- Sinergi PTPN I dan TNI Perkuat Ketahanan Pangan Nasional Lewat Hilirisasi Tebu
- FAZ Perluas Jaringan Distribusi Ikan, Teh, Tanaman, dan Pengadaan Barang ke Berbagai Sektor
- Wamen UMKM Tinjau PLUT KUMKM Kulon Progo, Perkuat Pendampingan Wirausaha
- KemenUMKM dan Aprindo Fasilitasi Pembebasan Bea Administrasi UMKM Masuk Ritel Modern
- Jalan Rusak Akibat Aktivitas Tambang, Bupati Barito Utara Beri Ultimatum kepada PT BBN
- Komitmen Dukung Pendidikan Usia Dini, Bupati Barito Utara Serahkan Bantuan SIP PINTAR
- Wabup Felix Hadiri Peringatan Hari Jadi ke-61 Pemkot dan ke-69 Kota Palangka Raya
- Bupati Barito Utara Perkuat Sinergi dengan Kejari untuk Tata Kelola Keuangan Daerah yang Akuntabel
- Alfamart dan Cussons Baby Kembali Berkolaborasi melalui Alfamart Sahabat Posyandu, Sasar 2.800 Ibu dan Anak di Juli
- Fraksi Demokrat Apresiasi Pemkab Barito Utara Pertahankan ke 11 kalinya Opini WTP
Aspirasi Warga Terealisasi 2026, Jembatan Cijurey Siliwangi Dibangun Rp 19 Miliar

Keterangan Gambar : Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka, H. Iing Misbahuddin, SM, SH,
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Aspirasi masyarakat terkait pembangunan infrastruktur di wilayah selatan Kabupaten Majalengka akhirnya terealisasi pada 2026. Proyek perbaikan Jalan dan Jembatan Cijurey Siliwangi di Desa Silihwangi, Kecamatan Bantarujeg, resmi menembus anggaran hampir Rp 19 miliar melalui jalur aspirasi DPRD.
Realisasi proyek strategis ini menjadi bukti konkret bahwa usulan masyarakat yang dikawal secara berjenjang mampu diwujudkan dalam pembangunan nyata di daerah.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka, H. Iing Misbahuddin, SM, SH, menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Cijurey merupakan amanah besar dari masyarakat yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Baca Lainnya :
- Pengedar Sabu Dibekuk, Polisi Sita 35 Paket Narkoba di Majalengka
- Diskominfo Majalengka Gerak Cepat, 250 Admin Medsos Dilatih Hadapi Sentimen Negatif
- KUA-PPAS 2027 Resmi Diserahkan, DPRD Majalengka Siapkan Pembahasan APBD Rp 3,2 Triliun
- Peduli Almamater, IKASMANRA Dorong Mushola SMAN 1 Rajagaluh
- Pintu Tak Terkunci, Pencuri Gondol HP di Majalengka Berakhir Dibekuk
"Pembangunan Jembatan Siliwangi dengan anggaran hampir Rp 19 miliar ini adalah amanah besar dari rakyat. Tugas kami di Komisi III tidak berhenti pada penganggaran, tetapi juga mengawal dan mengawasi agar pelaksanaannya tepat mutu, tepat waktu, dan tepat sasaran," ujarnya. Kamis, (02/07/2026).
Ia juga meminta Dinas PUTR, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Jawa Barat, serta pihak kontraktor pelaksana untuk bekerja secara profesional.
"Ini infrastruktur vital. Kualitas harus dipastikan prima agar mampu bertahan dalam jangka panjang demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat Bantarujeg, Lemahsugih, dan sekitarnya," tegasnya.
Dengan terealisasinya proyek tersebut, pihaknya optimistis akan terjadi peningkatan signifikan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
"Transportasi akan lebih lancar, biaya logistik menurun, serta akses pendidikan dan layanan kesehatan menjadi lebih mudah dijangkau," tambahnya.

Ia menegaskan, pembangunan Jembatan Cijurey bukanlah keputusan instan, melainkan hasil dari proses panjang aspirasi warga yang diperjuangkan secara konsisten.
"Aspirasi masyarakat tidak serta-merta langsung terealisasi. Ada tahapan yang harus dilalui, mulai dari pengusulan, verifikasi hingga penganggaran," katanya.
Aspirasi tersebut berasal dari warga Daerah Pemilihan (Dapil) 5 yang disampaikan saat Musrenbang 2025. Usulan ini kemudian dikawal oleh Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka, terutama legislator di wilayah tersebut. Diantaranya, H. Agustinus Subagja, M. Suparman (Abah Parman), Imon Hidayat, S.Ag, dan Dinar Trisnawati.
Menindaklanjuti usulan tersebut, Komisi III DPRD bersama pemerintah desa, Dinas PUTR, serta unsur Muspika melakukan serangkaian peninjauan langsung ke lokasi Jembatan Cijurey sebagai bagian dari proses verifikasi dan perencanaan teknis.
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka, H. Agustinus Subagja, turut mengimbau masyarakat agar tidak ragu dalam menyampaikan aspirasi pembangunan.

"Kami mengajak masyarakat untuk tidak sungkan menyampaikan aspirasi. Semua usulan akan kami kawal, namun tentu harus melalui tahapan dan proses yang berlaku," ujarnya.
Proses panjang tersebut juga melibatkan koordinasi lintas instansi secara intens, termasuk pengajuan berulang kepada pihak terkait seperti Bina Marga dan Tata Ruang (BMTR), hingga akhirnya anggaran dapat dialokasikan dan direalisasikan pada tahun ini.
DPRD menilai sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan lembaga legislatif menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan tersebut. Selain itu, DPRD juga menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam setiap realisasi aspirasi masyarakat.
Ke depan, berbagai program pembangunan hasil aspirasi lainnya akan dibuka secara bertahap kepada publik. Realisasi pembangunan Jembatan Cijurey Siliwangi ini menjadi penegasan bahwa partisipasi aktif masyarakat memiliki dampak nyata terhadap percepatan pembangunan daerah. ** (Agit)










.jpg)






