- Hadiri Talkshow Perlindungan Anak, Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045
- Anggaran BPJS Kota Bogor Tak Ditambah, Dedi Khawatir Banyak BPJS Warga ang Nonaktif
- Pengeroyokan Brutal di Majalengka, 4 Orang Diamankan, 3 Diburu
- Film \'People Pleaser\' Si Paling Gak Enakan, Siap Tayang 19 November
- Hadir di Tengah Warga, Babinsa Koramil Perkuat Keamanan, Kebersamaan Lewat Patroli Malam.
- Mendagri dan Mentan Teken SEB, Guna Sukseskan Swasembada Pangan
- Brigjen Aries Syahbudin Resmi Menjabat Kepala Korlantas Polri
- Harga Cabai Bikin Dapur Tertekan, Bupati Majalengka Ajak Warga Menanam
- Koramil Pondok Aren Salurkan 50 Paket Sembako untuk Warga.
- Dandim 0506/Tgr Hadiri Pelantikan Ketua DPRD Kota Tangerang.
SDN Mirat III Ambruk, Mendadak Dapat Revitalisasi Rp 1 Miliar

Keterangan Gambar : Papan Informasi yang terpasang di SDN III Mirat
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA, - Peristiwa ambruknya bangunan SDN Mirat III di Desa Mirat, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, kini memantik sorotan tajam. Di tengah kondisi pascakejadian akibat hujan deras dan angin kencang yang sempat ramai diberitakan, sekolah tersebut justru tercatat menerima program revitalisasi dari pemerintah pusat tahun 2026 dengan nilai mencapai Rp 1.006.174.000.-
Fakta ini memunculkan tanda tanya publik. Pantauan di lapangan menunjukkan papan informasi proyek telah terpasang, namun pihak sekolah, termasuk kepala sekolah dan panitia pelaksana (P2SP), belum dapat ditemui. Kondisi tersebut membuat akses informasi tertutup dan memperkuat kesan minimnya transparansi.
Kepala Desa Mirat, Asep Sumekar, membenarkan bahwa SDN Mirat III berada di wilayahnya dan berdiri di atas lahan milik desa.
Baca Lainnya :
- Pengeroyokan Brutal di Majalengka, 4 Orang Diamankan, 3 Diburu
- Harga Cabai Bikin Dapur Tertekan, Bupati Majalengka Ajak Warga Menanam
- Baznas Majalengka Siapkan 10 Masjid Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat
- Yonif TP 338 Majalengka Bergerak, dari Pangan hingga Kesehatan
- Bupati Eman Hadir, Makom Albab Majalengka Siap Tancap Gas 2026-2031
"Betul, itu wilayah Desa Mirat, dan status lahannya milik desa," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (10/07/2026).
Namun, ia mengakui bahwa pihak desa tidak sepenuhnya dilibatkan dalam pelaksanaan teknis proyek revitalisasi tersebut.
Di lapangan, sejumlah temuan memantik kecurigaan. Warga menyebutkan adanya dugaan keterlibatan pihak keluarga kepala sekolah dalam pengerjaan proyek. Selain itu, material seperti baja ringan dan genteng yang masih dinilai layak pakai disebut tidak sepenuhnya diganti. Bahkan, mebeler sekolah disebut hanya akan diperbaiki, bukan diganti baru.
Situasi ini memunculkan pertanyaan serius, apakah pelaksanaan proyek benar-benar sejalan dengan besaran anggaran yang dikucurkan?
Minimnya koordinasi antara pihak sekolah, pemerintah desa, dan instansi terkait juga menjadi sorotan. Padahal, proyek dengan nilai miliaran rupiah seharusnya berjalan dengan prinsip keterbukaan dan pengawasan bersama.
Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka melalui Kabid SD, Asep Fajar Aliwardhana, menyampaikan bahwa ketidakhadiran pihak sekolah kemungkinan disebabkan adanya keperluan lain.
"Kemungkinan sedang ada keperluan, jadi belum bisa ditemui," ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi terkait berbagai dugaan yang berkembang di masyarakat, termasuk soal pelaksanaan proyek yang sudah berjalan dua pekan tersebut.
Kasus ini menjadi sorotan serius publik. Di tengah harapan terhadap peningkatan kualitas sarana pendidikan, transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara menjadi hal yang tidak bisa ditawar.
Masyarakat mendesak adanya audit dan verifikasi lapangan secara menyeluruh agar proyek benar-benar berjalan sesuai aturan dan berpihak pada kepentingan siswa. ** (Agit)
















