- Hujan Deras Picu Banjir di Jakarta Barat, 12 RT Terendam dan Sejumlah Jalan Lumpuh
- Pendatang Baru Wajib Lapor 1x24 Jam, Dukcapil Siapkan Layanan Jemput Bola
- Pesan Paskah 2026, Menag Tekankan Harmoni dan Persaudaraan Bangsa
- Pemprov DKI Siap Gelar Lebaran Betawi ke-18, Ajang Silaturahmi Akbar Warga Jakarta
- Ateng Sutisna Dorong Penguatan BIM demi Industri Bernilai Tinggi
- JKB Gelar Halal Bihalal 2026, Perkuat Konsolidasi Organisasi dan Komitmen Kebangsaan
- Dari Dapur Nusantara ke Dunia: Tempe RI Resmi Ekspansi ke Chile
- Menkop: Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah, MES Siap Perkuat Sinergi Dengan OJK
- Kasrem 052/Wkr Pimpin Acara Laporan Korps 16 Prajurit Naik Pangkat
- DPRD Apresiasi Gerak Cepat PUPR, Namun Soroti Kualitas
PWI Jaya Siap Gelar Pemilihan Ketua Baru, Dua Calon Siap Mendaftar

Keterangan Gambar : Kesit Budi Handoyo dan Iqbal Irsyad.
MEGAPOLITANPOS.COM, JAKARTA--Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi DKI Jakarta (PWI Jaya) segera menggelar pemilihan ketua definitif periode 2024-2029 pada Kamis, 25 April 2024 di Balai Kota Pemprov DKI Jakarta. Beberapa bakal calon ketua disebutkan siap mendaftar.
Setidaknya ada dua nama yang sejauh ini disebut-sebut menyatakan kesiapannya memimpin organisasi wartawan tertua di tanah air untuk Provinsi DKI Jakarta tersebut. Yakni, Kesit Budi Handoyo dan Iqbal Irsyad.
"Yang saya tahu baru dua nama itu yang disebut-sebut siap mendaftar," ungkap Budi Nugraha, Ketua Panitia Konferprov PWI Jaya 2024, Senin (26/2/2024) di Sekretariat PWI Jaya.
Baca Lainnya :
- Menuju 500 Tahun Jakarta, PWI Jaya Siapkan Anugerah Jurnalistik M.H. Thamrin ke-52
- Wakabid Pendidikan PWI Jaya Indra Utama jadi Komisaris Utama Waskita Beton Precast Tbk, Kesit B Handoyo Sampaikan Ucapan Selamat
- Semarak Ramadan, PWI Jaya Salurkan Ratusan Bingkisan untuk Yatim dan Dhuafa
- Hendry Ch Bangun Ingatkan Bahaya Ketergantungan AI dalam Jurnalisme
- Ketua PWI Jaya: Natal Bersama Jadi Simbol Toleransi dan Kebersamaan Insan Pers
Keduanya bukan orang baru di kepengurusan PWI Jaya. Kesit adalah sekretaris PWI Jaya 2019-2024, sementara Iqbal menjabat bendahara. Kesit dan Iqbal berkompetisi untuk menggantikan posisi ketua yang ditinggalkan Sayid Iskandarsyah, kini sekjen PWI Pusat. Menuju Konfrensi Provinsi (Konferprov) PWI Jaya ini, Kesit ditetapkan sebagai pelaksana tugas (Plt) ketua.
"Proses pendaftaran secara resmi memang belum dibuka, tetapi tidak masalah jika memang sudah ingin mendaftar," ujar Budi Nugraha.
Pemilihan ketua PWI Jaya bersamaan dengan penetapan ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Jaya 2024-2029. Untuk bakal calon (balon) ketua PWI Jaya, sesuai dengan PD/PRT PWI Pasal 26 Ayat 2, persyaratannya adalah, a. sudah menjadi Anggota Biasa PWI Pusat atau PWI Provinsi sekurang-kurangnya 5 tahun; b. pernah menjadi pengurus PWI Pusat atau PWI Provinsi atau PWI Kabupaten/Kota; c.bersertifikat Wartawan Utama.
Untuk balon ketua DKP, sesuai PD/PRT PWI Pasal 30 Ayat 4, persyaratannya adalah; a. memiliki jenjang kompetensi Wartawan Utama; b.telah menjadi Anggota Biasa sekurang-kurangnya 5 tahun; c.berusia sekurang-kurangnya 40 tahun. Di samping itu, selaras dengan ketentuan PD/PRT PWI Ayat 5, balon ketua DKP juga harus memiliki pengalaman sebagai pengurus.
"Ketentuan atau persyaratan untuk balon ketua PWI Jaya dan balon ketua DKP tersebut sudah kami sosialisasikan kepada stakeholder PWI Jaya," sambung Budi Nugraha yang didampingi Wakil Ketua Konferprov PWI Jaya Tb.Adhi.
Budi Nugraha menjelaskan, voter atau pemilik suara pada Konferprov PWI Jaya 2024 adalah pemegang Kartu Anggota Biasa yang berlaku. Untuk itu, panitia Konferprov akan mendapatkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dari PWI Pusat, yang akan dikirim sebelum pemilihan.
DPT yang bersifat final merujuk dari Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang sejauh ini masih berproses. DPS akan bertambah jumlahnya seiring dengan adanya kebijakan atau diskresi perpanjangan KTA dari PWI Pusat.
PWI Pusat melalui SK bernomor 274/PWI-P/LXXVIII/2024, perihal Keputusan Konkernas Tentang Disktesi Perpanjangan KTA yang ditanda tangani 23 Februari 2024, dan ditujukan kepada Ketua PWI seluruh provinsi. Di antara keputusan tersebut, pengaktifan kembali KTA Biasa yang sudah tidak berlaku lagi (mati) lebih dari satu (1) tahun. Masa pengaktifan KTA antara 1-31 Maret 2024. Setelah waktu tersebut, pengaktifan KTA Biasa tidak diberlakukan lagi.
Syarat-syarat perpanjangan atau pengaktifan KTA PWI yang sudah tidak berlaku lagi tersebut tetap mengacu pada ketentuan PD Paaal 7 dan PRT Pasal 6. Untuk anggota PWI yang belum UKW dan KTA-nya masih aktif dan/atau sudah tidak berlaku lagi (mati) sebelum satu tahun, tetap dapat diperpanjang untuk masa berlaku hingga 30 September 2024.(Reporter: Achmad Sholeh Alek)








.jpg)

.jpg)






