- Hearing DPRD Barito Utara Hasilkan Dua Kesimpulan Penting, Percepatan Raperda P4GN dan Dukungan Anggaran
- Naruk Saritani Sepakat, Hasil Hearing P4GN Jadi Langkah Bersama Perangi Narkoba
- Dukung Relawan Antinarkoba, Taufik Minta Kesbangpol Rinci Kebutuhan Anggaran
- Wamendesa Dorong Produk Unggulan Desa Tembus Pasar Internasional.
- Sachrudin-Baznas, Perkuat Peran Masjid Melalui TBMM.
- Kementerian UMKM Salurkan Bantuan Alat Produksi untuk Pulihkan Usaha Pascabencana di Aceh
- Ekspor Makanan RI Tembus US$4,49 Miliar, 500 Merek dari 13 Negara Ramaikan SIAL 2026
- Bupati Hasbi Sambut Menhan Sjafrie di Lebak, Yonif TP 840 Diminta Dukung Pembangunan Daerah.
- Hadapi Cuaca Ekstrem, Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2026 polres Blitar Apel Siaga Bencana.
- 30 Tahun ke Depan, Sachrudin Siapkan Arah Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan.
Ateng Sutisna Dorong Penguatan BIM demi Industri Bernilai Tinggi

Keterangan Gambar : Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKS, Ir. H. Ateng Sutisna, MBA
MEGAPOLITANPOS.COM BANDUNG - Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKS, Ir. H. Ateng Sutisna, MBA., mendorong penguatan peran Badan Industri Mineral (BIM) sebagai solusi perbaikan tata kelola sumber daya alam di Indonesia. Langkah ini dinilai penting agar hilirisasi tidak hanya berhenti di tahap produksi, melainkan mampu berkembang menjadi industri strategis bernilai tinggi.
"Pengelolaan mineral harus diarahkan tidak hanya untuk mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan stabilitas sosial, keberlanjutan lingkungan, serta nilai tambah industri dalam jangka panjang," tegas Ateng dalam keterangannya. Sabtu, (4/4/2026)
Politisi PKS ini menekankan bahwa di tengah percepatan hilirisasi, Indonesia tidak boleh terjebak pada pola ekstraktivisme atau orientasi keuntungan jangka pendek semata. Tata kelola harus berorientasi pada manfaat jangka panjang yang berkelanjutan.
Baca Lainnya :
- Nurhadi Anggota DPR RI : Perlancar Layanyan Kesehatan Serahkan Mobil Ambulan Untuk Pemdes Bacem.
- Pasien Puskesmas Bantarujeg Viral, Bupati Majalengka Evaluasi Total
- Kapolres Majalengka Bongkar Dua Kasus Pengeroyokan, Ini Kronologinya
- Hasil Pilkades Kebonjati Dipertanyakan, Warga Soroti Sistem QR Code
- Sejarah Baru Pramuka Majalengka, 545 Anggota Resmi Jadi Pramuka Garuda
Tantangan Komoditas Strategis dan Fragmentasi Kebijakan
Saat ini, terdapat lima komoditas strategis yang menjadi perhatian utama, yaitu batubara, nikel, timah, tembaga, dan emas. Kelima komoditas tersebut memiliki kontribusi besar, namun juga menyimpan tantangan kompleks mulai dari masalah reklamasi lahan, tekanan lingkungan, hingga dampak sosial di masyarakat.
Selain isu lingkungan, permasalahan lain yang dihadapi adalah fragmentasi kebijakan. Perbedaan pendekatan antar kementerian, sistem perizinan yang terpisah, hingga lemahnya integrasi data membuat tata kelola belum berjalan optimal.
BIM Sebagai Pengarah Terpadu
Untuk menjawab tantangan tersebut, Ateng Sutisna menekankan pentingnya penguatan BIM sebagai lembaga pengarah kebijakan yang terintegrasi dari hulu ke hilir.
"Dengan penguatan BIM, diharapkan hilirisasi dapat berjalan lebih terarah. Tujuannya agar industri dalam negeri tidak hanya mengolah bahan mentah, tetapi mampu menciptakan produk akhir yang bernilai ekonomi tinggi dan memberikan manfaat maksimal bagi negara," pungkasnya. ** (Agit)
















