- Bangun Kebersamaan, Sekwan DPRD Barito Utara Rutin Gelar Apel Pagi dan Sore
- Anis Byarwati: Reformasi Pajak Harus Perluas Basis, Bukan Sekadar Digitalisasi
- Hebat! Siswa SMA Taruna Nusantara Tembus 15 Universitas Global dengan Beasiswa Fantastis
- Tiga Personel Polda Metro Jaya Wakili Indonesia di World Cup Indoor Skydiving 2026 Prancis
- Kementerian ATR/BPN Jadi _Supporting_ Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat
- Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya
- Serapan Lokal Didorong, Program MBG Dinilai DPRD Bisa Dongkrak Kesejahteraan Petani Barito Utara
- DPRD Barito Utara Soroti Program MBG Terurai Dari Varian Menu Tak Sesuai Selera Anak hingga Dugaan Kualitas Makanan Tak Layak
- Anggota DPRD Hj Nety Herawati Soroti Program MBG Pengawasan Diminta Diperketat
- Dinkes Absen dalam Audiensi, DPRD Majalengka Tegaskan Pentingnya Akuntabilitas Pengelolaan IPAL
Paska Kebakaran Gedung DPRD, Ketua DPRD Kabupaten Blitar Ajak Masyarakat Mawas Diri Tak Mudah Diprovokasi

Keterangan Gambar : Supriyadi Ketua DPRD Kabupaten Blitar
MEGAPOLITAMPOS.COM, Blitar - Paska aksi rusuh pendemo beraksi membakar Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Blitar di Kanigoro, Ketua DPRD Kabupaten Blitar Supriyadi,mengaku prihatin atas tindakan brutal pendemo yang anarkis membakar gedung dewan.
Hal ini disampaikan Supriadi kepada awak media saat melihat dari dekat lokasi kantoe DPRD yang terbakar akibat amok massa bersama Kapolres Blitar Arif Fazlurrahman dengan Bupati Blitar Drs Rijanto MM pada Senin malam ( 01/09/25 ).
Melalui pesannya Supriadi sangat berharap kesadaran masyarakat Kabupaten Blitar untuk bisa memilah dan memilih cara yang tepat sebagai bentuk menyampaikan pendapat di muka umum, karena sesuai aturan demo menyampaikan aspirasi dilindungi undang - undang.
Baca Lainnya :
- Dinkes Absen dalam Audiensi, DPRD Majalengka Tegaskan Pentingnya Akuntabilitas Pengelolaan IPAL
- Ketua SMSI : Pimpinan Daerahl Hanya Sibuk Pencitraan Daripada Bangun Kota Blitar
- PAD Majalengka Melejit! Pajak Kendaraan Sumbang Rp 83,6 Miliar, Sinyal Kuat Ekonomi Daerah Bangkit
- DPRD Majalengka Soroti Limbah Industri dan IPAL, Targetkan Masalah Sampah Tuntas 2026
- KIM Jadi Garda Depan Perang Informasi: Dari Majalengka, Jawa Barat Gaspol Lawan Hoaks di Era Digital!
"Semua itu ada mekanismenya, kalau demo yang kemarin itu namanya bukan demo, namun sudah mengarah ke tindakan brutal, bisa disebut makar karena merusak fasilitas umum milik negara," Ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Supriyadi menyampaikan apresiasinya kepada Kapolres Blitar atas kesigapan dalam menangani situasi bahkan aparat juga telah berhasil mengamankan 143 terduga pelaku pembakaran di wilayah hukum polres Blitar Raya.
“Kami sangat berterima kasih kepada Kapolres yang telah berkomitmen untuk mengungkap dan menindak tegas para pelaku perusakan. Kami berharap masyarakat turut membantu dengan memberikan informasi bila mengetahui ciri-ciri pelaku,” ungkapnya.
Kapolres Blitar AKBP Arif Fazlurrahman menegaskan bahwa aksi yang terjadi bukanlah bentuk demonstrasi, melainkan tindakan anarkis yang sengaja diciptakan untuk memicu kerusuhan. Ia mengajak masyarakat agar tidak ragu melapor jika memiliki informasi.
“Kami mohon kerja sama warga. Jika mengetahui atau melihat pelaku, segera laporkan ke Polres Blitar agar bisa segera kami tindaklanjuti,” tegasnya.
Bupati Blitar Rijanto juga mengapresiasi langkah cepat Kapolres sekaligus mengingatkan pentingnya kewaspadaan bersama.
“Kami berterima kasih karena Kapolres turun langsung bertemu masyarakat. Mari kita saling menjaga lingkungan agar Kabupaten Blitar tetap aman, damai, dan kondusif,” jelas Rijanto.
Dengan kolaborasi aparat, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan situasi pasca-perusakan Gedung DPRD Kabupaten Blitar dapat segera kembali normal, serta tidak dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk menciptakan kegaduhan.
Diharapkan paska kejadian pembakaran masyarakat menyadari, tidak gampang di provokasi oleh orang - orang yang tidak bertanggung jawab.
Kapolres Blitar juga menyerukan kepada lembaga masyarakat komponen dan individu masyarakat turut berperan aktif menjaga kondusifitas wilayah masing mulai dari tingkatan yang paling rendah, yakni keluarga. (adv/za/mp)

















