambahkan, jika angka eksport hanya 5,14% dengan inflasi yang tinggi, maka nilai tukar itu tidak terlalu menghantam Masyarakat. Sehingga konsumsi rumah tangga tetap bisa bertahan dan masih menyumbang sangat tinggi untuk pertumbuhan ekonomi DIY.
Dalam kesempatan tersebut Anis yang juga legislator dari Jakarta Timur ini memberikan apresiasi kepada BI yang telah berperan dalam membantu meningkatkan industri pengolahan di daerah sehingga masing-masing kabupaten memiliki komoditas unggulan.
“Semoga tantangan yang disampaikan sudah memiliki penanganannya. Termasuk solusi untuk rantai distribusi bahan makanan pokok terutama beras dan minyak goreng yang panjang, yang sangat berpengaruh terhadap harga,” tutupnya.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).


.jpg)
.jpg)












