- Warung Tiwul hingga Sate Taichan Ludes, UMKM Rasakan Manfaat Kumpul Bersama Rakyat
- Kumpul Bersama Rakyat, Menteri UMKM Ajak Perkuat Solidaritas dan Satukan Semangat Kemerdekaan
- Ketua DPRD : Kehormatan Besar, Membaca Teks Proklamasi HUT RI ke 81
- KTH Blitar Marah Kerahkan Massa Gruduk Perhutani Tuntut Penyelesaian Masalah 90 Hari
- Sebanyak 19 Ribu keluarga Miskin PBP Kota Blitar Menerima Bantuan
- Dandim 0808 Blitar Usai Upacara HUT RI ke 81 Lanjut Ziarah ke Makam Bung Karno
- Kenakan Pita Hitam, 9 Ribu Personel Gabungan TNI Polri Kawal 47 Kegiatan Termasuk Demo di Jakarta
- Polda Metro Peduli Korban Gempa NTT, Kirim 12 Truk Bantuan Kemanusiaan
- Komisi Ii DPRD Kota Tangerang Apresiasi Program CKG
- Semangat Kemerdekaan Menggema di Barito Utara, Merah Putih Berkibar di Arena Tiara Batara
Stabilitas Ekonomi Nasional Dimulai dari Rumah Tangga, Tegas Anggota Komisi XI DPR Anis Byarwati

Keterangan Gambar : Anis Byarwwati
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta, – Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati, menegaskan bahwa langkah membangun Indonesia yang inklusif dan tangguh harus dimulai dari penguatan kesehatan finansial di tingkat rumah tangga. Menurutnya, keluarga adalah fondasi ekonomi mikro yang apabila rapuh dapat memicu risiko sistemik terhadap ketahanan ekonomi nasional.
“Stabilitas keuangan sebuah negara tidak akan kokoh tanpa stabilitas di setiap rumah tangga. Keluarga yang memiliki manajemen finansial yang baik adalah benteng pertahanan pertama saat terjadi gejolak ekonomi, mampu mandiri, dan berkontribusi pada investasi masa depan bangsa,” ujar Anis dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (29/11/2025).
Anis menjelaskan bahwa diskursus ekonomi sering kali terlalu fokus pada isu makro seperti kebijakan pemerintah, regulasi industri keuangan, hingga pertumbuhan PDB. Padahal, kata dia, kekuatan sesungguhnya terletak pada kondisi finansial keluarga sebagai unit terkecil perekonomian. “Kita sering bicara tentang stabilitas ekonomi nasional, tetapi hal itu tidak akan berarti tanpa stabilitas di tingkat akar rumput,” tegas legislator PKS tersebut.
Baca Lainnya :
- Nurhadi Anggota Komisi IX DPR RI Getol Kritisi Oknum Nakes yang Terlantarkan Pasien BPJS
- Endro Hermono Anggota Komisi VIII DPR-RI Sosialisasikan Keuangan Ibadah Haji Praktis Cepat dan Terjangkau
- Nurhadi : Mancing Berhadiah Jadikan Moment Terbaik Komunikasi dan Serap Aspirasi Masyarakat
- Nurhadi Anggota Komisi IX DPR RI Ingatkan Kepala BGN Baru Lebih Masifkan Program MBG
- RDP dengan Komisi II DPR RI, Sekjen ATR/BPN Laporkan Capaian Pelaksanaan Tujuh Layanan Prioritas
Lebih lanjut, Doktor Ilmu Ekonomi Islam itu menekankan bahwa kesehatan keuangan rumah tangga merupakan indikator penting ketahanan ekonomi bangsa. Keluarga yang terampil mengelola utang, menabung, dan berinvestasi akan lebih siap menghadapi tekanan ekonomi seperti inflasi, ketidakpastian global, hingga potensi krisis.
Anis juga menyampaikan tiga pesan kunci bagi keluarga Indonesia dalam membangun fondasi finansial yang kuat:
1. Disiplin Anggaran dan Pengendalian Utang, Menurutnya, penyusunan anggaran bukan sebatas mencatat pengeluaran, tetapi menempatkan prioritas antara kebutuhan dan keinginan. Ia mengingatkan bahaya utang konsumtif yang dapat menjadi penghambat utama kesehatan finansial keluarga. “Utang sebaiknya produktif, yang mampu meningkatkan aset atau pendapatan.”
2. Perkuat Investasi Jangka Panjang. Anis mendorong masyarakat memanfaatkan instrumen investasi berbasis syariah karena lebih adil, transparan, serta menghindari spekulasi berlebihan. Instrumen tersebut dinilai relevan untuk persiapan dana pendidikan, hari tua, hingga kepemilikan aset.
3. Pendidikan Finansial Sejak Dini. Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam menanamkan literasi keuangan kepada anak. Pembiasaan seperti menunda keinginan, memahami nilai usaha, dan mengelola uang saku diyakini dapat membentuk generasi yang mandiri dan bertanggung jawab secara finansial.
Di akhir pernyataannya, Anis berharap meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap tata kelola keuangan keluarga dapat menjadi fondasi kokoh mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
“Jika keluarga Indonesia kuat secara finansial, maka perekonomian nasional akan berdiri di atas fondasi yang kokoh,” tutupnya.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).



.jpg)
.jpg)












