- Sejarah Baru Pramuka Majalengka, 545 Anggota Resmi Jadi Pramuka Garuda
- Kantah Kabupaten Tangerang Salurkan UGK Untuk Pembangunan KSCS, Dukung Manfaat Air Baku bagi Masyarakat
- Perkuat Budaya Antikorupsi, Kantah Kabupaten Tangerang Ikuti Workshop Integritas Bersama KPK
- Kantah Kabupaten Pandeglang Ikuti Workshop Integritas Bersama KPK Bangun Budaya Anti Korupsi
- Lima Hari Kades Sangkanhurip Sulit Ditemui, Warga Pertanyakan Pelayanan Desa
- Kementerian UMKM Lanjutkan Pendampingan Usaha bagi UMKM Aceh Pascabencana
- MUI Sesalkan Konser Andrea Bocelli di Indonesia Tetap Digelar
- DPRD Barito Utara Hadiri Pemakaman H Nadalsyah Koyem, Patih Herman Sampaikan Duka Mendalam
- HUT Humas Polri ke-75, Kapolres Majalengka Tegaskan Wartawan Saudara
- Pakar Hukum: Pengembalian Dana Nasabah oleh Bank BUMN Tak Otomatis Jadi Kerugian Negara
KH Maman Imanulhaq : Jangan Mainkan Tiket Haji, Ini Soal Keadilan Umat!

Keterangan Gambar : Anggota DPR RI Komisi VIII, KH Maman Imanulhaq
MEGAPOLITANPOS.COM JAKARTA - KH Maman Imanulhaq angkat suara keras terkait wacana "war ticket haji" yang dinilai berpotensi menimbulkan polemik di tengah persiapan ibadah haji yang kian mendekati puncak.
Dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI bersama Menteri Haji dan Umrah di Gedung DPR RI, Selasa (14/4), Kiai Maman menegaskan bahwa seluruh pihak seharusnya fokus pada kesiapan layanan jemaah, bukan justru membuka wacana baru yang membingungkan publik.
"Kita sedang memasuki fase krusial persiapan haji. Jangan sampai muncul kebijakan yang justru memicu kebingungan di masyarakat," tegasnya dalam keterangan pers. Selasa, (14/04/2026)
Baca Lainnya :
- Sejarah Baru Pramuka Majalengka, 545 Anggota Resmi Jadi Pramuka Garuda
- HUT Humas Polri ke-75, Kapolres Majalengka Tegaskan Wartawan Saudara
- Benteng Energi Nasional: Kilang Pertamina Balikpapan dan Kogabwilhan II Perkuat Sinergi Pengamanan Obvitnas
- Ngaku PNS di Medsos, Pria Ini Diduga Bawa Kabur Scoopy Rp 24 Juta
- Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pramono Anung: Generasi Muda Harus Berani Memimpin
Menurutnya, wacana "war ticket haji" berisiko merusak prinsip keadilan dalam sistem antrean yang selama ini dijaga ketat dan transparan. Ia menekankan, pengelolaan kuota haji harus tetap berpijak pada asas keadilan, akuntabilitas, dan keberpihakan kepada kelompok rentan.
Kiai Maman juga menyoroti persoalan mendasar yang selama ini dihadapi, yakni panjangnya antrean haji yang berdampak besar pada jemaah lanjut usia (lansia). Banyak di antara mereka yang harus menunggu bertahun-tahun hingga kondisi fisiknya tidak lagi optimal, bahkan ada yang wafat sebelum berangkat.
"Lansia yang sudah lama menunggu harus menjadi prioritas. Ini realitas yang tidak boleh diabaikan," ujarnya.
Ia pun mendorong pemerintah untuk memperkuat kebijakan afirmatif bagi lansia, termasuk penambahan kuota khusus secara proporsional, optimalisasi sistem prioritas berbasis usia dan masa tunggu, serta perbaikan sistem verifikasi agar tepat sasaran.
"Kebijakan haji bukan hanya soal teknis, tapi menyangkut keadilan sosial dan pelayanan ibadah. Negara harus hadir memastikan yang paling membutuhkan mendapat prioritas," pungkasnya.
Komisi VIII DPR RI, lanjutnya, akan terus mengawal kebijakan penyelenggaraan haji agar tetap berpihak pada kepentingan umat, khususnya kelompok rentan seperti lansia. ** (Agit)




.jpg)











