- Rekanan Nakal Dipanggil Komisi II DPRD Kota Blitar ini Alasanya.
- Danramil Rajeg Pimpin Baksos Dan Komsos Jaga Jakarta On The Spot .
- Turun ke Wilayah Peringati Maulid, Maryono Ajak Masyarakat Teladani Sifat-Sifat Rasulullah.
- 10 Propemperda 3 di Prakarsa DPRD Kabupaten Bandung.
- Bupati Shalahuddin Apresiasi Pandangan Fraksi PKB terhadap Raperda Perubahan APBD 2026
- Erick Soedjasa Pulang ke Indonesia atas Kemauan Sendiri, Kuasa Hukum: Bukan untuk Hindari Proses Hukum
- Pemkab Barito Utara Sampaikan Jawaban atas Pandangan Fraksi Terkait APBD-P 2026
- Ciptakan Kondusifitas Wilayah, Babinsa Koramil CBD Dan Ciputat Patroli Kamtibmas Malam.
- Bupati Barito Utara Minta Penyelesaian Batas Desa Mea dan Tongka Dipercepat
- Kodim 0506/Tangerang Gelar Sosialisasi PSDN, Dorong Kesadaran Bela Negara dan Penguatan Komcad.
KH Maman Imanulhaq : Jangan Mainkan Tiket Haji, Ini Soal Keadilan Umat!

Keterangan Gambar : Anggota DPR RI Komisi VIII, KH Maman Imanulhaq
MEGAPOLITANPOS.COM JAKARTA - KH Maman Imanulhaq angkat suara keras terkait wacana "war ticket haji" yang dinilai berpotensi menimbulkan polemik di tengah persiapan ibadah haji yang kian mendekati puncak.
Dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI bersama Menteri Haji dan Umrah di Gedung DPR RI, Selasa (14/4), Kiai Maman menegaskan bahwa seluruh pihak seharusnya fokus pada kesiapan layanan jemaah, bukan justru membuka wacana baru yang membingungkan publik.
"Kita sedang memasuki fase krusial persiapan haji. Jangan sampai muncul kebijakan yang justru memicu kebingungan di masyarakat," tegasnya dalam keterangan pers. Selasa, (14/04/2026)
Baca Lainnya :
- Danramil Rajeg Pimpin Baksos Dan Komsos Jaga Jakarta On The Spot .
- Turun ke Wilayah Peringati Maulid, Maryono Ajak Masyarakat Teladani Sifat-Sifat Rasulullah.
- Tim Bola Voli Merpati Blitar Raih Juara 2
- Polres Majalengka Ungkap 4 Kasus Narkoba, Sabu dan Sintetis Disita
- Ketua DPRD Majalengka Dorong Perda Miras, Warga Diminta Aktif Melapor
Menurutnya, wacana "war ticket haji" berisiko merusak prinsip keadilan dalam sistem antrean yang selama ini dijaga ketat dan transparan. Ia menekankan, pengelolaan kuota haji harus tetap berpijak pada asas keadilan, akuntabilitas, dan keberpihakan kepada kelompok rentan.
Kiai Maman juga menyoroti persoalan mendasar yang selama ini dihadapi, yakni panjangnya antrean haji yang berdampak besar pada jemaah lanjut usia (lansia). Banyak di antara mereka yang harus menunggu bertahun-tahun hingga kondisi fisiknya tidak lagi optimal, bahkan ada yang wafat sebelum berangkat.
"Lansia yang sudah lama menunggu harus menjadi prioritas. Ini realitas yang tidak boleh diabaikan," ujarnya.
Ia pun mendorong pemerintah untuk memperkuat kebijakan afirmatif bagi lansia, termasuk penambahan kuota khusus secara proporsional, optimalisasi sistem prioritas berbasis usia dan masa tunggu, serta perbaikan sistem verifikasi agar tepat sasaran.
"Kebijakan haji bukan hanya soal teknis, tapi menyangkut keadilan sosial dan pelayanan ibadah. Negara harus hadir memastikan yang paling membutuhkan mendapat prioritas," pungkasnya.
Komisi VIII DPR RI, lanjutnya, akan terus mengawal kebijakan penyelenggaraan haji agar tetap berpihak pada kepentingan umat, khususnya kelompok rentan seperti lansia. ** (Agit)


.jpg)
.jpg)



.jpg)



.jpg)




