- Bulog Andalkan Beras Kita sebagai Identitas Baru Beras Nasional, Target 2 Juta Ton
- Model Kemitraan PTPN I di Jember Dongkrak Pendapatan Petani dan Ekspor Tembakau
- Pakar Hukum Trisakti: Ancaman terhadap Polisi Saat Bertugas Tak Bisa Ditoleransi
- Hadiri Sinode Umum ke 25 GKE, Wabup Felix Tegaskan Komitmen Barito Utara Perkuat Kerukunan dan Pembinaan Generasi Muda
- Puspa Nuswantara 2026 Resmi Dibuka, Ajang Perkuat Ekosistem Batik Asli Indonesia
- Polres Metro Jakarta Pusat Musnahkan Barang Bukti Hasil Ungkap 12 Kasus Narkoba Juni 2026
- Polres Majalengka Amankan Aksi Damai, Pemda Terima Aspirasi
- Promo Bumbu Masak di Jakarta Fair 2026 Jadi Buruan Pengunjung, Cek Daftar Booth Favoritnya
- Sekretariat DPRD Barito Utara Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun kepada H. Nurul Anwar
- Gun Sriwitanto Hadiri Penutupan Batara Expo 2026, Dukung Penguatan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Tanggapi Debat Cawapres: Ketua Kam1pb Titik Wijayanti , Gibran Tidak Sopan, Harus Kuliah Lagi

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Debat Cawapres Putaran ke 4 yang berlangsung di JCC Senayan pada Minggu (21/1/2024) semakin panas.
Ketua Kam1pb Titik Wijayanti usai nobar bersama Garis Perjuangan Delapan mengatakan sikap Gibran dalam debat Cawapres yang dianggap tidak sopan kepada para pasangan calon (paslon) lainnya.
Baca Lainnya :
- Gerindra Majalengka Gaspol Kaderisasi, 100 Calon Kader Dilepas
- Aspirasi Warga Tak Lagi Mandek, DPRD Majalengka Kebut Proyek Miliaran
- Aspirasi Warga Terealisasi 2026, Jembatan Cijurey Siliwangi Dibangun Rp 19 Miliar
- Jadi Pembicara di Akademi Politik UMJ, Wamen ATR/Waka BPN: Pertanahan Berperan Strategis dalam Mendukung Asta Cita Presiden
- PPP Majalengka Resmi Kantongi SK DPP, Fajar Shidik Pimpin hingga 2031
Padahal menurutnya, debat cawapres seharusnya menjadi ajang agar rakyat dapat melihat gagasan dari para calon pemimpin.

Menurut Titik seharusnya debat tidak diisi dengan cara menjatuhkan dan melecehkan paslon yang lain.
" Saat debat dimulai disitu karakter seseorang terlihat sifat jelek yang muncul karena ingin menang debat dengan cara menghina sesama. Etika yang sudah dilanggar oleh paslon dan moral yang dibuang dari negeri ini. Pemimpin illegal yang bicara tentang tambang illegal dan hilirisasi," katanya.
Menurutnya apapun hasil debat yang sudah terjadi biarlah rakyat dan pemirsa yang menilai, sebagai Moderator dalam Nobar di Keluarga Ganjar Pranowo Menyapa Indonesia ( KGPMI): KAM1PB, Jangkar Baja, Jangkar Merah Putih, Foreder dan Aliansi Ganjar Pranowo Delapan. Titik juga menyampaikan kesan terbaik untuk debat tersebut.

"Mengapa?? Jawaban pak Mahfud terakhir adalah jawaban dari pertanyaan yang tidak perlu dijawab karena itu sudah jadi jawaban. Ini kesan saya dari pertanyaan paslon 02 ke paslon 03 yang merasa sok pintar dan baik hati. Kata-kata nyontek dari paslon 02 ke paslon 01 itu bukannya cermin diri sendiri," imbuhnya.
Lebih jauh Titik mengatakan Terkait Illegal Logging yang diutarakan Gibran sangat mengapresiasi tanggapan dari Mahfud yang menganggap itu adalah pertanyaan receh yang tidak perlu dijawab, namun sangat disayangkan dari jawaban Gibran yang menyalahkan Mahfud MD.
" anda salah besar pak profesor.... itu akan sangat berdampak kepada suatu negara yang akan bertransisi ke ekonomi hijau, Illegal Logging harus dicabut ijinnya. Gibran itu bodoh amat sih, yang namanya Illegal ya tidak punya IUP( Ijin Usaha Pertambangan) apanya yang dicabut, namanya illegal ya tidak ada ijinnya, dia harus melanjutkan sekolahnya lagi itu, kami keluarga alumni IPB sama sekali tidak mendukung Prabowo Gibran," tegasnya.
Namun begitu dalam acara debat tersebut Titik mengaku bangga karena terlihat ada Rektor IPB Prof. Arif Satria dan Prof Hariaadi di layar teve besar saat nobar.
" Kita semua tepuk tangan. IPB ada akhirnya, semoga akhir kemenangan juga masih ada. Semoga debat berikutnya menjadi cara terbaik dalam memilih pemimpin masa depan dalam pilpres 2024. Pilih Paslon terbaik bangsa Indonesia 2024-2029." Pungkas Titik.
# Salam merdeka merdeka merdeka. Menang menang menang. Sat set. Tas tes. INDONESIA UNGGUL.( Reporter: Ahmad Sholeh Alek).

















