Breaking News
- Jejak Narkoba di Majalengka Terkuak, Polisi Bongkar Dugaan Produsen Tembakau Sintetis
- Mensos Gus Ipul Minta Pejabat Baru Fokus Validasi Data dan Berantas Korupsi
- Kinerja BNI Melesat, Transformasi Digital dan BRAVE Jadi Motor Pertumbuhan
- PTPN I Percepat Optimalisasi Aset, Siapkan Mesin Pertumbuhan Baru untuk Ketahanan Pangan
- Perkuat Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik, Pemkab Barito Utara Laksanakan Kaji Tiru ke DIY
- Elim Tyu Samba Dampingi Ketua MPR RI Ziarah Ke Makam Bung Karno
- Ateng Sutisna dan Viking Majalengka Gelar Festival Nobar Persib Meriah
- Dari Mangrove hingga Internet Publik, Program PLN di Pulau Sabira Raih Predikat Platinum
- BMKG Prediksi Jakarta Cerah hingga Cerah Berawan Sepanjang Senin, Suhu Capai 33 Derajat Celsius
- Tanpa Kedip, PLN Jaga Keandalan Listrik Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Berjalan Sukses
Sejumlah Artis dan Influencer Indonesia Luncurkan Petisi Bersama, Serukan Aksi Kemerdekaan Palestina

Keterangan Gambar : Sejumlah Artis dan Influencer membuat petisi selamatkan Gaza
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Dalam sebuah pernyataan hati nurani publik dan kepemimpinan moral, sepuluh figur pubiik berpengaruh di Indonesia seperti, Michelle Santoso, Rebecca Reijman, Bella Fawzi, Inara Rusli, Savitri, Ratu Nur Annisa, Dodi Hidayatullah, Erick Yusuf , Pizaro Ghozali Idrus dan Asma Nadia
Para Influencer dan artis tersebut berkumpul dan bersatu menyuarakan kemerdekaan Palestina dengan membuat petisi yang ditujukan kepada Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. dibilangan Kemang Jakarta ,11 Agustus 2025.
Petisi ini menyerukan tindakan diplomatik yang mendesak dan konkret untuk menghentikan genosida yang sedang berlangsung di Gaza, serta membuka akses kemanusiaan yang berkelanjutan dan tanpa hambatan bagi warga sipil yang terkepung.
Inisiatif ini murni digerakkan secara independen oleh para influencer, mencerminkan meningkatnya gelombang
kepedulian sipil dari masyarakat Indonesia yang percaya bahwa bersikap netral bukan lagi pilihan di tengah ketidakadilan.
Para peserta berbicara tidak hanya sebagai figur publik, tetapi juga sebagai warga Asia Tenggara bersatu lintas iman, latar belakang, dan profesi untuk menggaungkan suara bagi rakyat Gaza.
Sepanjang acara, para pembicara menegaskan bahwa kampanye ini tidak berafiliasi dengan agenda politik atau institusi mana pun. Ini adalah gerakan sipil akar rumput yang dipimpin oleh individu-individu berpengaruh dari berbagai sektor mulai dari musik dan media, hingga
kepemimpinan agama dan aktivis pemuda — yang berdiri dalam solidaritas bersama rakyat
Petisi ini memuat tiga tuntutan utama:
|. Intervensi diplomatik segera dari pemerintah Indonesia untuk mengakhiri genosida dan menghentikan penjajahan.
2. Akses kemanusiaan yang berkelanjutan dan tidak terbatas guna memungkinkan
masuknya bantuan dan rclawan medis ke Gaza,
3. Sikap diplomatik Indonesia yang lcbih tegas di forum Internasional, mencerminkan kehendak rakyat dan komitmen jangka panjang Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina,
Nantinya Petisi ini akan diserahkan secara resmi kepada Kementerian Luar Negeri dalam beberapa hari ke depan. Para penyelenggara berharap, inisiatif ini tidak hanya mendorong aksi segera, tetapi
juga menginspirasi masyarakat di seluruh kawasan untuk turut menyuarakan solidaritas bagi Gaza.
Pizaro Ghozali Idrus dalam paparannya mengatakan, Ketika bangsa Indonesia mengalami musibah Gempa dan bencana lain, rakyat Palestina dengan kondisi keprihatinannya masih menunjukan kepeduliannya dengan berdonasi untuk Indonesia.
" Mereka warga Palestina prihatin dengan bencana yang pernah dialami Indonesia, dengan serentak mereka menggalang dana untuk membantu Indonesia, walaupun" dananya mungkin dikembalikan" tapi setidaknya mereka menunjukan komitmen persaudaraan yang kuat sesama bangsa," kata Pizaro.
Artis Inara Rusli dalam kesempatan yang sama mengatakan, bersatu bukan sebagai selebritis, kami menyampaikan satu hal bahwa Indonesia bisa.
" Kita tidak harus menjadi muslim untuk membantu rakyat Palestina tapi cukup menjadi manusia," tutur Inara.
Inara menambahkan, lelah melihat konvoi bantuan di bom. petisi ini bukan hanya tentang apa yg terjadi di Gaza tapi sebagai bangsa indonesia. " petisi ini adalah alarm kesadaran bagi pemerintah komunitas internasional," katanya.
" Petisi ini lahir dari anak rumput Rakyat Indonesia, tidak tergabung dalam LSM manapun, tidak ber afiliasi politik, tidak ada sponsor.kita merasa terpanggil untuk bersuara karena nurani kita untuk keadilan," katanya.
Sementara Bella Fawzi menambahkan tujuan adanya petisi yang ditujukan pada Kemenlu RI adalah keinginan untuk melihat masyarakat Palestina merdeka dan hidup dengan normal.
"Kenapa ada petisi ini, kami ingin warga Palestina dapat hak hidup yang normal seperti kita semua, dengan mendesak pemerintah Indonesia untuk menghentikan genosida, kirim donasi, bersuara di sosial media kita, berkarya untuk Palestina agar merdeka," pungkasnya.
(Reporter: Achmad Sholeh Alek).


.jpg)
.jpg)








.jpg)




