Breaking News
- Wakil Ketua DPC Gerindra: Peran Media Diakui Jembatan Komunikasi Kemasyarakatan Handal.
- Kapolda Metro Cek Pos Pengamanan Cikunir dan Pastikan Arus Mudik Lebaran 2026 Aman, Lancar
- IR H Ateng Sutisna Tegaskan Peran Strategis Jurnalis, Jadi Penyambung Lidah Rakyat
- Robotika untuk Negeri Menyapa Nias: PRSI Sumut Gelar Program Edukasi Teknologi di Gunungsitoli
- Lewat Robotika untuk Negeri, PRSI Sasar Sekolah hingga Pesantren
- PRSI Babel Gelar Fun Match Robot Soccer Saat Ngabuburit Komunitas
- Menkop Kunjungi Kantor Agrinas, Bahas Perkembangan Rencana Operasional Kopdes Merah Putih
- Polres Blitar Kota Laksanakan Ramp Check dan Tes Urine Sopir serta Awak Bus di Terminal Patria
- Geger! Kasi Satpol PP Majalengka Ditemukan Tewas Mendadak di Kamar Kos Cigasong
- PRSI Dukung Robotic Competition 2026 di Kupang, Pemkot Beri Dukungan Penuh
Sejumlah Artis dan Influencer Indonesia Luncurkan Petisi Bersama, Serukan Aksi Kemerdekaan Palestina

Keterangan Gambar : Sejumlah Artis dan Influencer membuat petisi selamatkan Gaza
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Dalam sebuah pernyataan hati nurani publik dan kepemimpinan moral, sepuluh figur pubiik berpengaruh di Indonesia seperti, Michelle Santoso, Rebecca Reijman, Bella Fawzi, Inara Rusli, Savitri, Ratu Nur Annisa, Dodi Hidayatullah, Erick Yusuf , Pizaro Ghozali Idrus dan Asma Nadia
Para Influencer dan artis tersebut berkumpul dan bersatu menyuarakan kemerdekaan Palestina dengan membuat petisi yang ditujukan kepada Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. dibilangan Kemang Jakarta ,11 Agustus 2025.
Petisi ini menyerukan tindakan diplomatik yang mendesak dan konkret untuk menghentikan genosida yang sedang berlangsung di Gaza, serta membuka akses kemanusiaan yang berkelanjutan dan tanpa hambatan bagi warga sipil yang terkepung.
Inisiatif ini murni digerakkan secara independen oleh para influencer, mencerminkan meningkatnya gelombang
kepedulian sipil dari masyarakat Indonesia yang percaya bahwa bersikap netral bukan lagi pilihan di tengah ketidakadilan.
Para peserta berbicara tidak hanya sebagai figur publik, tetapi juga sebagai warga Asia Tenggara bersatu lintas iman, latar belakang, dan profesi untuk menggaungkan suara bagi rakyat Gaza.
Sepanjang acara, para pembicara menegaskan bahwa kampanye ini tidak berafiliasi dengan agenda politik atau institusi mana pun. Ini adalah gerakan sipil akar rumput yang dipimpin oleh individu-individu berpengaruh dari berbagai sektor mulai dari musik dan media, hingga
kepemimpinan agama dan aktivis pemuda — yang berdiri dalam solidaritas bersama rakyat
Petisi ini memuat tiga tuntutan utama:
|. Intervensi diplomatik segera dari pemerintah Indonesia untuk mengakhiri genosida dan menghentikan penjajahan.
2. Akses kemanusiaan yang berkelanjutan dan tidak terbatas guna memungkinkan
masuknya bantuan dan rclawan medis ke Gaza,
3. Sikap diplomatik Indonesia yang lcbih tegas di forum Internasional, mencerminkan kehendak rakyat dan komitmen jangka panjang Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina,
Nantinya Petisi ini akan diserahkan secara resmi kepada Kementerian Luar Negeri dalam beberapa hari ke depan. Para penyelenggara berharap, inisiatif ini tidak hanya mendorong aksi segera, tetapi
juga menginspirasi masyarakat di seluruh kawasan untuk turut menyuarakan solidaritas bagi Gaza.
Pizaro Ghozali Idrus dalam paparannya mengatakan, Ketika bangsa Indonesia mengalami musibah Gempa dan bencana lain, rakyat Palestina dengan kondisi keprihatinannya masih menunjukan kepeduliannya dengan berdonasi untuk Indonesia.
" Mereka warga Palestina prihatin dengan bencana yang pernah dialami Indonesia, dengan serentak mereka menggalang dana untuk membantu Indonesia, walaupun" dananya mungkin dikembalikan" tapi setidaknya mereka menunjukan komitmen persaudaraan yang kuat sesama bangsa," kata Pizaro.
Artis Inara Rusli dalam kesempatan yang sama mengatakan, bersatu bukan sebagai selebritis, kami menyampaikan satu hal bahwa Indonesia bisa.
" Kita tidak harus menjadi muslim untuk membantu rakyat Palestina tapi cukup menjadi manusia," tutur Inara.
Inara menambahkan, lelah melihat konvoi bantuan di bom. petisi ini bukan hanya tentang apa yg terjadi di Gaza tapi sebagai bangsa indonesia. " petisi ini adalah alarm kesadaran bagi pemerintah komunitas internasional," katanya.
" Petisi ini lahir dari anak rumput Rakyat Indonesia, tidak tergabung dalam LSM manapun, tidak ber afiliasi politik, tidak ada sponsor.kita merasa terpanggil untuk bersuara karena nurani kita untuk keadilan," katanya.
Sementara Bella Fawzi menambahkan tujuan adanya petisi yang ditujukan pada Kemenlu RI adalah keinginan untuk melihat masyarakat Palestina merdeka dan hidup dengan normal.
"Kenapa ada petisi ini, kami ingin warga Palestina dapat hak hidup yang normal seperti kita semua, dengan mendesak pemerintah Indonesia untuk menghentikan genosida, kirim donasi, bersuara di sosial media kita, berkarya untuk Palestina agar merdeka," pungkasnya.
(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

















