- Wamen Ossy Tinjau Langsung Kebakaran Kantah Karawang, Prioritaskan Keselamatan dan Pemulihan Layanan.
- Kementerian ATR/BPN Gelar Rapat Lanjutan Bersama BRAN untuk Perjelas Pembagian Tugas dan Fungsi terkait Reforma Agraria.
- Koramil 04/Cikupa Ngaji Bareng Dan Bagikan Sembako Dengan MUI Kec Cikupa.
- Tingkatkan Keamanan Melalui Patroli Malam, Babinsa Ajak Warga Peduli Lingkungan.
- Mendag Budi Santoso Serahkan UKM Pangan Award 2026, Buka Peluang Masuk Ritel Modern
- Menkop Perkuat Koordinasi untuk Pastikan Kesiapan Operasionalisasi KDKMP
- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
- Kementerian UMKM Perkuat Pemulihan UMKM Aceh melalui Akses Pasar Digital dan Dukungan Pengembangan Usaha
- PERINTIS 10 Hari Mulai Diterapkan, Kantah Kabupaten Tangerang Hadirkan Layanan Peralihan Hak yang Lebih Cepat dan Mudah.
Buku Karya Teguh Sentosa Melengkapi Pojok Baca Digital di Kantor PWI Gedung Dewan Pers

MEGAPOLITANPOS.COM JAKARTA - Dua buku karya Teguh Santosa yang berjudul "Perdamaian yang Buruk, Perang yang Baik" dan "Buldozer dari Palestina" kini melengkapi Pojok Baca Digital di kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebun Sirih, Jakarta Pusat, Jumat sore (17/5/2024).
Kedua buku yang berisi wawancara Teguh dengan duta besar negara sahabat di Jakarta diserahkan sang penulis kepada Sekretaris Jenderal PWI Sayid Islandar.
Kedua buku ini diluncurkan pada tanggal 30 Juli tahun lalu di Jaya Suprana School of Performing Arts dan dicatat Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai buku berisi wawancara dengan duta besar negara sahabat terbanyak.
Baca Lainnya :
- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Pengeroyokan Brutal di Majalengka, 4 Orang Diamankan, 3 Diburu
- Harga Cabai Bikin Dapur Tertekan, Bupati Majalengka Ajak Warga Menanam
- Koramil Pondok Aren Salurkan 50 Paket Sembako untuk Warga.
- Baznas Majalengka Siapkan 10 Masjid Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat
"Buku ini merekam berbagai problematika politik global dari perspektif puluhan negara mewakili semua kontinen. Dari ketegangan demi ketegangan yang berujung pada peperangan, maupun berbagai upaya bersama untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas kerjasama antar bangsa dan negara," ujar Teguh yang juga dosen hubungan internasional di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hifayatullah di Jakarta.
Mantan Ketua Bidang Luar Negeri PWI Pusat (2013-2018) dan mantan anggota Dewan Kehormatan PWI Pusat (2018-2020) ini berharap kedua buku yang diserahkannya dapat menambah khasanah dan wawasan pembaca dalam memahami dinamika politik global di mana Indonesia merupakan salah satu entitas penting di dalamnya.
Sekjen PWI Sayid Iskandar yang menerima dua buku ini mengucapkan terima kasih atas atensi yang diberikan Teguh pada program peningkatan literasi PWI.
"Insya Allah buku ini akan bermanfaat bagi kita semua, khususnya anggota dan pengurus PWI," ujar Sayid.
*Dari Amu Darya dan Ibunda Obama*
Selain "Perdamaian yang Buruk, Perang yang Baik" dan "Buldozer dari Palestina" karya Teguh lainnya adalah "Di Tepi Amu Darya" yang merupakan reportase dari perbatasan Uzbekistan dan Afghanistan menjelang kejatuhan rezim Taliban di Afghanistan tahun 2001.
Di masa itu, Teguh yang kini memimpin Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) berusaha mencapai Kabul dari sisi utara, tepatnya kota Termez yang berada di tepi Sungai Amu Darya yang memisahkan Uzbekistan dan Afghanistan.
Upaya Teguh menembus Kabul terkendala karena jembatan yang menghubungkan kedua negara tak kunjung dibuka. Namun dari tepi Amu Darya, Teguh merekam perspektif lain dari ketegangan yang sedang terjadi.
Seperti dua buku yang diserahkan untuk Pojok Baca Digital PWI, buku reportase dari tepi Amu Darya juga diterbitkan Booknesia Publishing House, anggota IKAPI.
Ketika sedang menempuh pendidikan S2 di University of Hawaii at Manoa (UHM), di tahun 2008 Teguh juga terlibat aktif dalam penerbitan buku dari disertasi Ann Dunham Soetoro. Buku itu diterbitkan Penerbit Mizan dengan judul "Pendekar-pendekar Besi Nusantara".
Adik Obama, Maya Soetoro, secara khusus meminta Teguh mendampingi Prof. Alice Dewey menuliskan kata pengantar untuk buku itu. Prof. Dewey adalah promotor disertasi Ann Dunham Soetoro.
Bersama Dandhy Dwi Laksono yang kini dikenal sebagai produsen film dokumenter, Teguh juga pernah menulis buku yang berjudul "Komisi I" yang membahas berbagai isu internasional, intelijen, dan pertahan keamanan.
Saat ini Teguh sedang menyusun buku yang diberinya judul "Sejengkal Tanah Tuhan." ** (Red)








.jpg)






