- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Jadi Pusat Perayaan HUT Jakarta dengan Ragam Hiburan Istimewa
- Ketum PRI Lantik Pengurus Samudra, Perkuat Peran Santri dalam Pembangunan Bangsa
- Pasangan Muda Indonesia Bersinar di Macau Open 2026, BNI dan PBSI Petik Hasil Pembinaan Jangka Panjang
- KUR Rp40 Miliar Digelontorkan ke NTB, Dorong UMKM dan PMI Naik Kelas
- Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Fraksi PSI Lakukan Kegiatan Reses ke-3
- PENAS XVII Jadi Pintu Kolaborasi dan Inovasi bagi Pertanian Barito Utara
- Pemkab Tegaskan Komitmen Barito Utara Dukung Kemandirian Pangan Nasional di PENAS XVII Gorontalo
- Clarks Flagship Store Blibli : Menjamin Keaslian Produk Dan Koleksi Lengkap
- KAI Gandeng Komunitas Kampanyekan Keselamatan serta Ajak Masyarakat Disiplin di Perlintasan
- Target Pertahankan Gelar Juara Umum Pepaperda, Sachrudin Siap Berikan Bonus
Stabilitas Ekonomi Nasional Dimulai dari Rumah Tangga, Tegas Anggota Komisi XI DPR Anis Byarwati

Keterangan Gambar : Anis Byarwwati
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta, – Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati, menegaskan bahwa langkah membangun Indonesia yang inklusif dan tangguh harus dimulai dari penguatan kesehatan finansial di tingkat rumah tangga. Menurutnya, keluarga adalah fondasi ekonomi mikro yang apabila rapuh dapat memicu risiko sistemik terhadap ketahanan ekonomi nasional.
“Stabilitas keuangan sebuah negara tidak akan kokoh tanpa stabilitas di setiap rumah tangga. Keluarga yang memiliki manajemen finansial yang baik adalah benteng pertahanan pertama saat terjadi gejolak ekonomi, mampu mandiri, dan berkontribusi pada investasi masa depan bangsa,” ujar Anis dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (29/11/2025).
Anis menjelaskan bahwa diskursus ekonomi sering kali terlalu fokus pada isu makro seperti kebijakan pemerintah, regulasi industri keuangan, hingga pertumbuhan PDB. Padahal, kata dia, kekuatan sesungguhnya terletak pada kondisi finansial keluarga sebagai unit terkecil perekonomian. “Kita sering bicara tentang stabilitas ekonomi nasional, tetapi hal itu tidak akan berarti tanpa stabilitas di tingkat akar rumput,” tegas legislator PKS tersebut.
Baca Lainnya :
- Blok Masela Dikebut, Ateng Sutisna Ingatkan Ancaman Sosial
- Gen Z Majalengka Bersuara di Senayan, Sekolah Rusak Jadi Sorotan
- Makna Kartini Masa Kini, DPR Soroti Pendidikan Perempuan dan Ketahanan Keluarga
- Sorotan Nasional! Ateng Sutisna : DHE SDA Harus Jadi Solusi, Bukan Beban Baru Tata Kelola PSE
- WFH Hemat BBM Disorot DPR : Ada Dugaan Manipulasi Kendaraan Dinas
Lebih lanjut, Doktor Ilmu Ekonomi Islam itu menekankan bahwa kesehatan keuangan rumah tangga merupakan indikator penting ketahanan ekonomi bangsa. Keluarga yang terampil mengelola utang, menabung, dan berinvestasi akan lebih siap menghadapi tekanan ekonomi seperti inflasi, ketidakpastian global, hingga potensi krisis.
Anis juga menyampaikan tiga pesan kunci bagi keluarga Indonesia dalam membangun fondasi finansial yang kuat:
1. Disiplin Anggaran dan Pengendalian Utang, Menurutnya, penyusunan anggaran bukan sebatas mencatat pengeluaran, tetapi menempatkan prioritas antara kebutuhan dan keinginan. Ia mengingatkan bahaya utang konsumtif yang dapat menjadi penghambat utama kesehatan finansial keluarga. “Utang sebaiknya produktif, yang mampu meningkatkan aset atau pendapatan.”
2. Perkuat Investasi Jangka Panjang. Anis mendorong masyarakat memanfaatkan instrumen investasi berbasis syariah karena lebih adil, transparan, serta menghindari spekulasi berlebihan. Instrumen tersebut dinilai relevan untuk persiapan dana pendidikan, hari tua, hingga kepemilikan aset.
3. Pendidikan Finansial Sejak Dini. Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam menanamkan literasi keuangan kepada anak. Pembiasaan seperti menunda keinginan, memahami nilai usaha, dan mengelola uang saku diyakini dapat membentuk generasi yang mandiri dan bertanggung jawab secara finansial.
Di akhir pernyataannya, Anis berharap meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap tata kelola keuangan keluarga dapat menjadi fondasi kokoh mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
“Jika keluarga Indonesia kuat secara finansial, maka perekonomian nasional akan berdiri di atas fondasi yang kokoh,” tutupnya.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).
















