- Cegah Kejahatan Malam, TNI Dan Komduk Intensifkan Patroli/Siskamling .
- Bupati Tangerang Sambangi Bayi Berpenyakit Jantung.
- Kementerian UMKM Integrasikan SAPA UMKM dengan InaExport untuk Perkuat Ekspor
- JPO Alun-alun Majalengka Mulai Dibangun, Bakal Jadi Ikon Baru Kota
- Iing Misbahuddin di Sadawangi, Kalimat Singkatnya Jadi Perhatian
- SOSIALISASI PERSIAPAN PERINTIS: PERALIHAN HAK TERINTEGRASI 10 HARI DI KABUPATEN TANGERANG.
- Tingkatan Kualiats Pengajar, Kamenag Kab Tangerang Gelar Pembinaan Guru Non PNS.
- Alhamdulilah Elim Tyu Samba Nahkodai KONI Kota Blitar Gema Olah Raga Semakin Menggelegar.
- Bupati Shalahuddin Hadiri Puncak Hari Jadi ke-67 Kabupaten Barito Selatan
- Anto Febrianto Gaspol! Pemuda Majalengka Diajak Jauhi Narkoba
Proyek Geothermal Halmahera Barat Disorot, Komisi XII DPR RI Dorong Evaluasi

Keterangan Gambar : Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PKS, H Ateng Sutisna,
MEGAPOLITANPOS.COM JAKARTA - Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PKS, H. Ateng Sutisna, mendesak pemerintah untuk meninjau ulang rencana proyek pengelolaan panas bumi di wilayah kerja panas bumi (WKP) Telaga Rano, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.
Desakan tersebut disampaikan menyusul sorotan publik terkait dugaan afiliasi perusahaan pengelola proyek, PT Ormat Geothermal Indonesia, dengan pihak yang memiliki keterkaitan dengan Israel. Isu tersebut memicu perhatian luas dan menjadi perbincangan di berbagai ruang publik.
Sebagai anggota Komisi XII DPR RI yang membidangi energi, sumber daya mineral, lingkungan hidup, dan investasi, Ateng menilai pemerintah perlu bersikap hati - hati serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut.
Baca Lainnya :
- JPO Alun-alun Majalengka Mulai Dibangun, Bakal Jadi Ikon Baru Kota
- Iing Misbahuddin di Sadawangi, Kalimat Singkatnya Jadi Perhatian
- Anto Febrianto Gaspol! Pemuda Majalengka Diajak Jauhi Narkoba
- Polres Majalengka Bongkar 20 Kasus, 40 Tersangka Diciduk!
- PWI Majalengka Menggema, Doa untuk 8 Orang Hilang di Krakatau
"Pemerintah perlu meninjau ulang proyek geothermal di Telaga Rano untuk memastikan tidak ada kepentingan yang merugikan bangsa, sekaligus menjawab sensitivitas publik terhadap isu yang berkembang," ujar Ateng. dikutip dari akun instagram miliknya. Jumat, (06/03/2026)
Menurutnya, pengelolaan sumber daya alam, termasuk energi panas bumi, harus dilakukan secara transparan serta mengutamakan kepentingan nasional. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam proyek strategis tersebut.
Proyek geothermal Telaga Rano sendiri merupakan bagian dari upaya pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia yang diharapkan mampu mendukung kebutuhan listrik nasional sekaligus memperkuat bauran energi bersih.
Namun, munculnya isu afiliasi perusahaan dengan Israel membuat sejumlah pihak meminta pemerintah melakukan kajian ulang secara komprehensif, baik dari sisi kerja sama internasional, aspek geopolitik, maupun kepentingan nasional.
Ateng berharap pemerintah dapat memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat agar polemik yang berkembang tidak menimbulkan kesalahpahaman serta dapat disikapi secara objektif dan proporsional. ** (Agit)


.jpg)
.jpg)












