- Kementerian ATR/BPN Gelar Rapat Lanjutan Bersama BRAN untuk Perjelas Pembagian Tugas dan Fungsi terkait Reforma Agraria.
- Koramil 04/Cikupa Ngaji Bareng Dan Bagikan Sembako Dengan MUI Kec Cikupa.
- Tingkatkan Keamanan Melalui Patroli Malam, Babinsa Ajak Warga Peduli Lingkungan.
- Mendag Budi Santoso Serahkan UKM Pangan Award 2026, Buka Peluang Masuk Ritel Modern
- Menkop Perkuat Koordinasi untuk Pastikan Kesiapan Operasionalisasi KDKMP
- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
- Kementerian UMKM Perkuat Pemulihan UMKM Aceh melalui Akses Pasar Digital dan Dukungan Pengembangan Usaha
- PERINTIS 10 Hari Mulai Diterapkan, Kantah Kabupaten Tangerang Hadirkan Layanan Peralihan Hak yang Lebih Cepat dan Mudah.
- 14 Samsat Polda Metro Kunjungi Taman Kanak-kanak, Hadirkan Sosok Polisi yang Bersahabat
Bamsoes dan Mayjen TNI Arnold Ritiauw: Dua Tokoh, Satu Semangat Pengabdian untuk Indonesia
Bertemu dalam Pendidikan P3N di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia, keduanya terus berkontribusi bagi bangsa melalui bidang sosial, politik, dan pertahanan negara.

Keterangan Gambar : Bambang Susilo (Bamsoes) bertemu dengan Arnold Ritiauw saat mengikuti Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI).
Selasa, 10 Maret 2026 menjadi hari istimewa bagi dua tokoh dengan latar belakang profesi yang berbeda, namun memiliki semangat pengabdian yang sama kepada bangsa dan negara. Mereka adalah Bambang Susilo yang akrab disapa Bamsoes, seorang politisi muda disabilitas dari Partai Golkar, serta Arnold Aristoteles Ritiauw, seorang perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD). (10/3/2026)
Keduanya pernah bertemu dalam satu ruang pendidikan kebangsaan yang sama di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas) melalui program Pendidikan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (P3N). Pertemuan tersebut mempertemukan dua sosok dari jalur pengabdian yang berbeda—politik dan militer—namun dengan visi yang sama: memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia.
Bamsoes dikenal sebagai sosok politisi muda yang gigih memperjuangkan pemberdayaan penyandang disabilitas di Indonesia. Ia merupakan pendiri sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Disabilitas Indonesia (PERPEDIN), sebuah organisasi yang berfokus pada penguatan kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas melalui kewirausahaan dan pemberdayaan usaha. Melalui organisasi ini, Bamsoes terus mendorong agar kaum disabilitas tidak hanya menjadi objek perhatian, tetapi juga menjadi pelaku aktif dalam pembangunan ekonomi nasional.
Sementara itu, Mayor jenderal TNI Arnold Ritiauw merupakan salah satu perwira tinggi TNI AD yang memiliki rekam jejak panjang dalam dunia militer dan pendidikan kepemimpinan. Saat ini ia mengemban amanah sebagai Tenaga Ahli Pengajar Bidang Strategi di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Gubernur Akademi Militer (Akmil) sejak Desember 2024 hingga mutasi terakhir pada 31 Juli 2025, posisi strategis yang berperan dalam membentuk generasi perwira masa depan TNI.
Meski berasal dari latar belakang profesi yang berbeda, keduanya memiliki kisah hidup yang serupa. Mereka berasal dari keluarga sederhana yang jauh dari kata kecukupan. Namun dengan kegigihan, disiplin, dan semangat pantang menyerah, keduanya mampu menembus berbagai tantangan kehidupan hingga mencapai posisi yang memungkinkan mereka mengabdi bagi bangsa dan negara.
Saat ditemui tim media di Kantor Perkumpulan Pengusaha Disabilitas Indonesia (PERPEDIN) di Jakarta Selatan, Bamsoes menyampaikan refleksi mengenai perjalanan hidup serta makna pengabdian bagi bangsa.
“Saya dan Mayjen Arnold mungkin berjalan di jalur pengabdian yang berbeda. Beliau mengabdi melalui dunia militer dan strategi kebangsaan, sementara saya melalui perjuangan sosial dan pemberdayaan disabilitas. Namun kami memiliki kesamaan nilai: berasal dari keluarga sederhana dan percaya bahwa keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Justru dari keterbatasan itulah lahir semangat untuk terus berjuang dan memberi manfaat bagi bangsa dan negara,” ujar Bamsoes.
Ia juga menambahkan bahwa pertemuan dalam pendidikan kebangsaan di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia menjadi pengalaman berharga yang mempertemukan berbagai tokoh dari latar belakang berbeda namun memiliki tujuan yang sama.
“Pertemuan di Lemhannas mengajarkan kita bahwa pengabdian tidak selalu harus melalui jalur yang sama. Yang terpenting adalah komitmen untuk terus berkontribusi bagi Indonesia, sesuai dengan kapasitas dan bidang kita masing-masing,” tambahnya.
Hari ulang tahun yang jatuh pada tanggal dan bulan yang sama ini menjadi pengingat bahwa pengabdian kepada Indonesia dapat lahir dari berbagai jalan. Baik melalui perjuangan sosial dan politik seperti yang dilakukan Bamsoes, maupun melalui dedikasi dalam dunia pertahanan dan pendidikan militer seperti yang dijalani Mayjen TNI Arnold Ritiauw.
Kisah keduanya menjadi inspirasi bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkontribusi bagi negeri, melainkan justru dapat menjadi kekuatan untuk terus melangkah dan memberi manfaat bagi masyarakat luas.







.jpg)







