- KDMP Desa Gununggede Perkokoh Perekonomian Desa Mandiri dan Sejahtera
- Genjot Produksi Pangan, 69 Alsintan Turun ke Petani Majalengka
- Dari Asbes Jebol ke Jeruji : Aksi Curat Bengkel Rp 26 Juta Dibongkar Polisi
- Jejak Digital Menjerat! Motor Raib Pagi Hari, Pelaku Diciduk Malamnya di Majalengka
- Lansia dan Disabilitas Warga Desa Bululawang Bersyukur BLT-DD Mengucur
- Ribuan Kendaraan Serbu Puncak, Polisi Berlakukan One Way Lebih Awal
- Mendikdasmen: Pendidikan Tak Cukup Sekadar Angka, Karakter Bangsa Harus Dibangun
- Hadiri Hardiknas 2026, Ketua DPRD Barito Utara Perkuat Komitmen Pendidikan
- Bupati Barut Dalam Moment Hardiknas, Sekolah Jadi Pilar Integrasi Sosial Melalui Pendidikan Inklusif dan Holistik
- Hardiknas 2026 : Fajar Muh Shidik Gugat Pendidikan Baik atau Kita Terbiasa Rusak?
Genjot Produksi Pangan, 69 Alsintan Turun ke Petani Majalengka

Keterangan Gambar : Bupati Majalengka H Eman Suherman dan Wakil Bupati Dena M Ramdhan
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Pemerintah Kabupaten Majalengka menunjukkan keseriusan dalam menjaga ketahanan pangan. Sebanyak 69 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) resmi digelontorkan kepada kelompok tani untuk mempercepat masa tanam kedua (MT II), di tengah mulai masuknya musim kemarau.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Bupati Majalengka, Eman Suherman, di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3), Senin (4/5/2026). Bantuan dari Kementerian Pertanian ini menjadi langkah strategis agar produktivitas pertanian tetap terjaga.
Bupati Eman menegaskan, kinerja sektor pertanian Majalengka saat ini berada dalam tren positif. Bahkan, produksi padi disebut telah menghasilkan surplus beras hingga 660 ribu ton.
Baca Lainnya :
- Genjot Produksi Pangan, 69 Alsintan Turun ke Petani Majalengka
- Dari Asbes Jebol ke Jeruji : Aksi Curat Bengkel Rp 26 Juta Dibongkar Polisi
- Jejak Digital Menjerat! Motor Raib Pagi Hari, Pelaku Diciduk Malamnya di Majalengka
- Hardiknas 2026 : Fajar Muh Shidik Gugat Pendidikan Baik atau Kita Terbiasa Rusak?
- Kadisdik Majalengka : Hayu Saekola Dorong Revolusi Lingkungan Sekolah melalui Geber
"Dengan alsintan ini, proses olah tanah dan tanam bisa dipercepat. Target produksi harus tetap terjaga," tegasnya.
Ia juga melontarkan peringatan keras kepada para penerima bantuan. Alsintan, kata dia, merupakan aset bersama yang tidak boleh disalahgunakan.
"Tidak boleh dijual atau digadaikan. Kalau melanggar, akan kami tarik dan beri sanksi sesuai aturan," ujarnya.
Distribusi alsintan dilakukan berdasarkan kebutuhan wilayah, agar pemanfaatannya maksimal di lapangan.
Kepala DKP3 Majalengka, Gatot Sulaeman, memastikan pihaknya akan mengawal penggunaan bantuan tersebut melalui pendampingan teknis oleh penyuluh pertanian lapangan (PPL).
"Kami tidak hanya menyalurkan, tapi juga memastikan alsintan dimanfaatkan dengan baik, mulai dari pengoperasian hingga perawatan," katanya.
Rincian bantuan meliputi 4 unit traktor roda empat, 34 unit traktor roda dua, 7 unit pompa air, 20 unit hand sprayer, dan 3 unit excavator. Seluruhnya ditujukan untuk mempercepat pengolahan lahan serta mengantisipasi dampak kekeringan.
DKP3 juga akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala, sekaligus mendorong kelompok tani mengelola alsintan secara kolektif dan profesional agar berdampak pada peningkatan ekonomi.
Di sisi lain, para petani menyambut bantuan ini dengan antusias. Ketua kelompok tani, Sumarna, mengaku kini proses pengolahan lahan menjadi jauh lebih cepat.
"Dulu harus antre lama. Sekarang bisa langsung olah lahan dan kejar waktu tanam," ungkapnya.
Akim dari Kelompok Tani Mekarmulya menambahkan, bantuan pompa air sangat membantu wilayah yang minim irigasi.
"Kami siap merawat dan memanfaatkan alsintan ini dengan baik agar manfaatnya dirasakan bersama," ujarnya.
Dengan dukungan alsintan tersebut, Pemkab Majalengka optimistis mampu menjaga stabilitas produksi pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di tengah tantangan musim kemarau. ** (Agit)
















