- Majalengka Jadi Pusat Zakat Nasional, BDF V Guncang Daerah
- BAZNAS Majalengka Luncurkan Kampung Zakat, Salurkan Rp 25 Juta
- Kakek Mujiran Resmi Bebas, PTPN I Tegaskan Komitmen BUMN Humanis
- Keluhan Pasien Meningkat, DPRD dan Pemkab Barito Utara Evaluasi Layanan RSUD dan BPJS
- Polemik Jabatan Ketua KONI Kota Blitar, Ini Kata Hendi Priono
- Pemerintah Siapkan 34 Aglomerasi Waste to Electricity, Depok dan Bogor Jadi Prioritas Pengolahan Sampah Modern
- Loyalitas Nasabah Diganjar Hadiah Mewah, BNI Kembali Hadirkan Rejeki wondr 2026
- Kementan Pastikan Pupuk Subsidi Tepat Sasaran Melalui Digitalisasi Data Petani
- Ketua Dewan Pembina PP MES Ma,ruf Amin Lantik Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah Periode 2026-2031
- Blok Masela Dikebut, Ateng Sutisna Ingatkan Ancaman Sosial
Dihadapan Calon Anggota Elpala SMA 68, Dar Edi Yoga Mengajak Para Siswa Menjaga Kelestarian alam

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Pentingnya hubungan harmonis antara manusia dan alam beserta isinya adalah "sekolah" terbaik untuk membentuk karakter manusia, mengajarkan ketangguhan, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Keprihatinan atas kerusakan alam yang semakin parah akibat ulah manusia telah mengkhawatirkan.
Data mengkhawatirkan mengenai deforestasi yang mencapai 1,8 juta hektar per tahun, sehingga 21% dari 133 juta hektar hutan Indonesia telah hilang. Selain itu, sekitar 30% dari 2,5 juta hektar terumbu karang di Indonesia mengalami kerusakan, Demikian dipaparkan tokoh pendiri Enam Lapan Pencinta Alam(Elpala), Dalam rangka Perbekalan pendidikan calon anggota elpala, di Jakarta, Kamis, 17 Oktober 2024.
Baca Lainnya :
- Pemkot Jaktim Perkuat Sinergi Wajib Belajar 13 Tahun dan Penanganan Anak Tidak Sekolah
- Hardiknas 2026 : Fajar Muh Shidik Gugat Pendidikan Baik atau Kita Terbiasa Rusak?
- Bupati Eman : Prestasi IPM 71,37 Tercapai, Tapi ATS Jadi PR Besar
- Memperluas Akses Pendidikan Bagi Masyarakat, Pemprov DKI Mulai Merealisasikan Program Sekolah Swasta Gratis
- Hari Kartini, Wamendikdasmen Tinjau Sekolah di Majalengka dan Tegaskan Program Revitalisasi

" Pencemaran udara, air, tanah, dan laut di Indonesia pun sangat tinggi, berdampak buruk pada keseimbangan ekosistem. Akibatnya, ratusan spesies tumbuhan dan hewan langka di Indonesia terancam punah," papar Dar Edi Yoga.
Dar Edi Yoga yang juga Bendahara PWI Jaya dan Ketua Umum Forum Pemred SMSI ini menekankan, para siswa Elpala harus berperan aktif dalam upaya pelestarian alam.
Siswa Elpala diharapkan tidak hanya menjadi penjelajah alam, tetapi juga penjaga alam yang bertanggung jawab, berkontribusi dalam mengurangi kerusakan lingkungan melalui tindakan nyata, seperti reboisasi, pengelolaan sampah, dan penyebaran kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.
"Kita punya tanggung jawab besar, karena kerusakan alam ini bukan hanya masalah global, tapi juga tanggung jawab kita di Indonesia," ujar Dar Edi Yoga.
Tentang pengalamannya sejak 1984 Dar Edi Yoga aktif berkecimpung dalam kegiatan alam bebas, mulai dari pendakian gunung hingga ekspedisi ke berbagai tempat ekstrem. Dar Edi Yoga telah memimpin banyak pendaki menuju puncak-puncak gunung tertinggi dunia, termasuk membawa Sabar Gorky, pendaki tunadaksa asal Solo, yang berhasil mencapai beberapa puncak dunia.
Ditambahkan Dar Edi Yoga, prestasi lain yang melibatkan anggota TRAMP dan Elpala SMA 68 yang telah meraih dua rekor MURI. Pengalaman-pengalaman ini, kata dia, telah membentuk pegiat alam bebas untuk tidak mudah menyerah dan putus asa di dalam mengarungi kehidupan ini.
Kegiatan dalam rangka Perbekalan pendidikan calon anggota elpala, ini dihadiri Pembina Elpala SMA 68 Rahman Rudyansyah, Spd, Ketua Elpala Qeyra Nahzarin P.S, dan Wakil Ketua Elpala Amanda Try Aini beserta pengurus Elpala lainnya.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).



.jpg)













