- Pastikan Pengelolaan Dana Akuntabel, LPDB Koperasi Perk
- Lima Poin Penting Bupati Dalam Rakor Camat dan Kepala Puskesmas se Barito Utara
- Demi Menjaga Keamanan, Babinsa Dan Komduk Patroli Malam.
- Kejar Target 11 Program Unggulan dan 12 Prioritas, Bupati Minta Jajaran Bergerak Cepat
- Puncak Hari Santri Nasional 2026 di Kab Tangerang Berlangsung Meriah.
- Catat Kinerja Positif Pada Semester 1-2026, JAPFA Perkuat Fondasi Pertumbuhan melalui Inovasi dan Efisiensi
- Kajari Kota Tangerang Sebut Pemberitaan Panti Pijat Mawar Bodas Ngaco.
- Majalengka Creative Festival 2026 Dorong UMKM Perluas Pasar
- Suswati : Hari Santri Nasional Bagian Intergral Wujudkan Generasi Muda yang Akhlaqul Kharimah.
- Danramil 01/Tgr Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional Tingkat Kota Tangerang Tahun 2026.
PTPN I Percepat Transformasi Digital dan Tata Kelola, Abdul Rivai Ras: Perkebunan Harus Berdaya Saing Global

Keterangan Gambar : PTPN I Siapkan Lima Pilar Menuju Korporasi Agribisnis Kelas Dunia
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta– Direktur Utama PTPN I (Persero), Abdul Rivai Ras, menegaskan komitmennya mempercepat transformasi perusahaan agar mampu menjadi korporasi agribisnis berkelas dunia yang modern, profesional, tangguh, dan berdaya saing global.
Dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (10/7/2026), Abdul Rivai Ras menyampaikan bahwa transformasi yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir berada di jalur yang tepat. Namun, menurutnya, percepatan transformasi membutuhkan energi yang lebih besar, terukur, serta komitmen bersama dari seluruh insan perusahaan.
"Industri perkebunan adalah main course atau menu utama penyedia bahan baku industri manufaktur. Industri ini tidak akan pernah mati selama kehidupan masih berjalan. Karena itu, seluruh lini perusahaan harus diperkuat melalui modernisasi dan profesionalisme agar PTPN I berkembang lebih progresif," ujar Rivai.
Baca Lainnya :
- BBNI dan Rombongan Himbara Topang Kenaikan Saham Setelah Ambrol
- Sinergi BUMD-BUMN Diperluas, Jakarta Percepat Pengembangan Kota Global
- SMESCO Luncurkan SIAP 2026, Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Global
- Pemkab Tangerang Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Jawa Bali .
- Dari UMKM hingga Pantai Teluk Nipah, Relawan Bakti BUMN Tinggalkan Manfaat untuk Desa Bulok
Dirut yang baru menjabat sekitar sepekan itu menilai sektor perkebunan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan ekonomi nasional. Selain menjadi penghasil komoditas penting, sektor ini juga merupakan industri padat karya yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan tersebar merata di berbagai daerah.
Menurutnya, transformasi perusahaan tidak hanya bertujuan meningkatkan keuntungan, tetapi juga menciptakan dampak sosial yang lebih luas melalui pembukaan lapangan kerja, penguatan ekonomi daerah, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Rivai menjelaskan, tantangan industri perkebunan saat ini semakin kompleks, mulai dari persaingan global, fluktuasi harga komoditas, perubahan iklim, tuntutan penerapan prinsip keberlanjutan hingga percepatan digitalisasi.
"Mengelola PTPN I saat ini bukan lagi sekadar mengelola kebun atau mengejar target produksi. Amanah ini adalah tanggung jawab membangun korporasi negara yang mampu bersaing di tingkat global, adaptif terhadap perubahan, dan menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi negara maupun masyarakat," katanya.
Untuk mewujudkan visi tersebut, PTPN I menetapkan lima pilar transformasi sebagai fondasi pembangunan perusahaan menuju korporasi agribisnis kelas dunia.
Kelima pilar tersebut meliputi penerapan Good Corporate Governance (GCG), penguatan manajemen risiko, digitalisasi manajemen, optimalisasi aset negara, serta penguatan sinergi kelembagaan.
Pada aspek tata kelola, Rivai menegaskan seluruh proses bisnis harus dijalankan secara transparan, akuntabel, profesional, serta patuh terhadap regulasi. Tata kelola yang baik dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan perusahaan dan meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan.
Di sisi lain, penguatan manajemen risiko dilakukan melalui restrukturisasi organisasi, termasuk integrasi Direktorat Keuangan dan Manajemen Risiko guna mengantisipasi berbagai ketidakpastian bisnis, mulai dari fluktuasi harga komoditas, perubahan iklim hingga penerapan standar Environmental, Social, and Governance (ESG).
"Perusahaan yang kuat bukan hanya mampu menghasilkan keuntungan, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola risiko secara terukur sehingga tetap tumbuh secara berkelanjutan di tengah tantangan global," tegasnya.
Rivai juga menekankan bahwa digitalisasi bukan hanya soal penggunaan teknologi, melainkan perubahan budaya kerja yang mengedepankan efisiensi, kecepatan, akurasi, dan pengambilan keputusan berbasis data.
Implementasi teknologi smart farming, digitalisasi proses bisnis, serta integrasi sistem informasi akan menjadi strategi utama untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing perusahaan.
Sementara itu, optimalisasi aset negara diarahkan agar seluruh aset yang dikelola PTPN I mampu menghasilkan produktivitas dan nilai ekonomi maksimal sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat melalui kemitraan, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan ekonomi di wilayah operasional perusahaan.
Adapun penguatan sinergi kelembagaan dilakukan melalui kolaborasi erat bersama pemerintah, regulator, DPR, aparat penegak hukum, akademisi, dunia usaha, hingga masyarakat.
"Transformasi bukan pekerjaan satu orang atau satu institusi. Ini adalah gerakan bersama untuk membangun PTPN I menjadi perusahaan agribisnis nasional yang mampu berdiri sejajar dengan perusahaan-perusahaan perkebunan terbaik di dunia. Dengan tata kelola yang kuat, digitalisasi, inovasi, dan kolaborasi yang solid, kami optimistis PTPN I akan semakin profesional, kompetitif, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia," pungkas Abdul Rivai Ras.
Melalui implementasi lima pilar transformasi tersebut, PTPN I menegaskan arah baru perusahaan menuju korporasi agribisnis berkelas dunia yang mengedepankan tata kelola yang baik, inovasi, keberlanjutan, efisiensi, serta kolaborasi demi memperkuat industri perkebunan nasional.(AS/MP).




.jpg)



.jpg)







